YOUR LOVE HURTS ME

YOUR LOVE HURTS ME
Bab 55



Sejam lalu Dena sudah di pindahkan ke ruangan rawat jalan. Tubuh Dena masih dalam pengaruh obat bius. Sementara Meyer menangis tanpa suara mendekap tubuh putranya. Ia tidak tahu harus mengucapkan apa melihat tubuh putranya mulai membiru.


"Sayang.... Papa berharap suatu hari nanti kamu bisa hidup kembali." bisik Meyer dengan suara serak. Ia mengecup kening bayi mungil itu dengan penuh kasih sayang. Ia seakan-akan tidak rela atas kepergian putranya.


"Papa akan membalas perbuatan wanita itu. Papa tidak akan membiarkan wanita itu hidup bahagia diluar sana." kata Meyer penuh penekanan.


Tak beberapa lama seorang pria berpakaian serba hitam masuk ke kamar rawat Dena. "Tuan...." panggil pria itu membungkukkan sedikit tubuhnya.


"Bagaiman? apa kau sudah menemukan titik terang mengenai kejadian masa lalu?" tanya Meyer dengan suara serak. Ia tidak membalikkan tubuhnya sama sekali. Ia tidak ingin orang lain tahu, kalau Meyer Lendsky sedang menangis.


"Saya hanya mendapatkan sedikit informasi, Tuan. Sepertinya memang benar kalau kecelakaan 23 tahun lalu adalah sebuah konspirasi. Sepertinya ada seseorang yang mengkambinghitamkan keluarga Nona muda." terang pria itu dengan serius.


"Apa kau tahu siapa orang yang terlibat dalam kecelakaan itu?" tanya Meyer menghapus jejak air mata di pipinya.


"Sepertinya ini ada kaitannya dengan saudara tiri Tuan besar Lendsky."celetuk pria itu takut-takut.


Meyer langsung membalikkan tubuhnya mendengar ucapan pria itu. "Apa ini berkaitan dengan warisan di masa lalu?"


Meyer cukup penasaran dengan masa lalu keluarga besar Lendsky.


"Bukan hanya itu, Tuan. Kecelakaan itu juga berkaitan dengan hubungan asmara papa anda di masa lalu." ucap pria itu keceplosan.


"Apa? maksudmu kedua orang tuaku terlibat cinta segitiga?" tanya Meyer memastikan ucapan pria itu.


Pria itu menghembuskan napasnya mendengar pertanyaan Meyer. "Bukan segitiga Tuan, tapi segi empat."katanya.


"Maksudmu.... Papa dan Mamaku terlibat cinta segi empat dengan putra pak tua itu?" tanya Meyer.


"Iya! Anda benar. Untuk lebih jelasnya anda bisa melihat informasi yang saya dapatkan." kata pria itu menyerahkan dokumen berwarna coklat kepada Meyer.


Meyer membaca informasi yang di dapatkan pria itu. "Apa mereka berusaha mengacaukan hubungan kedua orangtuaku?" gumam Meyer menatap tulisan di kertas itu dengan teliti.


"Sial! apa kakek benar-benar mau mengulang kejadian di masa lalu?"


Meyer benar-benar terkejut membaca informasi yang di dapatkan anak buahnya.


"Ternyata keluarga pak tua itu pura-pura baik selama ini, karena sebuah tujuan."


Meyer menduga kalau keluarga saudara tiri kakeknya ikut andil atas kematian kedua orangtuanya.


"Aku yakin mereka benar-benar ikut terlibat. Tolong kau cari tahu informasi lebih jelasnya. Aku yakin kedua orang tua Dena tidak tahu apa-apa mengenai kejadian di masa lalu." ucap Meyer menatap anak buahnya.


"Aku mempercayakannya tugas ini kepadamu." sambung Meyer dengan serius.


"Baik, Tuan. Saya akan datang kembali setelah mendapatkan informasi yang lebih konkret." seru pria itu sebelum berlalu dari sana.


Tak beberapa lama setelah kepergian pria itu, Meyer mendengar lenguhan kesakitan dari Dena. Ia langsung mengalihkan pandangannya menatap kekasihnya.


"Sayang.... bagaimana perasaanmu? apa kamu merasa tubuhmu ada yang sakit?" tanya Meyer dengan perasaan khawatir.


"Haus...." seru Dena dengan lirih.


Meyer dengan cepat mengambilkan segelas air putih untuk Dena. "Ini sayang.... minum pelan-pelan." ujar pria itu mengarahkan sedotan ke mulut kekasihnya.


...***Bersambung***...