YOUR LOVE HURTS ME

YOUR LOVE HURTS ME
Bab 76



Gerry langsung berlari menuju kamar mandi. Sementara Damian terlihat gelisah seperti cacing kepanasan mendengar teriakan Dena. Ia mengira kedoknya akan segera terbongkar. Namun melihat senyuman manis di wajah Dena. Perasaan takut itu tiba-tiba menghilang.


Ia melihat Dena menatap sebuah benda kecil sedikit panjang di tangannya. Benda itu tentu saja sebuah testpack. Sementara Gerry menghela napas panjang melihat wajah bahagia Dena. Ternyata dena berteriak kencang saat melihat garis 2 di testpack yang kemaren dia beli sebelum kepergian Meyer. Ia tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya melihat testpack positif tersebut.


"Rahasiakan kabar bahagia ini dari Tuan kalian. Aku ingin menyiapkan kejutan untuknya ketika ia sudah kembali." Dena memasukkan testpack ke dalam saku celananya. Ia kemudian menatap Gerry dan Damian berganti.


"Panggil semua pengawal. Aku ingin mengajak mereka makan malam. Kebetulan aku menyiapkan cukup banyak menu makan malam." ujar Dena tersenyum lebar.


Damian menatap Gerry meminta persetujuan pria itu. Gerry tentu saja langsung menyetujui permintaan Dena. Dena merupakan kekasih atasannya. Dan calon ibu untuk keturunan atasannya. Tentu saja ia tidak berani menolak keinginan Dena. Bisa jadi keinginan tersebut merupakan perasaan ngidam seorang ibu muda.


"Pergilah, panggil beberapa orang untuk makan malam di dalam rumah. Sisanya minta tetap berjaga dan berpatroli di luar." ujar Gerry menatap Damian.


Sementara Dena melangkah mendekati Richardo. Saat ingin mengendong putranya, Gerry langsung menghentikan tindakannya.


"Biarkan saya yang mengangkat tubuh Tuan kecil, Nona." sela Gerry mengangkat tubuh gemuk Richardo ke atas kursi kecil miliknya.


Setengah jam kemudian, Dena, Richardo, Gerry dan para pengawal telah selesai makan malam. Beberapa pengawal tiba-tiba merasa mengantuk setelah memakan makanan yang tadi disajikan Dena. Gerry merasa aneh dengan sikap para pengawal yang tak seperti biasanya.


Tiba-tiba satu persatu dari para pengawal jatuh pingsan. Mereka terlihat seperti orang yang habis dikasih obat tidur. Gerry juga tiba-tiba merasa ngantuk setelah menikmati makanan tersebut.


Seorang wanita tersenyum puas melihat situasi yang sedari tadi ia pantau dari CCTV. Wanita itu langsung mengganti rekaman CCTV di area kediaman Meyer.


Tak beberapa lama Damian mengetuk pintu ruangan tersebut.


Tok


Tok


Tok


Cklek


Damian masuk ke dalam ruangan itu dengan wajah serius. "Saya sudah menuruti permintaan, Anda. Jadi, tolong lepaskan adik saya." ujar Damian penuh permohonan.


"Kau bisa melihat adikmu di alamat Club malam tersebut." wanita itu melemparkan sebuah kartu nama kearah Damian.


"Katherine sialan! apa kau benar-benar menjual adikku!" teriak Damian berniat menerjang Katherine. Ya, wanita itu merupakan Katherine Matthew. Gadis psikopat yang sangat terobsesi dengan Meyer.


"Setidaknya adikmu cukup berguna untukku." jawab Katherine tersenyum menyeramkan menatap Damian.


Melihat perubahan wajah Katherine, Damian tiba-tiba merinding. Ia belum pernah melihat seorang wanita tersenyum menyeramkan seperti Katherine.


"Aku juga bisa saja menghabiskan... tapi kau masih cukup berguna untuk ku." tambah Katherine melangkah keluar dari ruangan itu.


Saat keluar dari kediaman Meyer, Katherine melihat para penjaga yang berdiri di depan kediaman Meyer sangat terkejut melihat keberadaannya. Beberapa dari para penjaga itu dengan cepat berlari mengejar Katherine. Sementara yang lain, berlari masuk ke dalam ruang memeriksa keadaan di dalam rumah. Mereka melihat semua orang pingsan dalam posisi yang berbeda-beda.


Mereka tidak melihat keberadaan Dena, Gerry dan Richardo. Dan keberadaan Damian juga tidak mereka temukan di sana.


Saat sedang sibuk mencari keberadaan Dena, Gerry, Richardo dan Damian. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara tembakan dari gudang belakang.


Dor


Dor


Dor