YOUR LOVE HURTS ME

YOUR LOVE HURTS ME
Bab 44 KML Part 2



Mobil yang dikemudikan Enzo dan Marisa ditabrak mobil hitam lain, yang ikut melaju kencang di belakang mobil pasangan suami-istri itu.


Saat mereka menghentikan kendaraan mereka, mobil yang tadi menyenggol mobil mereka tiba-tiba sudah terbakar dan dipenuhi oleh si jago merah.


Pria itu tidak tahu harus melakukan apa. Karena jalan raya cukup sepi dan malam juga semakin larut. Sementara istrinya sedari tadi berteriak kesakitan ingin melahirkan, ketika pria itu ingin menyelamatkan Enzo dan Marisa.


Tak beberapa lama sebuah mobil melintas dari arah berlawanan melewati mobil yang ditumpangi mereka. Penumpang mobil itu terlihat keluar dari bangku pengemudi dan menelpon seseorang.


Pria itu sedikit lega melihat itu, Ia lalu melanjutkan perjalanan mereka ke rumah sakit. Tanpa tahu fitnahan apa yang akan terjadi kedepannya.


#


#


Setibanya di rumah sakit, pria itu langsung membopong tubuh istrinya masuk ke dalam rumah sakit. Darah segar mengalir dari selangkangannya.


"Dokter! Dokter! tolong istri saya!" teriak pria itu tergesa-gesa berlari menghampiri dokter dan suster yang ditemuinya.


Dokter dan suster itu dengan cepat menuntut pria itu agar membawa istrinya ke ruangan operasi.


#


#


Sejam kemudian


Seorang dokter terlihat keluar dari dalam ruangan operasi sang istri.


"Bagaimana keadaan istri saya dokter?" tanya pria itu.


"Selamat Tuan. Istri Anda melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan. Sementara istri anda sebentar lagi juga akan siuman. Sebentar lagi perawat akan memindahkan pasien dan bayinya ke ruangan rawat inap." ucap dokter itu.


"Terima kasih dokter." ucap pria itu tersenyum lega.


Dokter itu kemudian berlalu dari sana melanjutkan pekerjaannya.


#


#


Sepasang suami-istri berusia 46 tahun sedari tadi duduk di kursi tunggu menunggu dokter keluar dari ruangan UGD memeriksa keadaan putra dan menantu mereka. Perasaan cemas sekaligus takut melingkupi hati mereka.


Tuan Lendsky menghubungi asisten kepercayaannya mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada putra dan menantunya.


"Apa kau sudah menemukan informasinya?" tanya Tuan Lendsky.


"Mobil Tuan muda dan Nyonya muda sepertinya ditabrak mobil lain Tuan. Saya melihatnya dari CCTV sekitar jalan raya yang mereka lalui."


"Mobil si penabrak melaju ke arah rumah sakit tempat Tuan dan Nyonya muda dibawa." ucap asisten kepercayaan Tuan Lendsky.


"Kirimkan datanya kepadaku! aku sendiri yang akan mencarinya. Katakan kepada Sersan agar menjaga Meyer sampai kami kembali." ucap Tuan Lendsky.


"Bagaimana sayang?" Nyonya Lendsky dengan perasaan cemas dan gelisah bertanya kepada suaminya.


"Sepertinya seseorang menabrak mobil mereka. Aku belum tahu pasti, apakah si penabrak sengaja atau tidak sengaja." seru Tuan Lendsky merangkul bahu istrinya. Ia tidak mau musibah yang dialami putra dan menantunya membebani pikiran istrinya.


Tak beberapa lama seorang dokter keluar dari UGD dengan wajah sedih.


"Bagaimana keadaan putra dan menantu saya dokter?" tanya Nyonya Lendsky ingin tahu. Ia berharap putra dan menantunya baik-baik saja.


"Maafkan saya Tuan, Nyonya. Kecil kemungkinan untuk mereka sadar kembali. Karena benturan yang mereka alami cukup serius. Jika besok mereka tidak melewati masa kritisnya. Maka kami akan lepas tangan." ucap dokter itu membuat tubuh Nyonya Lendsky luruh jauh ke lantai. Ia merasa tubuhnya tiba-tiba mati rasa mendengar perkataan dokter itu.


Setelah melihat istrinya sedikit lebih tenang, Tuan Lendsky menyuruh sopir pribadi mereka membawa istrinya kembali ke kediaman mereka. Setelah beberapa kali menyakinkan sang istri mengenai keadaan putra dan menantu mereka. Akhirnya Nyonya Lendsky mau ikut pulang bersama sopir pribadi mereka.


"Mereka akan baik-baik saja. Pulanglah bersama sopir pribadi kita. Aku yang akan menjadi putra dan menantu kita di rumah sakit." ucap Tuan Lendsky mengelus kepala istrinya.


"Baiklah. Langsung kabari aku, kalau ada apa-apa." sahut Nyonya Lendsky berlalu dari sana.


Setelah kepergian istrinya, Tuan Lendsky terdiam lama berdiri di depan pintu UGD. Ia menatap keadaan putra dan menantunya dari sela-sela kaca transparan. Pria setengah baya itu lalu melangkah mencari tahu mengenai pria yang menabrak mobil putranya.


...***Bersambung***...