YOUR LOVE HURTS ME

YOUR LOVE HURTS ME
Bab 68



Dena sedari tadi mondar-mandir kesana-kemari memikirkan keadaan kakek Meyer. Kalau kakek Meyer baik-baik saja, Meyer pasti sudah mengabarinya. Dena tiba-tiba melangkah mendekati jendela kamar. Ia melihat seorang pria mengenakan jaket dan topi berwarna hitam berdiri didepan pagar tetangganya. Pria itu menatap intens ke arah rumah, tempat tinggal Meyer dan Dena.


"Siapa pria itu? apa pria itu pembunuh bayaran yang dikirim Katherine? apa wanita itu tidak kunjung menyerah, setelah penyiksaan yang dilakukan anak buah Meyer?" gumam Dena menutup gorden.


Tangan Dena tiba-tiba gemetaran. Ia langsung melangkah mendekati boks Richardo. Ia mengelus lembut kepala putranya. "Sepertinya ini hanya perasaan Mama saja, kan, Son." tanya Dena.


#


#


Sementara di rumah sakit


Meyer tertegun mendengar penjelasan dokter di depannya.


"Kakek saya kena serangan jantung?" ulang Meyer memastikan pendengarannya.


"Ya, Kakek anda mengalami serangan jantung. Sehingga besar kemungkinan kakek anda akan mengalami koma." terang dokter itu.


"Setahu saya, kakek saya tidak memiliki riwayat penyakit jantung, dokter. Mengapa Kakek saya tiba-tiba mengalami serangan jantung?" kata Meyer dengan jujur.


"Sepertinya kakek anda menyembunyikan penyakit yang dideritanya selama ini." kata dokter itu. Karena menurut diagnosanya sebagai seorang dokter, Tuan Lendsky mengalami serangan jantung. Bisa saja pria paruh baya itu mengalami serangan jantung, karena mendengar berita atau informasi yang membuatnya terkejut, atau disebabkan hal lain.


"Kami pasti melakukan yang terbaik untuk kesembuhan Tuan Lendsky. Mohon bantu dalam doa." ujar dokter itu sebelum berlalu dari sana.


Meyer terdiam lama menatap pintu kamar rawat Tuan Lendsky. Meyer merasa bersalah kepada kakeknya. Andaikan kakeknya tidak tinggal sendiri, kejadian ini tidak akan terjadi.


Meyer melangkah masuk ke dalam kamar rawat tuan Lendsky. Meyer duduk di samping ranjang rawat Tuan Lendsky. Ia mengenggam tangan keriput Tuan Lendsky. "Kakek.... bangunlah.... Meyer ingin membagikan kabar membahagiakan kepada, Kakek."


Meyer mengelus lembut tangan tuan Lendsky. "Meyer sekarang sudah menjadi seorang Papa. Meskipun Richardo tidak lahir dari benih ku, tapi aku sangat menyayanginya seperti anak kandungku sendiri. Sebenarnya aku sudah berencana melamar Dena dan melangkah ke jenjang lebih serius.Tapi, melihat kondisi kakek seperti ini, Meyer harus menundanya."


"Meyer tidak mungkin melangsungkan pernikahan itu, tanpa kehadiran kakek. Meyer ingin kakek berada disisi Meyer dan mendoakan pernikahan Meyer agar langgeng hingga maut memisahkan."


"Kek, maafkan Meyer. Karena selama ini Meyer selalu membangkang kepada kakek. Tapi, Meyer benar-benar tulus mencintai Denada, Kek. Meyer ingin menua bersama Dena. Hanya Dena yang mampu meruntuhkan tembok pertahanan Meyer." ungkap Meyer meneteskan air mata. Rasa sayang Meyer kepada Tuan Lendsky dan Denada, sama besarnya. Jika disuruh memilih, maka Ia tidak bisa memilih diantara mereka. Karena mereka benar-benar sama berharga nya.


"Jika dulu kakek menikahi dengan Grandma karena tidak mau kehilangan Grandma. Maka, sama halnya dengan Meyer. Meyer tidak mau kehilangan Dena, dan Meyer ingin segera mempersunting Dena. Tapi, Dena tidak mau menikah dengan Meyer, jika kakek belum merestui hubungan kami."


"Bukankah hatinya sangat mulia? Dena masih mengharapkan restu dari Kakek. Dena masih menghargai Kakek sebagai keluarga Meyer. Karena Dena tahu, hanya Kakek yang Meyer miliki di dunia ini." timpal Meyer.


Setetes air mata mengalir dari sudut mata Tuan Lendsky.


#


#


Dena tiba-tiba terbangun dari tidurnya, karena mendengar tangisan putranya. Dena langsung turun dari tempat tidur. Dena melihat Richardo sudah bangun dari tidurnya.


"Sayang.... apa kamu haus?" tanya Dena langsung mengendong putranya. Dena mengalihkan pandangannya menatap tempat tidur.


"Ternyata benar, Meyer menginap di rumah sakit. Mama ingin mengetahui kondisi kakek kamu, tapi kamu masih kecil. Tidak baik dibawa ke rumah sakit." gumam Dena mengelus kepala putranya.


Mereka kemudian turun ke lantai satu. Karena jam sudah menunjukkan jam tujuh kurang. Dena yakin putranya sudah lapar, ingin susu.


Dena mendudukkan Richardo di kursi kecil miliknya. Kursi itu dibeli Meyer seminggu yang lalu, setelah pulang kerja. Keberadaan Richardo membuat perasaan Dena lebih tenang. Dena sudah jarang menangis sendirian, setelah kepergian putranya.


"Ini susunya. Biar badan kamu makin gemoy." ucap Dena sembari mencubit gemas pipi cabi putranya.


"Anak Mama haus, ya?"tanya Dena mengelus keringat yang membanjiri pelipis putranya. Masih pagi tapi Richardo sudah keringatan.


Tak beberapa lama, terdengar suara pintu mobil di tutup dengan kuat. Dena bisa menebak, kalau yang datang itu adalah kekasihnya.


Benar saja, tak beberapa lama, terdengar suara Meyer dari melangkah menuju dapur. Meyer tahu, kalau biasanya, putranya akan minta susu di bawah jam 7.


Raut wajah Meyer terlihat seperti orang kelelahan.


"Apa Kakek baik-baik saja?" tanya Dena menatap kekasihnya.


"Kakek koma. Kakek di diagnosa mengalami serangan jantung." ujar Meyer sembari menjahili putranya. Meyer melepaskan dot susu Richardo hingga membuat air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.


"Sayang... jangan jahili Richardo! entar kalau putra kita rewel, aku juga yang repot." ujar Dena mencebikkan bibirnya.


"Lebih baik kamu jaga Richardo. Aku mau membuat sarapan untuk kita." sambung Dena mengeluarkan bahan-bahan makanan. Dena ingin membuat sandwich dan salad untuk menu sarapan hari ini.


...***Bersambung***...


...Guys cerita ini lebih banyak unsur budaya Eropa dan kebarat-baratan 😌 jadi jangan heran kalau jalan ceritanya mentok disitu. Dena juga belum dinikahi Meyer sampai sekarang, karena belum ada restu....


...Di ITS YOUR BABY, author tidak menggali tentang putra angkat Dena dan Meyer kan? tapi sebenarnya, putra angkat Meyer dan Dena sudah pernah muncul disana. Hanya saja, author tidak terlalu menggali lebih dalam. Karena kalian akan tahu dari sekuel cerita Denada dan Meyer Lendsky....


...Dukung terus karya Author, karena dukungan kalian sangat berarti ❤️...