
"A--pa?"
"Ma-maafkan saya Tuan. Sepertinya pertemuan kita sampai disini saja. Saya tidak setuju dengan persyaratan ini. Saya bukan wanita murahan yang mau melebarkan pahanya, lalu tidur dengan banyak pria!" tegas Dena mengebu-gebu.
"Masalah karir saya? saya akan bekerja keras dengan usaha saya sendiri!" sambung Denada berdiri dari kursinya.
"Kau akan menyesal menolak tawaran ini. Apa kau tidak mau membalas perbuatan kekasihmu?" pancing Greyson tanpa menatap Dena.
Greyson sudah memeriksa latar belakang Dena, dan bagaimana perilaku wanita itu. Namun Pria itu juga sedikit takut dengan perubahan sikap tiba-tiba wanita itu nantinya.
Dena mengepalkan tangannya mendengar perkataan Greyson. Ia cukup tergoda dengan tawaran pria itu. Apa lagi Dena mengingat nasehat manajernya.
Greyson menyeringai tipis melihat Dena kembali duduk di kursi.
"Baiklah aku menerima tawaran ini!" ujar Denada pada akhirnya. Ia langsung menandatangani kontrak kerja sama yang di serahkan Jack tadi.
Tak beberapa lama beberapa orang pelayan berjejer rapi mengantar menu terbaik restoran itu. Mereka melakukan itu, karena mendapatkan instruksi langsung dari pemilik restoran.
"Nikmatilah makan malam ini! Aku menunggumu di penthouse ku!" bisik Greyson sebelum beranjak dari duduknya.
Denada tersenyum kecil mendengar ucapan Greyson untuk menyakinkan para awak media yang sudah siaga diluar sana.
Sementara diluar sana para paparazi dan wartawan mengabadikan momen romantis itu. Mereka tidak tahu sama sekali apa kemesraan itu benar-benar terjadi atau hanya sandiwara.
Greyson lalu keluar dari restoran itu tanpa menunggu jawaban Denada.
Denada meremas kuat tangannya setelah kepergian Greyson dan juga Jack. Selera makannya tiba-tiba hilang melihat banyak menu makan berat di atas mejanya.
Sementara di luar banyak awak media menanti Greyson keluar dari dalam restoran. Mereka sudah berjejer rapi sehingga menghalangi para pelanggan yang ingin masuk ke dalam restoran.
"Tuan Greyson! apa Anda kekasih baru model Denada Wilims setelah Ia putus dari Meyer Lendsky?" tanya seorang reporter kepada Greyson.
Dena diam-diam keluar dari restoran menuju parkiran mobil yang tadi Ia tumpangi. Denada diam seribu bahasa menghiraukan pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan para awak media.
Supir mobilnya langsung membukakan pintu penumpang untuk Denada.
"Bagiamana?" tanya Gina antusias menatap wajah biasa Dena.
"Aku sudah menandatangani kontrak kerja sama dengan perusahaan mereka."
"Antar aku ke alamat ini pak." sambung Dena menunjukkan layar ponselnya kepada supir yang membawa mobil agensi meraka.
"Apa pria itu mengajukan persyaratan yang aneh-aneh?" tanya Gina memincingkan matanya menatap Dena dengan serius.
"Ya! pria itu mau aku melayaninya malam ini!" ujar Dena tanpa ekspresi sama sekali.
"Apa!!" mata Gina tiba-tiba membesar mendengar ucapan Denada.
"Dan kau menyetujuinya?" tanya Gina meninggikan suaranya.
"Ya! bukankah sebelumnya kau berkata jangan mengecewakan mu?"
"Dan aku menyetujui tawaran pria itu. Aku juga tidak akan rugi, kalau tidur dengan pria setampan dan sekaya pria itu!" tegas Dena mengalihkan pandangannya keluar jendela.
Namun siapa yang tahu isi hatinya yang sebenarnya
"Tapi kau tidak harus melangkah sejauh ini Dena! patah hati sih patah hati! tapi untuk mengorbankan harga dirimu? aku benar-benar tidak setuju!" tegas Gina. Ia tidak rela jika Dena merendahkan martabatnya sebagai seorang wanita hanya untuk membuktikan kepada Meyer bahwa karirnya bisa cemerlang tanpa bantuan pria itu.
...***Bersambung***...