YOUR LOVE HURTS ME

YOUR LOVE HURTS ME
Bab 33 Ancaman Katherine



Dena langsung melangkah mendekati Dena dan menampar pipi kiri-kanan Dena cukup kuat.


PLAK


PLAK


Dena berdesis pelan saat Katherine dengan kuat menampar kedua pipinya. Ia merasa pipinya terasa sedikit panas dan berdenyut.


"Apa yang kau lakukan!!!" teriak Olivia mendorong tubuh Katherine menjauh dari Dena. Olivia sangat terkejut melihat Katherine berani-beraninya menampar wajah cantik sahabatnya.


Olivia menatap kedua pipi Dena dengan teliti. Ia melihat kedua kulit pipi Dena membentuk cap lima jari berwarna merah.


"Apa tamparan Katherine menyakitimu? aku rasa pipimu akan bengkak dan bekas cap lima jari Katherine akan terlihat jelas di kedua pipimu." ujar Oliva cukup khawatir.


Sementara Dena tidak bergeming sama sekali. Ia berusaha mengontrol emosinya agar tidak meluap dan melampiaskannya kepada Katherine. Dena menundukkan sedikit kepalanya sembari mengelus lembut kedua pipinya.


Olivia membalikkan tubuhnya menatap tajam kearah Katherine. "Apa kau sudah gila!!!" teriak Olivia membuat orang-orang diluar sana langsung berlari menghampiri asal suara.


"Aku tidak gila! aku hanya memperingatkannya, agar menjauhi Meyer. Karena kami sebentar lagi akan menikah! aku sudah berulangkali mengatakan ini! apa kau tidak malu terus-menerus menjalin kasih dengan tunangan orang lain!" ucap Katherine mengeluarkan unek-uneknya.


"Kalau kau tidak mau menjauhi Meyer, maka aku akan membuatmu menyesal!" ancam Katherine mendorong kuat bahu Dena hingga Ia terdorong kebelakang. Dena merasa kepalanya berkunang-kunang saat kepalanya tanpa sengaja membentur kaca panjang di ruang ganti.


Olivia lagi-lagi terkejut melihat tindakan diluar batas Katherine. Ia langsung membantu Dena, ketika melihat Dena memegang kepalanya.


"Katherine minta maaf sekarang juga kepada Denada!!" bentak Olivia tak mampu menahan amarahnya. Ia mengepalkan kedua tangannya menahan tangannya agar tidak membalas tamparan Katherine di kedua pipi sahabatnya.


"Aku tidak mau minta maaf kepada wanita rendahan sepertinya!" sinis Katherine menatap tajam kearah Dena. Perkataan yang keluar dari mulut Katherine tentu saja menantang Olivia.


"Kau yang wanita rendahan!!!" teriak Olivia


PLAK


PLAK


"Ini balasan dari tamparan mu tadi! jika Dena tidak mau membalas tamparanmu, maka aku yang akan membalasnya!" ucap Olivia tersenyum puas menatap wajah merah padam Katherine.


"Kau--"


Namun pertanyaan seorang pria matang tiba-tiba menghentikan ucapan Katherine.


"Apa yang kalian lakukan!!" tanya direktur utama perusahaan itu tiba-tiba masuk ke dalam ruangan ganti.


Katherine tersenyum menyeringai mendengar suara direktur utama perusahaan fashion tempat mereka bekerja.


"Bos. Mereka menampar pipiku! bagaimana caranya aku menutupi bekas merah ini sebentar saat pemotretan?" ucap Katherine melangkah mendekati pria itu. Suara Katherine terdengar merdu di pendengaran semua orang yang ada di dalam maupun luar ruangan itu.


Kebetulan direktur utama perusahaan fashion itu merupakan seorang duda anak satu. Sehingga seringkali pria itu menggunakan beberapa jasa model cantiknya sebagai penghangat ranjangnya. Katherine merupakan salah satu model yang sering pria itu jadikan sebagai penghangat ranjangnya. Pria itu bernama Diego Gomez.


"Ehm!" Diego menetralkan tubuhnya saat mendengar suara merdu Katherine. Suara wanita itu terdengar seperti suara d3$4h4n di telinga pria casanova itu.


"Apa itu benar Dena? Olivia?" tanya Diego menatap Dena dan Olivia berganti. Diego tidak akan berani memarahi Dena, karena wanita itu merupakan kekasih Meyer. Pemilik saham terbesar di perusahan itu. Bisa-bisa Dena mengadu kepada Meyer dan menyuruh pria itu memecatnya sebagai direktur utama.


...***Bersambung***...