
Benar saja, tak beberapa lama, mobil Olivia melaju memasuki halaman kediaman Meyer. Namun, langkah gadis itu harus terhenti, ketika dua orang anak buah Meyer menghalangi langkah Olivia.
"Aku hanya ingin bertamu dan bertemu dengan sahabatku." ketus Olivia dengan wajah angkuh.
Kedua anak buah Meyer tidak mengindahkan perkataan Olivia. Mereka tetap kekeuh tidak membiarkan Olivia masuk ke dalam kediaman Meyer.
Dengan wajah kesal, Olivia menghubungi nomor ponsel Rosyidah yang tadi digunakan Dena.
"Mereka tidak mengijinkan aku masuk ke dalam."ujar Olivia memperbesar nada bicaranya. Agar kedua anak buah Meyer mendengarnya. Dan benar saja, tak beberapa lama Dena datang dengan wajah marah.
"Kalian tidak mengijinkan ku keluar dari mansion! dan sekarang aku minta sahabatku yang datang berkunjung juga tidak kalian ijinkan masuk!" bentak Dena dengan emosi.
"Minggir!" bentaknya lagi melewati kedua anak buah Meyer. Ia lalu narik tangan Olivia masuk ke dalam mansion.
Tak beberapa lama terdengar suara Meyer dari interkom yang melekat di telinga kedua pria tersebut.
"Biarkan dia masuk." hanya dengan perkataan singkat itu. Mereka tidak lagi menghalangi langkah Olivia.
Dena memperhatikan setiap sudut ruangan yang mereka lewati. Saat ada di bawah tangga yang cukup tersembunyi dari pantauan CCTV. Dena langsung berbicara serius dengan Olivia.
"Kapan kamu berangkat ke Indonesia?" tanya Olivia dengan suara pelan.
"Minggu depan." jawab Olivia mengamati wajah serius Dena. Ia cukup penasaran bantuan apa kira-kira yang dibutuhkan oleh sang sahabat.
"Aku ingin ikut bersamamu pulang ke Indonesia. Bukankah tujuan mu mendekati karena sebuah alasan." kata Dena to the point.
Deg
Olivia langsung terdiam mendengar perkataan Dena.
"Bawa aku keluar dari tempat ini. Aku tidak mau kejadian beberapa bulan yang lalu terulang kembali." lanjut Dena dengan perasaan cemas.
"Apa Katherine masih mengancam mu?" tanya Olivia ikut khawatir mendengar perkataan Dena.
Olivia dengan sabar menunggu perkataan selanjutnya yang terucap dari bibir Dena.
"Lupakanlah. Aku hanya ingin ikut ke Indonesia bersama mu."
"Apa kamu sedang menyembunyikan sesuatu?" balas Olivia mengamati gelagat aneh Dena.
Dena memperhatikan sekitarnya dan langsung melangkah mendekati Olivia. "Beberapa hari lalu, Katherine meneror ku. Kemudian gadis itu mengancam ku, kemudian ia menculik ku. Setelah ini, aku tidak tahu ancaman seperti apa lagi yang akan gadis itu lakukan." ungkap Dena dengan mata berkaca-kaca.
"Aku tidak mungkin bisa membawa mu keluar dari kediaman Meyer. Apa kamu tidak melihat berapa banyak anak buah Meyer yang berjaga diluar."
"Menyamar. Bukankah kita pernah menyamar juga." balas Dena dengan cepat.
"Bagaimana dengan Richardo? Apa kau akan membiarkan putra kecil mu itu tumbuh tanpa kasih sayang." Olivia terlihat tidak setuju dengan keputusan Dena.
"Meyer sudah memperkerjakan seorang pengasuh merawat Richardo. Aku tidak akan lama di Indonesia. Hanya 1 tahun." bujuk Dena dengan penuh harapan.
"Aku hanya butuh waktu setahun untuk melahirkannya." ceplos Dena tiba-tiba membuat Olivia terkejut.
"What! Apa kamu sedang mengandung untuk kedua kalinya?" tanya Olivia dengan cepat.
Dena diam seribu bahasa mendengar pertanyaan Olivia.
"Apa bayi itu yang ingin kamu lindungi?" tanya Olivia lagi saat melihat Olivia tidak menjawab pertanyaannya.
"Ya, aku hamil 2 Minggu. Katherine terlalu ambisius. Aku harus menghilang dari hidup Meyer, agar anak ini bisa selamat." jawab Dena dengan suara bergetar.
"Keluarga Matthew dan keluarga Lendsky ikut andil alih atas kehidupan ku yang menyakitkan ini. Karena mereka merupakan alasan mengapa aku berpisah dari keluarga kandung ku." timpal Dena dengan suara bergetar. Dena ingat obrolan Meyer dan Kakeknya beberapa bulan yang lalu. Ia pikir kesalahpahaman dimasa lalu akan terlupakan seiring berjalannya waktu. Namun, Dena tidak yakin bertindak sendiri mengingat bagaimana kekuasaan dan kedudukan keluarga Katherine.
Kali ini Olivia yang terdiam mendengar ungkapan Dena. Ia juga melihat dengan jelas bagaimana kekuasaan dan kedudukan keluarga Katherine. Mungkin jika Katherine menikah dengan Meyer. Keluarga itu akan di nominasi sebagai keluarga paling berpengaruh dan berkuasa di Kolombia. Apa lagi kedua keluarga tersebut juga bergelut di dunia bawah tanah.