
"Karena keluarganya yang membuatmu tidak merasakan yang namanya kasih sayang!" celetuk Tuan Lendsky berdiri dari duduknya.
Meyer semakin bingung dengan perkataan kakeknya. Setahunnya Dena anak keluarga broken home yang sedari kecil tumbuh di panti asuhan.
"Keluarga?" lirih Meyer bertanya.
"Iya! keluarganya. Apa kau tahu kedua orangtuanya yang menyebabkan kedua orangtuamu meninggal."
Deg
Perasaan Meyer tiba-tiba sesak mendengar perkataan Kakeknya. Dalam hatinya, Meyer berusaha untuk tidak percaya dengan ucapan Kakeknya. Namun ia juga penasaran, mengapa Kakeknya mengenal keluarga Dena dan mengetahui semuanya dengan jelas.
"Mengapa Kakek berkata seperti itu?" tanya Meyer menatap serius kearah wajah keriput itu.
"Kamu akan tahu suatu saat nanti." ujar Tuan Lendsky tidak mau terbuka kepada cucunya.
"Mengapa harus suatu saat nanti? jika Meyer membutuhkan jawaban itu sekarang juga?" cecer Meyer. Ia sangat penasaran dengan cerita masa lalu kedua orangtuanya. Mengapa mereka bisa mengenal keluarga Dena pikirnya.
Tuan Lendsky menatap dalam raut wajah sang cucu. Ia melihat Meyer sangat penasaran dengan alasan mengapa Ia tidak merestui hubungannya dan Dena.
Tuan Lendsky menghembuskan napasnya panjang sebelum menceritakan semuanya kepada Meyer.
"Huff...."
"Saat itu---"
#
#
23 tahun yang lalu
Sepasang suami-istri sedang bertengkar hebat setelah keluar dari acara klien bisnis perusahaan fashion Lendsky.
"Sayang...."
"Percayalah, aku sudah berubah dan tidak pernah lagi tidur dengan wanita-wanita diluar sana." ucap Enzo Lendsky menyakinkan sang istri.
Namun sang istri tetap kekeuh percaya dengan rekaman video percintaan yang diam-diam dikirim seseorang ke nomor ponselnya.
"Marisa Miller! aku serius dengan perkataan ku! aku sudah tidak pernah lagi tidur dengan wanita diluar sana setelah menikah denganmu! apa kau tidak bisa mempercayai ku? bukankah kita sudah berjanji untuk saling percaya? percayalah sekali ini saja padaku!" mohon Enzo dengan perasaan gusar.
"Aku tidak akan lagi mempercayai perkataan mu Enzo!! lebih baik kita bercerai! aku akan membawa Meyer bersamaku!!" teriak Marisa. Air mata mengalir deras membasahi pipinya.
"Aku akan membuktikannya Marisa!! aku akan membuktikannya! sebesar apa aku mencintaimu!!" teriak Enzo menatap tajam ke depan. Ia mempercepat laju kendaraannya menyalip beberapa kendaraan yang melaju di depan mereka.
"Lebih baik kita mati bersama Marisa.... dari pada aku harus kehilangan kamu dan putra kita." ucap Enzo menatap sendu wajah istrinya.
"Enzo!! apa yang kau lakukan! putra kita masih kecil Enzo!! sadarlah!" teriak Marisa berusaha menyandarkan Enzo. Namun pria itu tidak mengindahkan perkataan istrinya. Ia semakin mempercepat laju kendaraannya hingga menyerempet mobil seseorang.
Enzo mengalihkan pandangannya kebelakang menatap keadaan si pengemudi. Hingga Ia tidak sadar, kalau satu mobil hitam juga melaju kencang dari arah yang berlawanan.
Mobil mereka bertabrakan, hingga membuat para penumpang tidak sadarkan diri.
CITTTTTT
BRAK
#
#
Sementara di sisi lain
Mobil sepasang suami istri juga melaju dengan kecepatan diatas rata-rata. Karena sedari tadi sang istri sudah berteriak kencang ingin melahirkan.
"Sabar ya sayang. Sebentar lagi kita akan tiba di rumah sakit." sebelah tangan pria itu mengelus lembut perut buncit sang istri.
"Nak, putri Ayah. Jangan dulu keluar ya. Kasihan Bunda merasa kesakitan." bujuk pria itu mengelus perut istrinya menggunakan sebelah tangannya. Bukannya merasa lebih baik, istrinya malah semakin merasa kesakitan.
"Argh!!! sakit mas! apa kita masih jauh dari rumah sakit?" tanya sang istri dengan suara lirih. Ia sudah tidak kuat lagi menahan sakit yang sedari tadi Ia rasakan. Ia ingin secepatnya mengeluarkan putrinya dari perutnya.
Pria itu lalu mengalihkan pandangannya kearah istrinya. Mereka belum menyadari kalau sebuah mobil juga sedang melaju kencang dari arah yang berlawanan.
"Sabar ya sayang. 10 menit lagi kita akan tiba di rumah sakit." sambungnya mengalihkan tatapannya kearah depan. Namun pandangannya sedikit silau ketika melihat mobil didepannya melaju dengan kecepatan tinggi.
Namun naas mobil yang dikendarai pengemudi di depannya tiba-tiba menyerempet mobil mereka ke kiri. Hingga membuat pria itu membanting setir ke arah kanan agar tidak membahayakan istrinya yang duduk di sampingnya.
Ternyata kecelakaan naas itu tidak bisa dielakkan lagi.
CITTTTTT
BRAK
...***Bersambung***...