YOUR LOVE HURTS ME

YOUR LOVE HURTS ME
Bab 20 Penyesalan Meyer



"Sialan!!!"


"Ini semua salahku!!" maki Meyer meninju tembok beton yang ada di hadapannya. Setetes air mata mengalir dari sudut matanya. Sedikit rasa bersalah terselip di hatinya.


"Maafkan aku Dena...." ucap pria itu dengan lirih. Tubuh kekar berotot itu luruh kelantai. Semua orang yang berlalu-lalang di lorong itu cukup kasihan melihat keadaan kacau Meyer. Namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Karena mereka cukup segan mendekati pria kejam dan berkuasa seperti Meyer.


Keesokan harinya


Di kamar rawat VIP itu, Meyer tidur di kursi samping ranjang rawat Dena. Dari balik gorden rumah sakit, terlihat jika hari sudah siang. Pria itu merasa terganggu dengan silau cahaya matahari dari balik gorden. Meyer langsung bangun dari tidurnya, saat merasakan genggaman tangan dari seseorang.


Meyer merasa tubuhnya sedikit pegal dan sakit, karena posisi tidurnya. Dari kemarin malam, Meyer tidur dengan posisi duduk di kursi, sembari mengenggam sebelah tangan Dena. Pria itu takut jika sewaktu-waktu, Dena bangun dari masa kritisnya dan membutuhkan bantuannya. Meyer tidak mau melewatkan itu semua, hanya karena tidur terlalu lelap di kamar tamu.


Meyer mengelus lembut tangan kekasihnya dengan ekspresi penuh harapan. Pria itu berharap Dena sang kekasih segera sadar.


"Sayang...."


"Bangunlah, Hem!"


"Ma-maafkan aku sayang. Aku---"


"Aku mengaku salah. Aku tidak akan menyakiti kamu lagi. Ma-maafkan aku Dena! bangunlah, Hem!" pinta Meyer dengan mata berkaca-kaca.


"Aku membutuhkanmu." sambung pria itu mengecup punggung tangan Dena berulangkali.


Sementara Dena tidak merespon ucapan Meyer, wanita itu masih asik melewati mimpi indahnya. Namun setetes air mata mengalir dari sudut kelopak mata Dena. Meyer tidak menyadari itu, karena pria itu masih menunduk sembari mengenggam sebelah tangan Dena.


Tok Tok Tok


Cklek


"Tuan...." panggil Gerry menyembulkan sedikit kepalanya dari balik pintu memastikan keadaan di kamar rawat Dena. Pria itu melihat Meyer duduk di samping ranjang rawat Dena. Posisi Meyer membelakangi pintu masuk sekaligus pintu keluar. Jadi Gerry hanya bisa melihat punggung Meyer, tanpa melihat wajah pria itu yang sudah dibanjiri air mata.


"Masuklah Ger" ucap Meyer dengan suara serak. Ia tidak membalikkan tubuhnya menatap lawan bicaranya.


"Tuan. Saya membawa pakaian ganti Anda. Dan hari ini perusahaan mengadakan rapat penting." ucap Gerry sedikit segan. Karena bagaimanapun Gerry tahu kalau keadaan bosnya itu sedang tidak baik-baik saja.


"Baiklah Ger! letakkan saja pakaian itu di sofa." jawab Meyer.


"Oh iya. Minta tolong belikan sarapan pagi untuk ku!" ucap Meyer menghapus jejak air matanya. Pria itu lalu berdiri dari duduknya menyelimuti tubuh Dena sebatas dada.


Cup


"Cepat sadar sayang. Aku sangat mencintaimu." ucap Meyer mengecup kening Denada. Pria itu lalu melangkah menuju sofa mengambil pakaian gantinya.


Sementara Gerry langsung keluar dari kamar rawat Dena setelah melihat Meyer mengambil pakaian gantinya. Gerry cukup kasihan dengan perjalanan hidup sekaligus cinta Meyer. Perjalanan keduanya tidak pernah berjalan mulus. Mulai kehilangan orangtuanya saat usianya baru menginjak 5 tahun. Dan hubungan percintaannya dengan Dena juga tidak pernah mendapatkan restu dari Tuan Lendsky.


Gerry tidak pernah tahu, apa alasan Tuan Lendsky tidak menyukai Dena menjadi pendamping hidup Meyer. Menurut Gerry Dena sangat cocok menjadi pendamping hidup Meyer sang casanova sekaligus mafia kejam. Karena semenjak bertemu dengan Dena, Meyer terlihat seperti manusia pada umumnya. Tidak seperti sebelum-sebelumnya,


Jika sebelumnya Meyer suka melakukan one night stand dengan wanita-wanita berbeda. Maka sekarang pria itu hanya melakukannya bersama Dena sang kekasih. Jika sebelumnya Meyer suka menguliti tubuh musuhnya sebelum membunuhnya. Maka sekarang Meyer lebih suka menembak musuhnya hingga tewas ditempat. Meskipun sama-sama memiliki kesadisan. Tapi menurut Gerry, perilaku pria itu tidak seperti sebelum-sebelumnya.