
Sementara disisi lain
Meyer langsung keluar dari gedung hotel setelah dipaksa bertunangan dengan wanita yang tidak Ia cintai sama sekali. Pria itu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata menuju Club malam tempat tongkrongannya saat sedang tertekan atau banyak pikiran.
Di Club
Meyer meneguk segelas demi segelas minuman alkohol yang sudah di racik oleh bartender. Pria itu tidak sadar kalau sedari tadi seorang wanita sudah mengawasinya. Wanita itu memberikan sesuatu kepada seorang pelayan agar pelayan itu menjalankan perintahnya dengan bayaran mahal.
Pelayan itu langsung setuju dengan perintah wanita itu. Berhubung karena bartender itu merupakan kekasihnya juga. Sehingga mempermudah pelayan itu melakukan perintah pelanggannya. Bartender itu memasukkan sebungkus obat tidur ke dalam minuman racikannya.
Wanita itu tersenyum puas melihat mata Meyer sudah mulai memberat. "Ini bayaran kalian! kerja bagus!" ucap Katherine tersenyum puas.
Wanita itu lalu menyuruh pelayan itu membantunya memapah tubuh Meyer ke kamar VIP Club.
"Hubungi beberapa wartawan yang bisa diajak kerja sama!"
"Besok kalian pasti terkejut dengan pemberitaan trending topik di beberapa media." ucap Katherine kepada manajer nya. Ia tidak sadar akan tatapan seorang pria sedari tadi mengintai pergerakannya.
Pria itu adalah Gerry selaku asisten Meyer di dunia bawah maupun dunia bisnisnya. Gerry sedari tadi menatap tajam memperhatikan gerak-gerik Katherine.
"Cih!! dasar wanita psikopat dan murahan!!" ucap Gerry berdecih sinis.
"Bantu Tuan muda keluar dari Club, dan bawa beliau ke alamat Nona Dena!" ujar Gerry memerintahkan anak buah klan mafia naungan Meyer.
"Dan juga jangan biarkan satu orangpun masuk ke dalam lorong kamar yang di sewa wanita itu!!" sambung Gerry.
"Baik Bos!" ucap pria itu dengan sigap mengikuti langkah pelayan yang membopong tubuh Meyer.
Sementara Katherine berjalan ke kamar pesanan nya terlebih dahulu meninggalkan Meyer bersama pelayan suruhannya.
Anak buah Meyer memukul tengkuk-kan pelayan yang sudah dibayar Katherine sampai pingsan.
"Seret mereka berdua ke gudang! nanti aku yang menghukum mereka!" ucap Gerry melangkah menuju kamar VIP pesanan Katherine. Pria itu membawa sebuah suntik berisikan obat perangsang.
Pria itu tersenyum sinis sepanjang perjalanan membalas perbuatan Katherine.
Cklek
Gerry tidak menemukan keberadaan Katherine di kamar VIP Club. Namun suara keran air dari kamar mandi membuatnya yakin kalau Katherine sedang berada di kamar mandi.
Gerry lalu mematikan lampu kamar itu menunggu Katherine keluar dari kamar mandi.
Cklek
"Mengapa jadi gelap? bukannya aku tadi sudah menghidupkan lampunya?" gumam wanita itu tanpa menyadari kalau sedari tadi tatapan elang Gerry memperhatikan gerak-gerik wanita itu.
Gerry lalu menyuntikkan obat perangsang ke lengan wanita itu.
"Siapa? apa yang kau lakukan di kamarku!!" teriak wanita itu sebelum pingsan.
Gerry tersenyum puas melihat Katherine sudah pingsan. Ia lalu membopong tubuh Katherine ke atas ranjang.
"Bukankah ini yang kau cari wanita murahan! kau harus sadar, kalau cinta itu tidak bisa di paksakan!"
"Aku akan menghancurkan karir dan wajah kedua orang tuamu di depan umum." bisik Gerry sebelum memperkosa wanita itu dalam keadaan setengah sadar.
"Mengapa wanita itu masih bersegel?"
"Bukankah dia suka menggunakan tubuhnya untuk mendapatkan kontrak kerja dari pengusaha kaya diluar sana?" batin Gerry saat melakukan penyatuan dengan Katherine.
#
#
Sementara disisi Denada
Ia baru saja selesai makan setelah kepergian manajernya setengah jam yang lalu. Ia terdiam lama di depan meja makan, hingga suara bel dari luar apartemen yang ditempatinya membuyarkan lamunannya.
"Apa mbak Gina kembali karena ada barangnya yang ketinggalan?" monolog Dena bertanya-tanya melangkah menuju pintu keluar apartemen.
Cklekk
Dena tertegun melihat anak buah Meyer memapah tubuh Meyer, yang masih dibalut jas berwarna hitam.
"Nona, tuan sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri. Bisakah Anda mempersilahkan saya membaringkan tubuh berat Tuan Muda?" tanya anak buah Meyer dengan ngos-ngosan.
"Bawa saja dia pulang!" tegas Dena membuang muka kesamping, Ia menghiraukan ucapan anak buah kekasihnya.
Eh salah, mantan kekasih maksudnya, setelah pesan kalimat putus dari nomor kontak Meyer. Dena memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.
"Ta-tapi Nona--"
...***Bersambung***...