
"Ya Allah, aku mengharap cinta-Mu dan cinta orang yang mencintai-Mu, cinta pada amalan yang mendekatkan pada cinta-Mu
(H.R. Tirmidzi 3235)
🌹
H-2 dari pernikahan Rehan dan Ita, pagi ini Rehan dan Ita sepakat akan menyebar undangan untuk semua rekan kerja di Rumah sakit.
Ita menenteng setumpuk undangan di tangan kanannya, Ita akan menyebarkan ke rekan-rekan perempuan, dan tugas Rehan memberikan ke rekan laki-laki.
Ada rasa tak bisa ita lukiskan saat akan memeberitahu kabar baik ini, Ita hanya tidak siap dengan respon teman-temannya, selama ini kan tidak ada kabar apapun mengenai kedekatan Ita dan Rehan, lalu tiba-tiba ita memberi undangan pernikahan? Ah bisa gila ita memikirkan itu.
"Selamat pagi" salam ita pada petugas resepsionis.
"Selamat bekerja dokter" jawab mereka.
Baru saja ita mau ke ruangannya, dering nada gawainya berbunyi, ita berhenti di loby dan mengangkat telpon dari kiki.
"Ya?" Tanya ita to the point.
"Dokter, akan ada pasien tabrak lari yang di bawa ke Rumah sakit, saya menemukannya tergeletak di jalan, dan segera menelpon ambulance, sebentar lagi kami sampai" ucap kiki di saluran telepon.
"Sudah lakukan CPR?."
"Sudah."
"Ya, saya bersiap sekarang" ucap ita yang kemudian bergegas membawa barang-barangnya ke Ruang kerja termasuk udangan yang akan ia sebar, sepertinya harus dipending dulu.
5 menit kemudian, ambulance datang. Ita menatap pilu seorang yang tergolek tak berdaya di atas brankar, para petugas dengan cekatan menurunkannya dari dalam ambulance, lagi-lagi kasus kecelakan, ah tidak, lebih tepatnya tabrak lari.
Meskipun ita punya pengalaman buruk dengan hal itu, tetap ita harus profesional, keselamatan pasien adalah prioritasnya, satu kedipan mata ita membantunya sadar dari lamunan, dan segera menghampiri brankar tersebut.
Ita segera memeriksa nadi dan napas pasien, "lakukan CT-scan, dan berikan hasilnya secepatnya pada saya" titah ita pada kiki yang merupakan dokter koass. Kiki mengangguk pasti.
Beberapa menit kemudian, kiki datang membawa hasil CT-scan pasien laki-laki berusia 50 tahun yang tadi ia temukan di jalan.
Ita mengamati hasil CT-scan tersebut. "CT-scan normal, pemeriksaan saraf juga normal, kalau begitu dia hanya mengalami cedera kepala ringan" jelas ita.
"Tapi pasien belum juga sadar dok."
"Kita lihat 1 jam mendatang, kita lakukan observasi, tetap waspada jaga-jaga saat kemudian terjadi tanda peradangan atau perdarahan."
Penjelasan ita diterima baik oleh kiki, kiki kemudian pamit keluar dari ruangan ita.
"Ki,bentar" ucapan ita berhasil menghentikan langkah kiki.
Ita kemudian mengambil satu undangan untuk kiki.
"Undangan siapa dok?." Kiki menghampiri Ita dan mengambil undangan tersebut.
Bukan main kagetnya, saat kiki membaca nama yang tercantum di undangan itu.
"D..d..dokter ita sama... hah?" Ucap Kiki tertatih tak bisa berbicara kalau ita akan menikah dengan dokter pujaannya, ah tidak, bukan pujaannya saja, tapi pujaan kaum se Rumah Sakit ini.
Ita menanggapi kiki hanya dengan anggukan kecil.
"Dokter ita gkmana bisaa, kan saya yang udah pdkt duluan sama dokter Rehan" ucap kiki tak terima.
Ita menatap kiki dengan tajam, sorot mata ita seperti mau membunuh kiki saja, takut akan di makan ita, kiki lebih memilih ambil aman.
"Ah iya dokter, selamat" ucap kiki yang kemudian menghilang dari balik pintu.
Ita menghembusakan napas dengan kasar, baru satu saja sudah terima macam itu, bagaimana jika ita memberitahu banyak orang, ahh respon mereka pasti merepotkan ita.
Ita meraih ponsel canggihnya, ia mengirimkan chat kepada semua rekan kerjanya. Ita mengundang mereka semua untuk makan malam di depan rumah sakit, ya lebih tepatnya makan larut malam. Dan tentu,jika urusan makan gratis, pasti teman-temannya akan mengiyakan.
🌹
Setelah ada waktu istirahat, Ita segera datang ke Restoran depan rumah sakit, ita terlihat terburu-buru,ya bagaimana lagi, Ita yang mengundang mereka tapi Ita sendiri yang telat datang.
Sebelumnya Ita sudah mengirim pesan ke mereka kalau Ita akan terlambat karna ada beberapa berkas pasien yang harus ia selesaikan.
Langkah ita terlihat sangat cepat saat menyebrang jalan, ia segera masuk ke Restoran, mencari tempat duduk Rekan-rekannya. Baru berjalan beberapa langkah memasuki Restoran, lampu tiba-tiba mati.
"Astaghfirullah" ucap Ita refleks, keadaannya Benar-benar gelap, ita tak bisa melihat apapun. Ita berpikir untuk menghidupakan lampu ponselnya.
Berbekal sentel ponsel, ita mulai melanjutkan langkahnya lagi, "Airin??" Panggil ita berharap ada yang merespon panggilannya.
"Salwa??" Panggil ita lahi,tapi tak ada jawaban dari siapapun.
Sampai pada saat ita memutuskan untuk berbalik badan dan memilih keluar dari Restoran, tiba-tiba lampu bersinar terang kembali. Jantung ita copot dibuatnya.
Tapi yang membuat jantungnya lebih copot adalah saat teman-temanya datang dari pintu masuk dadengan kompak mengucapkan : "Congratulation Itaaaaaaaa."
Ita tak menyangka apa yang mereka rencanakan, dan untuk apa mereka merencanakan ini, toh ita hanya mau memberi mereka undangan.
Ita berekspektasi akan mengrjutkan mereka dengan undangan yang akan ia beri, taoi ternyata ia yang dibuat kaget dengan teman-temannya ini.
"Kaliiiaaaaaannnnnnn" ucap ita dengan nada manja, teman-teman itapun berhamburan memeluk ita.
"Silimit itiiiii" ucap Airin memeluk Ita.
"Congrats tata" ucap yang lain pula.
Ita sampai dibuat terharu dengan mereka, mereka semua benar-benar diluar dugaan ita.
"Kan aku belum ngasih tau kalian, kok kalian udah tau duluan sih" ucap ita dengan wajah mewek terharu.
"Kamu melupakan sesuatu, kami ini kan punya komunitas ngrumpi"jawab Salwa yang disambut tawa renyah yang lainnya.
🌹
Jum'at, 17 April 2020.
Pagi ini, di Rumah Bercat putih bersih, berhalaman luas yang kini telah di pasangi tenda. Hari ini, seorang laki-laki bernama Al Rescha Ilham Maulana akan mengikrarkan janji sucinya untuk seorang wanita bernama Atma Anindhita.
Dua insan yang sudah lama ingin dipersatukan, mereka saling mendoakan satu sama lain, hingga akhirnya Allah akan mempersatukan mereka dalam suatu ikatan yang halal.
Ibadah panjang sudah berada di depan mata, ibadah yang akan menyempurnakan separuh iman, ibadah yang semiga akan mendekatkan mereka pada Allah.
"Bukti Cinta yang paling besar adalah saling mengajak untuk mendekatkan diri pada Allah"
-Anonim.
🌹
"Ita, tante ngga nyangka sebentar lagi kamu akan menikah" ucap seorang wanita berusia 30 tahunan yang kini duduk di sebelahnya, dia adalah alya adik ipar abah ita.
Bukan adik ipar dari pras, melainkan adik ipar bapak kandung Ita, yang ia biasa panggil abah.
Mungkin karna bukan anak kandung, jadi itulah mengapa Ita tidak terlalu dekat Ayahnya, Ita masih menjaga hubungan baik dengan keluarga abahnya. Dan saat seperti inilah, ita bisa mengumpulkan keluarganya utuh, meakipun tanpa abah dan ibu kandungnya.
Kalau dipikir-pikir, hidup Ita begitu kesepian, saat ia berusia 5 ia sudah ditinggal abahnya, kemudian 10 tahun kemudian Ita ditinggal ibunya.
Setelah kepergian ibunya, dunia ita seperti kosong, butuh berbulan-bulan untuk mengembalikan semangat dari dirinya.
Berbulan-bulan ita menyindiri, tak ingin berinteraksi denga siapapun, kematian ibunya masih teringat jelas di kepalanya.
Kecelakaan itu,seperti dibuat-buat, itu bukan kecelakaan tunggal, tapi itu kecelakaan yang direncanakan, begitulah pemikiran ita.
Namun tak ada yang mau mendengarkan ocehan ita kecil, kasus ditutup dengan putusan itu adalah kecelakaan tunggal, padahal ita berada disana, ita yang tau betul kejadian itu.
Tapi semua orang sudah percaya kalau itu kecelakaan tunggal, dari lubuk hati ita yang paking dalam, ita masih ada keinginan untuk mengusut kasus kecelakaan 12 tahun silam.
-
"Itaaa" panggil Alya,tapi yang dipanggil masih melamun.
Alya kemudian menepuk lembut pundak ita, sampai satu kediapn mata berhasil menyadarkannya,
"Apa yang kamu pikirkan sayang" tanya Alya lembut sembari mengusap butiran bening yang lolos dari pelupuk Ita.
Ita terisan di pundak Alya. "Ita Rindu ibu" ucapnya sembari terisak.
Alya menghela napas panjang, hatinya juga ikut tersayat saat keponakannya itu merindukan sosok ibu.
"Iya, tante tau rasanya rindu tanoa bisa ada pertemuan, itu memang sakit ita, tapi yang perlu ita ingat, saat ini, ibu ita hany butuh doa dari anak sholihahnya" ucap alya mengihur keponakannya.
"Sudah ita,jangan nangis, tu kan makeupnya luntur lagi."
Alya mengusap lembut pipi Ita.
"Asri, kamu makeup lagi ya, luntur" ucap ita pada asri yang tak lain adalah MUA Ita.
"Tenang tante, Asri memang sudah siap banyak makeup, jaga-jaga sih,"
"Kan Ita cengebg" ucap Asri tak beedosa, padahal sahabatnya sedang bersedih, eh dia malah ngejek.
"Apaan sih lu" sahut ita tak terima.
🌹
Kali ini semua tamu sudah datang,kurang beberapa menit lagi, Rehan akan mengucap ijab qabul, ini lebih menegangkan dibanding saat lamaran kemarin. Alya masih disisi Ita, ia dan Asri yang akan menemani ita untuk turun menemani sang Suami.
Kali ini, adik abah alias suami tante Alya lah yang akan menikahkan Ita. Om Rizal namnya, wajahnya mirip sekali dengan abah Ita, oleh itu, melihatnya seperti melihat abah Ita.
-
..........."يا ولد المبارك الريسحا الهام مولنا،انكحتك وزوجتك
"قبلت نكاحها وتزوجها بمهر مذكور حالا"
Begitul kata itu terucap dengan satu napas dan tetdengar begitu tegas, sontak semua seisi ruangan mengucap "Alhamdulillah"
Begitu pula ita yang berada di kamar, ia juga mengucap "alhamdulillah".
serasa beban dalam dadanya kini telah hilang saat Rehan sudah menucapkan ijab qabul.
Hilang rasa gelisah yang satu,datang gelisah yang lain, kini kaki ita tak bisa berhenti dergetar,
"Sebentar lagi Rehan akan datang menjemputmu" ucap Alya, kata-kata itu membuat Ita semakin tak karuan.
Tangan dan kakinya sudah panas dingin,
Aduuh apa ya yang nanti harus gue lakuin kalau Dokter Rehan datang? Aduh gue harus gimana?? Itulah yang membuat ita tak tenang, ia tidak bisa bersikap tenang di depan Rehan.
Tok tok tok suara langkah kaki itu terdengar menggema di telinga Ita, "Allah,ita grogii" ucap ita sembari menggit bibir bawahnya.
Kini laki-laki dengan tinggi 185 cm itu sudah berdiri di ambang pintu kamar ita,kakinya yang jenjang menopang tubuh atletisnya. Ia nampak tampan sekali hari ini.
Subhanallah hati ita berdesir kuat saat ia mulai melangkah mendekati Ita,tubuh ita membeku diam tak tau harus bagaimana.
Diletakkannya tangan rehan dipucuk kepala Ita.
“Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tabiat (watak)nya. Dan aku mohon perlindungan kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan tabiat (watak)nya”
Ita mengamini setiap doa yang Reha panjatkan, sampai tanpa ia sadari, air mata lolos tanpa seizin Ita. Setelah berdoa, dengan tangan yang masih bergetar, ita meraih tangan Rehan dan mencium punggung tangannya, ini akan menjadi kebisaan Ita mulai sekarang.
Kedua tangan rehan menyentuh pundak Ita, Ita kemudian berdiri dari tempanya duduk. Ia akan turun bersama Rehan menemui para tamu undangan.
Rehan tersenyum menis kepada Ita, jika biasanya Rehan tersenyum tanpa melihat bola mata Ita, kini rehan tersenyum dengan bola mata yang menatap Ita lekat.
Ita melingkarkan tangan kanannya di tangan kiri Rehan, mereka berdua akan menemui para tanu, baru saja ita dan Rehan menampakkan batang hidungnya,para tamu khususnya Rekan-rekan kerja ita dan Rehan sudah berisik menyambut kedantangan Dokep couple.
Itulah panggilan baru yang mereka sematkan pada Ita dan Rehan, mareka sama-sama cakep, jadi pantes kalau dokep(dokter cakep) couple.
"Ihiiiirrrr ihiiirrr."
"Ciieeee ihirrrrr."
"Aaaaaaahhh so sweeett."
"A Cieee nikaahhhh."
Begitulah suara mereka bersautan,diselingi tepuk tangan, apa mereka pikir ini di Hutan? Bisa berteriak-teriak seperti itu. Ucapan mereka yang bersautan macam itu membuat ita menjadi malu, mungkin kini wajah ita sudah seperti udang rebus.
Tapi Rehan masih saja berjalan dengan cool, padahal ita sudah ingin sekali menutup wajahnya dengan ember atau apapun itu.
Satu persatu kelurga mengicapkan selamat atas pernikahan kami, dan berfoto-foto, hari ini melelahkan namun membahagiakan.
"Capek?" Tanya Rehan lembut saat melihat Ita yang seperti tak kuat lagi berdiri.
"Nggak" jawab ita tetdengar kikuk, ah biasanya juga ita yang selalu nyrocos di deoan Rehan, tapi ini kenapa malah Ita yang banyak diem.
Rehan menatap lekat tubuh Ita yang terlihat lelah, tanpa berkata apapun, Rehan menggendong Ita ala braidley.
Ita kaget bukan main, mendapati tingkah suaminya ini. Allah, apa ini?? Jantungku, jantungku kenapa tidak bisa tenang aaahhhhh.
Sontak perbuatan Rehan membuat semua tamu undangan terbelalak.
"Ah si Rehan udah ngga sabar tuh" cletuk hammmam terkekeh geli.
Semua yang berada disana juga tertawa geli mendengar cletukan Hammam.
Tak ingin mendengarkan cletukan tak jelas,Rehan segera membawa Ita ke Kamar untuk beristirahat.