You Are My True Love Sir!

You Are My True Love Sir!
39



Yasmin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, untung jalanan jakarta cukup sepi malam itu,  ini pertama kalinya yasmin menyetir dengan kecepatan tinggi, tapi ini dilakukan supaya bisa segera menyusul afla. Yasmin cukup beruntung, ia mendapati mobil afla berhenti di rest area, yasminpun menghentikan mobilnya dan menemui si pemilik mobil yang hendak masuk ke mobilnya.


"Tunggu!"perintah yasmin mampu membuat laki-laki itu mengurungkan niatnya untuk masuk ke mobil dan menutup kembali pintu mobilnya.


"Yasmin? Ngapain disini?" Tanya afla polos.


"Beritahu aku sekarang, apa yang sudah kamu perbuat padaku!" Dengan tegas yasmin melontarkan pertanyaan itu pada afla. Nampak yasmin begitu emosi saat bertanya, dan tentu mata yang sembab karna menangis.


"Apa?" Entah pura-pura bodoh atau bagaimana, afla malah balik bertanya dengan wajah sok Alimnya,yasmin benar-benar muak melihatnya.


"Kamu kan yang menculikku, dan kamu yang membawaku ke hotel" sentak yasmin dengan meratakan gigi atas dan bawahnya. yasmin begitu emosi menunjuk wajah afla.


"APA YANG KAMU LAKUKAN! JAWAB!" Sentak yasmin,ia benar-benar ada di puncak emosinya, yasmin yang terkenal lembut dan sabar sekarang berubah menjadi singa yang telah diganggu tidurnya. Bahkan air mata yasmin sudah tumpah sejak tadi.


Afla benar-benar tak berkutik dan diam seribu alasan.


"jawab!haaaa aaaaa" tangis yasmin semakin menjadi-menjadi.


"Apa ini anakmu?" Yasmin mengelus perutnya yang sedikit membuncit.


Afla yang dari tadi diam akhirnya angkat bicara.


"Iya itu anakku, jadi menikahlah denganku" jawaban afla membuat yasmin hancur, tubuh yasmin luluh di jalanan. Rasanya dunianya telah hancur. Benar-benar hancur. Tangis dan suaranya terasa sudah habis, yasmin menangkupkan kedua telapak tangannya, menutupi wajahnya yang sekarang benar-benar sembab.


Afla tidak tega melihat tubuh yasmin terduduk dijalanan sembari menangis dihadapannya, afla berniat membangunkan yasmin dari duduknya. Saat kedua tangan afla hampir menyentuh pundak yasmin, tiba-tiba satu pukulan lolos mengenai tulang pipinya dan berhasil membuat pipi afla membiru.


"Jangan kau berani-berani menyentuh istriku" bela yusuf sembari menunjuk afla emosi. Meskipun rumah tangga yusuf sedang diujung tanduk, taoi yasmin tetaplah wanita yang is cintai, dan tak rela jika istrinya disentuh laki-laki manapun.


adu jotospun tak terelakkan, afla yang emosipun juga memukul tulang pipi yusuf.


Menyadari perkelahian itu, yasmin bangkit menghentikan mereka.


"Stop!stop!" Perintah yasmin dengan suara yang serak hampir habis berdiri diantara mereka.


Yasmin menghadapkan dirinya didepan yusuf.


Yasmin diam memberi jeda.


"Mas,aku akan segera urus perceraian kita" ucap yasmin terisak. Dan berbalik ingin meninggalkan tempat itu.


Tangan yang selalu mampu meneduhkan yasmin berhasil meraih lengannya.


"Tunggu yasmin!".


Yasmin mengehentikan langkahnya.


"Kenapa?" Pertanyaan yusuf berhasil membuat yasmin berbalik menghadapnya.


Sungguh yusuf tidak tega melihat wajah istrinya yang begitu pucat dan sembab.


"Mas, aku bukanlah wanita yang baik, aku wanita yang kotor, aku sudah ternodai mas" yasmin tidak kuat menahan tangisnya, suaranya terisak keras.


"Dan aku tidak pantas untuk mas yusuf, mas tenang saja, aku akan segera mengajukan gugatan perceraian untuk mas" tangan lembut yasmin ditangkuokan dipipi yusuf, yasmin tersenyum pahit pada yusuf dan melepas genggaman yusuf.


Yasmin mulai melajukan mobilnya.


tak ingin kehilangan jejak, yusuf membuntuti yasmin yang melajukan mobilnya dengan begitu kencang, ia khawatir akan istrinya.


Tak hentinya mulut yusuf bergetar berdzikir pada Allah.


Fokus yusuf benar-benar buyar saat menyetir, dia benar-benar kalut. Sebenarnya tidak baik menyetir dalam keadaan kalut seperti dirinya saat ini, tapi yusuf tidak boleh kehilangan jejak yasmin.


Itu yang membuat yusuf melajukan mobilnya dengan kecepatan melebihi kecepatan yasmin. Sampai tanpa yusuf sadari, ada tukang bakso yang akan melintas menyabrang jalan. Kaget menyadari tukang bakso, yusuf langsung membanting setir. Kalau yusuf tak banting setir,tentu tukang bakso akan tertabrak olehnya.


Mobil yang dikendarai yusuf menabrak pembatas jalan,mobilnya ringsek parah, dan segera warga ramai berdatangan ke TKP. Yusuf terbentur parah, darah terus mengalir dari kepalanya.


Yasmin kalut memikirkan segala beban dipikirannya.


Tapi fokus yasmin buyar saat menyadari mobil yusuf yang sedari tadi mengikutinya sudah tidak di belakngnya.


Apa mas yusuf sudah tidak peduli lagi denganku.


Yasmin mengarhkan pandangannya ke spion, dia sedikit mengurangi kecepatannya, pandangannya fokus pada warga ramai yang berkerumung seperti sedang ada kecelakaan.


Astaghfirullah jangan-jangan-


Yasmin mengerem mobilnya mendadak dan putar balik menemui kerumunan itu.


Betul saja, yasmin kembali terguncang melihat suaminya pinsan dengan darah yang mengucur di kepalanya.


"Mas yusuf!" teriaknya sambil menangis dan shock.


Segera yasmin meminta tolong warga untuk membantunya membawa yusuf ke rumah sakit.


Yusuf segera dilarikan ke UGD, yasmin menunggu kabar dari suaminya dengan penuh harap.


Tak henti yasmin berdoa untuk kesembuhan suaminya. Ia benar-benar tisak sanggup jika harus kehilangan orang yang ia cintai.


"Dengan keluarga pak yusuf?".


"Saya istrinya dok" jawab yasmin dengan suara tertatih.


"Bersyukur mbak segera membawa pak yusuf kemari, kalau tidak mungkin pak yusuf akan kehilangan banyak darah. Tapi karna benturan keras di kepalanya membuat pak yusuf koma, yang penting mbak harus selalu berdoa untuk kesembuhannya" jelas dokter.


Yasmin seketika terduduk dikursi tunggu, ia terpukul mendengar kabar suaminya koma. Perlahan yasmin memasuki ruang inap yusuf. Ia tidak tega melihat suaminya terbaring di ranjang pesakitan. Pemandangan itu mampu menyayat hatinya, terlebih lagi yusuf celaka karna mengejar yasmin. Itu membuat yasmin merasa sangat bersalah.


Semalaman yasmin menemani suaminya, selalu berada di sisi yusuf, mengelus lembut wajah suaminya. Setiap hari yamin berdoa untuk kesembuhan yusuf semoga ia cepat sadar. Doa setelah Sholat tabajudnya pun ia khususkan untuk kesembuhan yusuf.


Setiap habis maghrib dan shubuh yasmin juga selalu melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an di samping yusuf.


Yasmin duduk di kursi sebelah ranjang yusuf, ia mengelus lembut pipi yusuf.


Ya Allah, engkau adalah obat dari segala penyakit, maka hamba mohon sembuhkanlah suami hamba. Hamba tak siap kehilangannya.


Tangis yasmin kembali pecah. Tapi seketika diam saat yasmin mendapati jari tangan yusuf mulai bergerak, melihat hal itu yasmin segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaan suaminya. Dan Alhamdulillah yusuf sudah sadar. Melihat yusuf yang sudah sadar, membuat yasmin teringat pada suatu hal, yaitu gugatannya.


Tapi sepertinya itu akan yasmin lakukan saat kondisi yusuf benar-benar membaik dan dinyatakan boleh pulang dari rumah sakit.


Tanpa lelah yasmin mengurus suaminya dengan penuh keikhlasan. Setiap hari yasmin selalu mengingatkan yusuf makan, dan kalau yusuf tidak selera makanpun yasmin bisa membujuknya, karna yasmin memang sudah mengenal sifat yusuf, suaminya itu akan manja apabila sedang sakit.


yusuf akan mau makan bila yasmin menyuapi dengan guyonan seperti sendok terbang yang akan masuk ke mulut yusuf. Itu cukup membuat yusuf terhibur dan mood untuk makan.


Yasmin juga dengan sabar membujuk suaminya untuk minum obat yang enggan ia minum. Tapi dengan kelembutan yasmin ia berhasil membuat yusuf meminum obatnya.


Dan jika biasanya yusuf sering mewarnai rumah dengan bacaan alqur'annya, sekarang yasmin yang membaca alquran, bacaan yasmin begitu tartil dan merdu, dan bukankah si pendengar juga akan mendapatkan pahala saat mendengar al-qur'an.


Begitulah yasmin dimata yusuf, ia adalah istri yang berbakti pada suami. Bahkan meski didalam kandungan yasmin tumbuh janin dari orang lain itupun tak bisa mengurangi rasa cinta yusuf terhadap yasmin. Perasaannya masih sama.


"Mas ada kabar baik mas" ucap yasmin begitu antusias. Saat memasuki ruang inap yusuf.


"Assalamualaikum" sindir yusuf.


Yasmin terkekeh mendengar sindiran suaminya.


"Iya Wa'alaikumussalam".


"Ada apa?" Tanya yusuf penasaran.


"Besok... Mas yusuf diijinkan pulang" ucap yasmin dengan nada gembira.


Jika tadi hanya yasmin saja yang sumringah, sekarang yusufpun ikut sumringah mendengar kabar itu.


Meskipun kepulangan yusuf itu besok, tapi yasmin sudah membereskan barang-barang yasmin maupin yusuf di rumah sakit, 1 bulan perawatan yusuf membuat banyak barang yang dibawa ke rumah sakit.


melihat yasmin begitu sibuk merapikan barang sampai sebulir keringat jatuh dari jidad perempuan yang ia cintai membuat yusuf tak tega, ia berniat membantu istrinya.


"Eits, mas yusuf ngga boleh bantu aku,mas yusuf duduk aja ya" yasmin segera menghalau yusuf yang ingin membantunya, dan mendudukkan kembali dirinya.


Yusuf hanya mematuhi istrinya, ia duduk kmbali di ranjangnya sembari tersenyum, matanya terus mengawasi yasmin.


Setelah semuanya beres, yasmin ragu ingin menyampaikan niat yang sudah ia bulatkan dari 1 bulan yang lalu, surat gugatan sudah ia dapatkan, ia hanya perlu memberikan surat itu keoada yusuf agar ditandatangani. Yasmin begitu gugup, ia meremas jarinya abstrak.


Tingkah istrinya itu disadari yusuf, sekarang yasmin pasti sedang gugup ingin mengatakan sesuatu. Yusuf kemudian meraih dan menarik lembut lengan istrinya hingga duduk diranjang bersebelahan dengan yusuf.


"Katakan saja apa yang ingin kau katakan" ucap yusuf lirih,yasmin tak percaya sifat lembutnya yang sempat hilang kini kembali lagi.


Yasmin bangkit dari duduknya, dengan ragu ia mengeluarkan amplop coklat di tasnya. Dan menyodorkannya di hadapan yusuf.


"Apa ini?" Yusuf mengernyitkan dahinya.


"Gugatan cerai dariku, aku harap mas segera menandatangani dan segera mengurus perceraian kita" suara yasmin terdengar bergetar, ia tidak mampu memandang yusuf.


Tapi apa yang terjadi? Yusuf membuka surat di amplop itu, hati yasmin sakit melihat yusuf akan mengeluarkannya dan akan menandatanganinya, seharusnya yasmin bahagia karna perceraiannya akan segera selesai tanpa drama. Yasmin memejamkan mata tak kuasa melihat surat itu akan ditandatangani.


Kreeeeeeekkkk....


Yasmin membuka matanya, bola mata yasmin membulat sempurna melihat surat itu dirobek oleh yusuf.


"Apa yang mas lakukan?" Tanya yasmin kesal.


"Apa?" Jawab yusuf santai.


"Tidak akan ada perceraian dianatara kita, aku pernah bilang itu padamu kan?" tambahnya.


"Mas, aku bukanlah wanita yang baik, aku sudah ternodai dan aku tak pantas menjadi istrimu" jelas yasmin, air matanya kembali lolos.


Telapak tangan yusuf lembut menyapu air mata yasmin. ia menunjukkan senyuman pada istrinya.


"Bukan kamu wanita yang tidak baik tapi aku laki-laki yang tidak baik, yang tidak becus menjagamu, aku harap maafkan aku" yusuf menangkupkan kedua telapak tangannya di wajah yasmin.


Tapi kepitusan yasmin sudah bulat, ia akan tetap mengajukan perceraian pada suaminya. Ia yakin ini adalah keputusan yang tepat. Ia janji pada.dirinya sendiri, setelah ini ia akan mengurus surat yang telah yusuf robek itu.