You Are My True Love Sir!

You Are My True Love Sir!
36



Baammmppppp seperti ada batu besar yang menghantam diri yusuf saat kabar itu dia dengar.


Hatinya hancur, jiwa bersalahnya mulai hidup kembali, ada kekecewaan yang menyelimuti dirinya, kekecewaan pada dirinya sendiri dan kekecewaan pada diri yasmin,kalau saja waktu itu yasmin keluar dari rumah pamit dulu dengan yusuf. Pasti yusuf tidak akan mengizinkan istrinya pergi sendiri meski hanya ke supermarket.


Padahal sudah jelas kalau seorang istri ketika hendak keluar rumah harus meminta izin kepada suaminya. Kalau saja yasmin izin untuk pergi dan yusuf akan melarangnya,pasti kejadian kemarin tidak akan terjadi.


Tapi disisi lain, yusuf juga merasa gagal menjadi suami yang menjaga istrinya.


Entahlah, semua perasaan berkecamuk dalam diri yusuf.


"Mas kok diam saja? Mas baik-baik saja kan?" Ucap yasmin yang masih mendekap erat yusuf. Tapi yusuf malah mengurai pelukan yasmin. Ekspresinya begitu datar,


Tanpa berkata sepatah katapun,  yusuf mulai berjalan pergi dari hadapan yasmin. Yusuf berjalan menuju kamarnya di lantai dua.


Tanpa yasmin sadari,setetes air mata tumpah dari pelupuknya.


Perasaannya sakit sekali, sungguh sikap yusuf yang mengabaikan kabar kehamilannya cukup membuat hatinya tersayat dalam.


"Mbak yasmin tenang dulu ya, mungkin mas yusuf sedang lelah" tangan lembut sabil mulai menyentuh pundak yasmin yang bergetar karna tangisnya. Sabil mendudukkan yasmin di shofa.


"biar sabil yang bicara dulu sama mas yusuf ya".


🌹


Duuummmpppp suara pukulan keras mengenai tembok kamar yusuf, yusuf mengacak rambutnya frustasi. Kemudiam mendudukkan dirinya di pinggir ranjang.


"Dasar bodoh,bodohhh kau bodoh yusuf" beberapa kali yusuf memukul kepalanya.


Dan menangkupkan kedua telapak tangan hingga menutupi wajahnya.


Suara pintu kamar yang terbuka tidak membuat yusuf mengubah posisinya. Sabil datang untuk menenangkan sepupunya yang tentunya sekarang dia sedang kacau.


"Mas, mas tenang, jangan sampai amarah menyelimuti hati mas yusuf,ini adalah ketetapan Allah, kalau diperbolehkan memilih,pasti mbak yasmin juga tidak ingin hal kemarin terjadi padanya" ucap sabil pelan, semoga ucapannya didengar oleh yusuf.


Perlahan yusuf membuka wajahnya. Terlihat raut marah dan kecewa di wajahnya.


"Kalau saja yasmin waktu itu tidak keluar rumah, pasti ini tidak akan terjadi" yusuf masih berbicara dengan nada tinggi.


Sabil mulai membelai pundak yusuf.


"Sabar mas sabar,jangan sampai setan menggunakan kesempatan ini untuk menghancurkan pernikahan mas, pernikahan yang dari awal penuh kebahagiaan".


"Mas marah pada diri mas sendiri, tapi mas juga kecewa dengan yasmin" yusuf mulai bisa mengontrol nada bicaranya.


"Tak ada yang bisa mengubah ketetapan Allah, mas sendiri yang selalu mengajarkan sabil untuk bersikap ikhlas atas apa yang sudah Allah gariskan untuk kita, cinta mas dan mbak yasmin sedang diuji oleh Allah,maka dari itu jangan biarkan setan yang menang dalam ujian ini" ucap sabil yang kemudian pergi meninggalkan kamar. Sabil menuruni anak tangga dan mulai menghampiri yasmin yang masih duduk diposisinya, sabil menatap wajah yasmin dengan tatapan pilu, begitu berat cobaan yang diberikan Allah pada pernikahan mereka.


"Mbak yasmin jangan sedih lagi ya, mbak harus kuat. sekarang sabil mau pulang dulu. Mbak yasmin jaga kesehatan ya mbak" ucap sabil sembari memeluk erat yasmin.


🌹


Yasmin menyeka air mata yang terus menetes saat suara adzan maghrib berkumandang, yasmin menarik nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan. Dia mulai berjalan untuk mengambil air wudlu, guyuran air wudlu mampu menenangkan hatinya yang sedang kacau. Yasmin melangkahkan kakinya menuju kamarnya di lantai dua untuk sholat maghrib berjamaah dengan suaminya. Namun niat yasmin urung saat melihat yusuf sudah rapi dengan baju koko dan sajadah yang menyampir di pundak kanannya.


Tapi yusuf hanya diam tak bersuara, kakinya terus melangkah menuruni anak tangga tanpa menjawab pertanyaan yasmin,bahkan dia menganggap seolah-olah tidak ada yasmin.


Suami yang sudah ia kenal sejak zaman putih abu-abu, yang selalu manis terhadapnya,sekarang berubah dingin, dan mampu membekukan yasmin.


Yasmin hanya menghela napas panjang. Jamaah maghrib dan simaan sembari menunggu adzan isya hari ini tak bisa yasmin lakukan dengan suaminya.


Yasmin memfokuskan dirinya, dia harus mengkosongkan urusan duniawinya sebelum menghadap sang maha kuasa. Yasmin bersujud panjang memuji keagungan Allah, dan mengaku dirinya sangat rendah tidak ada apa-apanya di hadapan Allah. Setelah sholatnya, ia mengadu semua yang mebuat dadanya sesak.


Segala puji bagi Allah tuhan semesta Alam


Ya Allah ampunilah dosa hamba yang banyaknya bagai butiran pasir.


Ya Allah tegurlah hambamu ini saat hamba berbuat lalai terhadapmu.


Ya Allah, engkau yang maha membolak balikan hati. Jika ini adalah ujian dari-Mu, hamba mohon kuatkanlah hamba. berikanlah hamba petunjuk atas apa yang sedang terjadi pada suami hamba.


Setelah itu, yasmin mengmbil alqur'an kecil miliknya, ia baca surah Al-Fath. Air matanya kembali lolos membasahi pipi mulusnya.


🌹


Yasmin melihat jam yang melingkar di pergelangannya. Sudah jam 8 malam tapi suaminya belum juga pulang dari masjid. Tapi yasmin berusaha berprasangka baik kepada suaminya, mungkin sedang ada rapat pengurus masjid. Yasmin mulai berkutat di dapur menyiapkan makan malam untuk yusuf. Setelah semuanya beres, yasmin duduk di kursi meja makan menunggu suaminya pulang. sunyi, hanya ada suara detik jarum jam. Yasmin tak medubah posisinya, 2 jam sudah yasmin menunggu suaminya. Namun tak kunjung pulang. Kantuk mulai menyergap yasmin, ia mulai menenggelamkan wajahnya di tangan yang sudah ia lipat rali di atas meja.


Suara nada ponsel yasmin berbunyi membuatnya terbangun dari tidurnya. Ada chat masuk dari yusuf.


From : Suami❤


Ngga usah nunggu aku!


Singkat namun menusuk, itulah yang yasmin rasakan saat membaca chat dari suaminya. Dan sejak kapan kata 'mas' yang selalu ia gunakan untuk menyebut dirinya, sekarang berganti dengan kata 'Aku'? Namun sebisa mungkin yasmin bersabar dan mulai menjawab chat dari suaminya.


Mas lagi ada kerjaan ya? Mas yusuf pulang jam berapa?


Lagi-lagi yasmin menelan kekecewaan saat yusuf tak membalas chat darinya dan hanya membaca chat tersebut.


Tapi sebisa mungkin yasmin bersikap sebagai istri yang baik, yang peduli dan perhatian pada suaminya, jari-jari yasmin mulai mengetik pesan untuk suaminya.


Mas yusuf hati-hati ya mas, kalau urusannya sudah selesai, yasmin mohon mas yusuf cepat pulang:)


Seperti dugaannya, pesan tersebut hanya di read. Dan membuat satu tetesan lolos dari pelupuk matanya, namun ia kembali mengingat pesan dari mas yusuf.


Jangan sampai kamu menangis karna sesuatu hal yang tidak penting, itu adalah sebuah kesia-siaan


🌹


Yasmin menghamparkan badannya di kasur. Hari ini begitu meletihkan untuk yasmin.


"Sabar ya sayang, kamu tenang saja, bunda akan selalu bersamamu" ucap yasmin manis sambil mengelus perutnya.