
*Jelas beda antara kau mencintai perempuan karna kecantikannya, dengan perempuan yang menjadi cantik karna kau mencintainya.
**ANIS MANSOUR***
🌹
Semua sudah kupikir dengan matang-matang, semoga Allah meridhoi keputusan yang ku ambil. Kumantapkan hatiku untuk memulai ibadah yang di dalamnya penuh dengan pahala. Pagi ini mas yusuf akan mengucapkan janji sehidup semati bersamaku, sebuah ijab qabul yang dapat mwnggetarkan Arsy. semoga semua berjalan dengan lancar.
Tak pernah kubayangkan pernikahan seperti ini akan terjadi padaku. Di rumah sakit, tepatnya di Kamar inapku, janji suci akan diikrarkan. Kupeluk erat tubuh ibu, kuminta restu darinya. Ku ucapkan terima kasih karna telah menjadi ibu yang luar biasa yang selalu memberiku semangat hidup dan selalu mendukung keputusanku.
Aku benar-benar menyayangi perempuan yang kupanggil ibu. dan Ayah, hari ini ayah membatalkan segala urusan pekerjaannya. mesri konsekuensinya ayah akan kehilangan klien. tapi menikahkan putrinya sendiri adalah keinginan ayah.
kupeluk laki-laki yang ku panggil ayah, ku minta restu darinya.
'ayaah, yasmin meminta restu dari ayah" aku tak bisa menahan air mata yang lolos begitu saja dari pipiku.
"ayah merestuimu sayang, jadilah istri yang sholihah, berbakti pada suamimu, landasilah cinta kalian dengan rasa cinta dan keimanan pada Allah. InsyaAllah, Allah pasti akan menolong Hamba-Nya" pelukan hangat ku dapat dari ayah.
seteleh mendengar kabar kecelakaanku ayah segera berniat pulang dari inggris,namun jadwal penerbangan ke Indonesia baru ada kemarin.
🌹
Terdengar suara derap langkah yang mulai terdengar jelas memasuki kamar inapku. Tentu Itu adalah langkah tegap mas yusuf didampingi mbak syifa dan penghulu yang akan menikahkan. Aku duduk di ranjang pesakitan. Dibalut gaun putih sederhana dan hijab yaang menjulur menutupi dadaku.
Ya Allah, aku memohon berkahilah pernikahan ini, dan aku mohon jadikanlah ini sebagai pernikahan yang KAU ridhai
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
Yusuf, syifa dan penghulu segera menuju rumah sakit. Selama didalam mobil bersama yusuf, hati syifa merasa tak tenang. Sunyi yang tercipata diantara mereka berdua. Syifa nampak tak tenang. Begitu juga dengan yusuf, masih ada sedikit keraguan dihatinya.
"Apa kau benar-benar ikhlas syifa" kata yusuf dengan tiba-tiba.
"Mas, aku ikhlas. Dan sekarang, ikhlas atau tidaknya aku sekarang bukan masalah. Yang terpenting adalah hatimu yang harus kau mantapkan" kata syifa dengan menggenggam erat salah satu tangan yusuf.
Tidak ada wanita yang benar-benar ikhlas mengizinkan suaminya membagi cinta dengan wanita lain~ucap syifa dalam hati.
Sedari tadi, syifa berusaha nampak tegar, sesekali i mengusap matanya yang mulai berkaca-kaca.
Ya waladil mubarak Yusuf ilham maulana bin hasan. Ankahtuka wazawwajtuka mahtubataka binti Yasmin Anandia Putri binti Arya prasetya Bimahrin emas 17 gram halan
Qabiltu nikahaha watazwijaha bimahrin madzkurin haalan
Dengan tegas mas yusuf mengucapkan ijab qabul. Hatiku rasanya bergetar saat ia mengucapkan ijab qabul. Aku selaku berharap semoga pernikahan ini selalu diberlahi Allah. Doa kami semua panjatkan dengan khusyu'. Seusai mas yusuf mengucab ijab qabul kemudian penghulu mengucapkan doa dan penuh hikmat aku mengamini setiap doa yang terucap. Syukur alhamdulillah kupanjatkan dengan penuh hati yang lega. Kemudian mas yusuf menghampiri ku di ranjang pesakitan dan duduk di menghadapku. Dilingkarkannya cincin di jariku dengan lembut. Dan giliranku. Kulingkarkan cincin yang sama dengan kuawali dengan bismillah. Kemudian ku cium punggung tangannya dengan penuh haru bahagia. Kemudian mas yusuf membacakan doa dengan meletakkan jari jemarinya tepat diubun-ubunku.
Ya Allah Aku mengharap CintaMu dan cinta orang yang mencintaiMu, cinta pada Amalan yang mendekatkan pada cintaMu
Lalu Dikecupnya keningku olehnya. Sungguh semua terasa lebih nikmat dan indah, saat kata sah ada pada hubungan kita.
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
Ibu, ayah dan penghulu mengucapkan selamat atas pernikahanku dan mas yusuf. Tak lupa doa mereka sampaikan untuk kehidupan rumah tangga kami. Kemudian ayah dan ibu mengantar penghulu keluar dari kamar rumah sakit.giliran mbak syifa menghampiri kami, mbak syifa mengucapkan selamat beserta doa. Aku tak bisa menebak bagaimana keadaan hati mbak syifa. Aku tak bisa menebaknya karna aku tidak bisa melihat ekspresinya. Kemudian ia pamit ingin keluar sebentar untuk mencari sesuatu, entah apa itu.
Saat keadaan kamar sepi dan sunyi. Hanya ada aku dan mas yusuf didalamnya. Mas yusuf meraih tanganku dan memegang tanganku dengan erat.
"Dengarkan aku, selama jantungku ini masih berdetak. Aku akan berusaha dengan sekuat mungkin menjagamu dan selama raga ini masih bisa berdiri, aku akan menjadi mata untukmu, kemanapun kakimu melangkah" ucap mas yusuf dengan nada yang begitu lembut dialhiri dengan mencium punggung tanganku.
"Mas, tetaplah berada disisiku. Ajariku agar bisa menjadi istri sholihah bagimu" pintaku.
"Apa kau tau, ibadah apa yang paling dibenci syetan" tanya mas yusuf.
"Apa itu mas, aku belum tau" jawabku polos.
"Ibadah menikah. Karna ibadah ini berlangsung lama yaitu seumur hidup. Dan didalam pernikahan, banyak sekali pahala yang sudah Allah siapkan. Maka dari itu, teruslah meminta ridha dari Allah semoga kita bisa mempertahankan pernikahan ini sampai maut menjemput" jawab mas yusuf. Kata-katanya selalu membuatku tenang.
"Dan doakan mas, suapaya bisa berlaku adil terhadap kamu dan syifa, ini berat bagiku yasmin" tambahnya.
Mendengar hal itu, ku genggam erat tangan mas yusuf.
"Mas,sama seperti mbak syifa, aku juga tidak ingin menuntut keadilan padamu mas" jawabku.
Dan kemudian mas yusuf memelukku dengan erat.