You Are My True Love Sir!

You Are My True Love Sir!
Tidak trima



Yusuf segera membawa yasmin ke rumah sakit dengan panik, sesampainya di rumah sakit, yasmin langsung di larikan ke ruang UGD. Semua gelisah menunggu kabar keadaan yasmin. mulut keduanya tak hentinya mengucap bacaan dzikir.


🌹


Dari Abu Musa Al-Asy'ari ia berkata : Rasulullah bersabda : Maukah kutunjukkan kepadamu suatu mahkota dari mahkota surga?.


kemudian aku menjawab : tentu, wahai Rasulullah. Rasulullah bersabda, Ucapkanlah : Laa Haula wa laa quwataa illa billah


🌹


tiada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah.


"Fa, apa ngga sebaiknya kita kabari ibu dan ayah yasmin?" Tanya yusuf.


Syifa yang merasa bersalah tidak berani menelfon orang tua yasmin, syifa merasa kalau yasmin seperti ini itu karna dirinya.


"Syifa ngga bisa mas" kata syifa sambil menangis. yusuf tak kuasa melihat istri cantiknya menangis, yusuf memeluk yasmin berusaha menguatkannya.


"sudaahh, semua atas kehendak Allah" yusuf menepuk lembut punggung stifa yang berada dipelukannya.


"Memangnya kejadiannya tadi bagaimana?" Tanya yusuf.


Kemudian syifa menceritakan semua kejadian yang terjadi.


"Itu bukan salah kamu, sudah jangan menyalahkan diri sendiri. Ini sudah takdir, berdoalah semoga yasmin baik-baik saja" ucap yusuf berusaha menenangkan syifa.


Dokter yang sedang menangani yasmin keluar dari ruangan, segera yusuf, syifa dan afla memberikan pertanyaan yang sama kepada dokter.


"Bagaimana keadaan yasmin sekarang?".


"Untuk luka, alhamdulillah yasmin tidak mengalami luka yang serius, namun pecahan kaca yang menusuk bagian korneanya membuat yasmin mengalami kebutaan permanen" jelas dokter.


luluh lantahh... itulah yang kini syifa rasakan, tak mampu membayangkan keadaan yasmin.


Mendengar penjelasan dokter, air mata syifa tak bisa tertahan. Dia semakin merasa bersalah, air matanya mengalir deras.


"Apa yasmin sudah sadar dok?" Tanya syifa dengan mencoba tegar mendengar kenyataan.


"Yasmin belum sadar, tapi beberapa menit lagi dia akan sadar, kalau ada yang ingin menemani silahkan" dokter mempersilahkan syifa untuk menemani yasmin sampai sadar. Syifa langsung masuk ke ruangan untuk menemani yasmin.


🌹


Lutut yusuf seketika lemas dan menjatuhkan tubuhnya untuk bersandar di tembok, sambil menelungkupkan kedua telapak tangannya di wajah untuk menutupi air matanya, yusuf merasa sangat terpukul mendengar kabar kebutaan yasmin. gadis yang dulu namanya selalu terselip dalam setiap doa yusuf.


Afla yang tidak terima kalau yasmin buta, afla merasa kebutaan yasmin itu karna yusuf. Dengan emosi, afla langsung memukul yusuf.


"Ini semua karna kau!! Kalau saja waktu itu kau tidak bilang padaku kalau kau akan segera menikahi yasmin. Tentu sekarang yasmin adalah istriku, dan tentu kejadian seperti tidak akan terjadi" kata afla dengan menunjuk tepat di wajah yusuf.


"Kau dengar!! Kejadian waktu itu sungguh benar, apa yang aku katakan waktu itu benar, aku berniat akan segera menikahi yasmin waktu itu" jelas yusuf emosi.


"Kau bodoh yusuf!! Kau belum melamar yasmin, tapi kenapa saat aku menyatakan cinta ke yasmin kala itu, kau bilang yasmin akan menikah denganmu! Kau melarangku mendekatinya.Tapi kenyataanya kau tinggalkan yasmin dan kau menikah dengan orang lain" kata afla dengan memegang kerah depan yusuf.


"Kalau saja, kau tidak bilang kalau yasmin adalah calon istrimu, tentu saja dia sudah menjadi miliku sekarang. Dia tidak akan menderita seperti ini. dasar laki-laki pengecuttt!!" Kata afla semakin emosi.


"Tidak ada kebohongan waktu itu, waktu itu aku memang berniat menikahinya" jelas yusuf dengan nada semakin lirih, mencoba menahan emosi. Afla perlahan menurunkan tangan yang menggenggam kerah yusuf. Afla mencoba menenangkan diri.


Terdengar suara teriakan yasmin dari dalam ruangan. Afla dan yusuf langsung masuk ke ruang yasmin.


🌹


"Nggaakkk mungkinnn, nggak mungkinn aku butaaa" teriak yasmin yang terus memberontak dari tangan syifa yang berusaha memeluk yasmin, syifa berusaha menengkan yasmin. Tapi tangisan yasmin di barengi dengan rengekan yang mendekati teriakan semakin menjadi-jadi.


"Yasmin nggak mau butaaaahaaaa" tangis yasmin.


"Yasmin maafin mbak" syifa juga menangis tak tega mendengar rengekan yasmin.


"Yassminn nggak mau butaa, kembalikan mata yasminnhaaaa" tangis yasmin tak kunjung reda, yasmin semakin tak terkendali. Dia terus meronta-ronta. Yusuf yang melihat kejadian itu, segera memanggil dokter.


Dokter segera datang dan menyuntikkan obat penenang kepada yasmin, segera yasmin tenang dan tertidur setelah disuntik. Syifa msih terus menangis tak tega melihat keadaan yasmin.


Yusuf memeluk syifa mencoba menenangkan syifa.


"Sudah, jangan menangis lagi ya, yasmin sekarang butuh semangat dari kamu" kata yusuf dengan sesekali menghapus air mata yang jatuh dari mata syifa. Jujur yusuf juga merasa sangat tidak tega melihat keadaan yasmin, tapi dia harus tetap terlihat kuat dihapan wanita.


yasmin nampak sangat frustasi tentang kabar kebutaannya, yasmin seperti kehilangan semua yang ada pada hidupnya. itu membuat syifa semakin mwrasa bersalah.


"Apa yasmin mau memaafkanku mas?" Tanya syifa dengan terisak.


"Yasmin bukan orang yang pendendam" kata yusuf mencoba menenangkan syifa yang masih berada di dekapannya.


"Fa, sebaiknya kamu kabari ibu yasmin, mas yakin ibunya bisa menenagkan yasmin" perintah yusuf.


"Iya mas, syifa kabari tante fitri dulu" syifa kemudian mengeluarkan ponselnya dan mengabari ibu yasmin.


"Sudah syifa kabari, insyaallah 1 jam lagi sampai" jelas syifa. Mendengar hal itu, yusuf hanya mengangguk. Syifa kemudian berpamitan kepada yusuf, ia ingin pulang mengambil pakaian karna syifa berniat akan menginap dan menemani yasmin di rumah sakit. Dan Yusuf mengizinkan syifa pulang.


afla yang duduk di sisi yasmin saat sudah tertidur, afla mengangkat telfon dan tiba-tiba pergi tanpa berpamitan. Tinggallah yusuf seorang yang sedang menemani yasmin. Yusuf mulai berjalan mendekati ranjang pesakitan yasmin, dia duduk di kursi sebelah ranjang yasmin. memori masa lalu kembali berputar di pikirannya, bak film yang harus diselesaikan endingnya.


Apa semua ini benar salahku? Apa karna aku, kau harus menderita seperti ini?. Adik kecilku, kau baik sekali, aku kagum padamu. Bukan hanya paras cantik yang kau punya. Hati nan cantikpun kau miliki. Itu yang membuatku jatuh hati padamu, tapi kenapa kau datang di saat aku belum sepenuhnya melupakanmu?. Maafkan aku yang belum bisa menepati janjiku untuk melupakanmu~yusuf


Jangan lupa like👍🏻👍🏻 dan comment ya gaiyss. Dukungan kalian sangat berarti bagiku☺️