
sebelum mas yusuf pulang dari jamaah shubuh, aku segera membuat sarapan untuk suamiku. sebenarnya aku belum bisa betul memasak, tapi itu adalah kewajibanku memberikan pelayanan yang terbaik untuk suamiku, pagi ini aku memilih memanggang roti dengan telur setengah matang.
"assalamualaikum?".
"wa'alaikumussalam" kucium punggung tangan mas yusuf dan persilahkan mas yusuf duduk di kursi meja makan. kuambilkan roti panggang dan juga telurnya.
"tangan kamu kenapa?" tanya mas yusuf sembari memegang tangan kananku yang sedikit melepuh karna terciprat minyak goreng.
"ngga papa kok mas, sudah ayo makan." aku berusaha mengalihkan perhatian mas yusuf,itu hanya luka kecil.
"kalau kamu masih belum terbiasa masak, ngga usah dipaksa dulu ya, biar mas aja yang masak buat kamu, mas ngga masalah kok."
aku tersenyum mendengar ucapan mas yusuf.
"mas, ini hanya luka kecil, biarlah hari ini tanganku terciprat minyak panas tapi di akhirat nanti, semoga tanganku akan terhindar dari panasnya api neraka. bukankah itu ada kisahnya mas?."
mas yusuf mengangguk mengerti disertai senyum lebar di bibirnya.
"pintar sekali istriku ini."
"hari ini mau ke kampus mas?."
"iya, dan mungkin hari ini mas akan pulang malam, karna setelah ke kampus mas langsung ke SMA karna akan ada akreditasi"
"ngga papa kan"tambahnya.
"iya ngga papa,aku cuma takut..."
"takut apa?".
"takut rindu hehheh" jawabku terkekeh menggoda mas yusuf.
"dasar genit."
"ngga papa genit, toh genitnya ke suami sendiri wle."
"nanti mas minta sabil untuk temenin kamu dirumah ya."
aku hanya mengagguk menyetujui ucapan mas yusuf.
beberapa jam setelah mas yusuf pergi, belum ada juga sabil datang, karna semua pekerjaan rumah sudah aku bereskan dan aku tidak ada aktivitas lain, akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke supermarket, aku berniat membuat kue untuk sabil.
taksi online pesananku sudah datang,aku meminta tolong untuk diantarkan ke supermarket terdekat.
sesampainya disupermarket, aku segera mengambil semua bahan yang aku butuhkan, tak ingin berlama-lama, setelah aku dapatkan semua bahannya aku berniat menunggu taksi di pinggir jalan.
"yasmin?" ada yang memanggilku. ku lihat ke arah datangnya suara, sumber suara itu dari dalam mobil putih yang berhenti di depanku, pemilik mobil itu kemudian keluar dan betapa terkejutnya aku, itu adalah sahabat baikku Afla.
"afla? Ya Allah afla apa kabar?" tanyaku bersemangat melihatnya.
"alhamdulillah baik,kamu sendiri?."
"baik juga alhamdulillah".
"kamu sudah bisa..?" aku segera memotong pertanyaan afla, aku tau apa yang akan ia katakan.
"iya, alhamdulillah aku sudah bisa melihat."
"bagaimana bisa?" tanya afla penasaran.
ddrrrtttt....drrrtttt saat hendak kujawab pertanyaan itu tibatiba suara gawaiku berbunyi, ada telfon dari sabil.
~
"wa'alaikumussalam bil, iya ini mbak lagi di depan supermarket, tadinya mau lulang tapi malah ketemu temen lama mbak, jadi ngobrol sebentar, tapi ini mbak mau pulang kok."
~
"mmm fla, aku harus segera pulang, sampai jumpa lain waktu ya, assalamualaikum"
"wa'alaikumussalam."
🌹
melihat seorang perempuan cantik yang tak asing lagi wajahnya bagi afla membuatnya menghentikan mobilnya dan keliar untuk menyapanya. iyu adalah yasmin,perempuan yang ia cintai namun hanya bertepuk sebelah tangan, dan itulah yang membuat niat jahat afla muncul.
yasmin segera pulang saat sabil mencari yasmin. tapi tanpa yasmin sadari, sedari tadi mobil afla sudah mengikuti taksi yasmin sampai didepan rumah. saat yasmin sudah keluar dari taksi dan taksi sudah jauh dari penglihatan afla, segera afla keluar dari mobil. dengan berjalan mengendap-endap afla mengikuti yasmin dari belakang dan dengan segera afla membekap mulut yasmin.
yasmin sempat berteriak sekencang mungkin meminta tolong, tak ada tanda-tanda orang mendengar terikan mulut yasmin yang terbekap. namun sabil sempat mendengar teriakan yasmin dan segera keluar. kain yang digunakan untuk membekap yasmin sudah dicampuri obat bius sehingga yasmin pinsan dengan cepat. betapa terkejutnya sabil mendapati yasmin sudah di gendong laki-laki yang tidak sabil kenal, afla ingin membawa yasmin ke dalam mobil, tak ingin diam saja, sabil membuat perlawanan.
"heii, apa yang kau lakukan kpada mbak yasmin! lepaskan mbak yasmin!" sabil berusaha menghalangi afla yang akan membawa yasmin ke mobilnya, seperti akan menyuliknya. dengan keras sabil berteriak meminta tolong, tapi kompleks sedang keadaan sepi karna masih jam kerja.
dengan sekuat tenaga sabil menghalangi afla. namun justru afla mendorong sabil sampai terbentur ke jalan, benturan yang sangat keras sampai membuat kepala sabil berdarah dan pinsan. seorang perempuan paruh baya menolong sabil yang tergeletak di pelataran rumah yasmin. tapi afla sudah terlalu jauh membawa yasmin pergi entah kemana.
"ndukk bangun nduk?."
sentuhan perempuan paruh baya itu menyadarkan sabil dari pingsannya. kepala masih pusing dan masih terasa sakit. tapi sabil seketika tak mempedulikan sakit itu saat ingat bagaimana nasib yasmin sekarang.
sabil segera menghubungi yusuf,mengabari suatu hal buruk terjadi pada istrinya. tapi sayangnya hp yusuf dimatikan.
"aduuh ini gimana, hpnya mas yusuf ngga aktif lagi" dengan segera sabil pergi melajukan mobilnya mencari yasmin.
sabil masih ingat betul model dan plat dari mobil yang membawa yasmin. namun ibukota terlalu luas untuk mencarinya sendiri. akhirnya sabil memutuskan untuk mencari yusuf di kampus, waktu sudah menunjukkan jam 3 sore, kampus terlihat masih ramai. sabil segera bertanya ruangan yusuf. saat sabil periksa ruangan sepupunya itu ternyata nihil, yusuf tak ada diruangannya.
"aduhh ini cari kemana lagi?, mas yusuf hpnya ngga aktif,di kampus ngga ada huuufffttt" sabil mulai memukul kecil kepalanya tanda ia mulai frustasi. sabil mulai berjalan keluar wilayah kampus menuju parkir mobilnya, suara nada telfonnya berbunyi.
~
"alhamdulillah mas yusuf" dengan segera sabil mengangkat telfon.
"assalamualaikum bil? ada apa kok telfon mas banya-".
"aduduh mas udah jangn banyk tanya dulu, mbak yasmin di culik mas".
"apa? kok bisa di-" suara yusuf terdengar sangat panik. pertanyaan yusuf lngsung dipotong sabil.
"udah mas jngn bnyak tanya, sekrang kita cari bereng aja mas. ini aku mau balik dulu"
"yaudah, nanti mas jemput kamu ya.:
~
yusuf segera meninggalkan semua pekerjaannya, ia sangat cemas mendengar kabar istrinya diculik. Aarrggghhhhhhh sesekali yusuf memukul stir mobilnya, ia merasa gagal menjaga istrinya.
siapa yang udah berani nyulik yasmin gerutu yusuf dalam mobil.
sampai dihalaman rumah yusuf, sabil lanhsung masuk ke mobil yusuf, sabil dan yusuf menyusuri jakarta, melihat dengan teliti setiap sudut ibu kota, berharap menemukan keberadaan yasmin. atau paling tidak ada petunjuk keberadaan yasmin. kalaupun penculik meminta uang, kenapa tidak ada kabar penculik menelfon meminta tebusan.
"sabil rasa penculik itu tidak meminta uang mas, karna penculik itu tadi pakaiannya rapi seperti kantoran dan bawa mobil pribadinya".