
Setelah percakapan yusuf dan syifa di ruang makan. yusuf kemudian mulai melangkahkan kakinya menemui yasmin, yusuf bermaksud akan memberikan alquran yang ia beli siang itu bersama yasmin.
"Assalamualaikum" salam yusuf main masuk kamarku dan mengecup pipiku.
"hissh main cium aja."
terlihat dari wajah yasmin yang sedikit kesal.
Salam itu jawabnya "wa'alaikumussalam" jawab yusuf dengn terkekeh kecil.
aku semakin kesal mendengar kekehan yusuf. tapi bagi yusuf wajah kesal yasmin itu membuatnya semakin menggoda yasmin, yusuf malah menggelitiki yasmin tanpa ampun.
"mass cukup!" aku mencoba menghentikan kecupan mas yusuf.
tangan mas yusuf mulai memegang tanganku dan memberikan sesuatu yang saat ku raba bisa kutebak itu adalah sebuah buku.
"buku apa ini mas."
"ini bukan buku, ini alquran dengan huruf braille, bukankah kamu ingin tetap belajar dan membaca alqur'an? tak ada alasan untuk berhenti belajar apalagi belajar alquran,tetaplah semangat yasmin" ucap yusuf lirih dalam pelukan yasmin.
"kalau begitu kita belajar sekarang"
yusuf dengan segera memindahkan posisi ke belakang yasmin dan merangkulnya dari belankang. perlahan yusuf mengarahkan jari jemari yasmin ke huruf-huruf dalam alquran.
inilah islam,sesuatu yang sederhana namun bisa membuat tentram hati.
"mas."
"iya?."
"berjanjilah padaku untuk selalu menuntunku menjadi istri yang baik untukmu" yasmin berusaha meraba bagian wajah yusuf dan telapak tangannya berhenti di pipi kanan yusuf.
yusuf yang dari belakang merangkul mendekatkan pipi kirinya sampai menyentuh pipi yasmin.
"tak perlu seperti itu, kita akan berjalan bersama, akupun butuh dukunganmu, aku masih jauh dari suami yang baik, maka dari itu mari kita perbaiki semuanya."
betapa tentramnya hati yasmin mendengar kata yang keluar dari bibir suaminya itu.
tanpa sepengetahuan yasmin dan yusuf, dari balik sekat pintu yang sedikit terbuka syifa sedari tadi memperhatikan mereka berdua.
"*apa mas yusuf akan menepati janjinya untuk makan malam denganku?"
🌹*
hati syifa perih bak ditusuk puluhan duri, seharusnya ini harus menjadi pemandangan yang biasa untuk syifa, tapi sampai saat inipun syifa belum bisa melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain meskipun istrinya sendiri. tak kuat menahan tangis di balik pintu, syifapun berlalu menuju kamarnya,tangisnya seketika pecah. tak bisa ia bendung lagi, sampai syifa teringat saat ia meminta suaminya untuk mendua.
perasaan menyesal itu sesekali hadir dalam hati syifa, kenapa ia bersikeras menyuruh yusuf mendua? tapi ia punya alasan yang tak bisa ia ceritakan ke siapapun. wanita mana yang menyuruh suaminya mendua jika bukan karna ada alasan yang kuat. renungan syifa pecah saat ia mendengar suara kenop pintu yabg mulai terbuka, ia segera membalikkan badan dan mengahapus air matanya.
"syifa?" panggil yusuf lembut sembari memegang pundak istrinya, dan tak ada jawaban dari syifa, ia msih saja diam, tak biasanya syifa mengabaikan kehadiran yusuf, semarah apapun syifa kepada yusuf, syifa tak pernah menunjukkan kemarahannya, ia tetap bisa menahan dirinya.
kemudian yusuf mendekap syifa lembut dari belakang. perasaan yusuf berubah khawatir mendapati tubuh syifa yang gemetar sperti ia sedang menahan tangis, dengan segera yusuf membalikkan tubuh syifa yang semula membelakanginya. syifa menunduk dalam.
"syifa? lihat mas syifa!" dan syifa masih menundukkan pandangannya.
"syifa? apa yang terjadi?" yusuf semakin khawatir. dan syifa masih diam dalam tunduknya.
sampai suara tangisan syifa terdengar di kamar sebelah syifa yang tak lain kamar yasmin, mendengar tangisan itu, yasmin dengan langkah perlahan meraba menuju kamar syifa, yasmin hanya berdiri diambang pintu yang tertutup. ia tak jadi membukanya saat mendengar mas yusuf ada di dalam.
"katakan syifa, apa yang membuatmu seperti ini?."
"aku cemburu mas, mas sepertinya sangat mencintai yasmin, sampai aku tak ada apa-apanya lagi dihati mas" tak ada niat sekalipun syifa akan mengucapkan hal itu,tapi kata2 itu keluar dengan sendirinya.
yusuf terdiam membeku mendengar alasan syifa,ini yang dari dulu ditakutkan yusuf, saat salah satu dari istrinya merasa tersakiti, ia tak sanggup melihat salah satu dari istrinya menangis karnanya.
"apa mas sudahi saja semuanya?" sontak ucapan yusuf mampu membuat kedua istrinya yang ditempat yang berbeda kaget.
"maksut mas?" tanya syifa terheran.
"mas akan ceraikan yasmin".
lutut yasmin seakan mati rasa saat mendengar ucapan yusuf. pernikahan yang baru 2 hari satu malam akan berakhir. air matanya pecah tumpah ruwah.
dengan segera yasmin berlalu, ia tak kuasa mendengar percakapan mereka lagi.
aku hanyalah wanita biasa, jauh bila dibandingkan dengan mbak syifa, ia selalu membantu mas yusuf, sedangkan aku hanyalah beban bagi mas yusuf,aku buta,aku tidak bisa membantu mas yusuf, aku hanya merepotkan dan menjadi beban untuk mas yusuf, dan masalah agama, akupun kalah dengan mbak syifa, aku hanya wanita yang baru ingin menapaki jalan belajar menjadi istri yabg sholehah ~ gumam yasmin dalan hati.
"tidak mas, aku tidak ingin mas yusuf ceraikan yasmin, itu sama sekali tidak akan membuatku bahagia".
"maafkan aku mas, aku seharusnya tidak berbicara seperti itu, aku minta maaf, dan aku mohon mas yusuf tetap harus bertahan" tambah syifa.
"kalau kamu ingin mas bertahan, mas juga minta sama kamu, mas minta kamu selalu mendukung mas, ingatkan mas jika mas tidak berlaku adil terhadapmu ataupun terhadap yasmin".
syifa mengangguk mendengar permintaan suaminya, ia kembali jatuh kepelukan yusuf.
🌹
Syifa POV
saat tangisku pecah di pelukan mas yusuf, aku merasa ada cairan yang keluar dari lubang hidungku, perlahan tanganku menyentuh kebgian hidung dan benar, Mimisan lagi! sudah satu bulan ini aku selalu saja mimisan, dan aku selalu ku tutupi dari yasmin ataupun mas yusuf. dengan segera ku usap darah yang keluar dari hidungku itu.
"kenapa?"tanya mas yusuf.
"ngga papa"
"wajah kamu kenapa pucat sekali,kamu sakit?" dengan khawatir mas yusuf memegang keningku.
"aku ngga papa mas."
"tapi kamu pucat sekali sayang"dan mimisan yang tadi sudah ku usappun kembali jatuh mengalir. mas yusuf semakin khawatir dengan keadaanku.
"kita ke rumah sakit sekarang!" perintah mas yusuf, dan aku tak bisa menolak tapi aku semakin lemas, bahkan pandanganku mulai kabur,
"syifa?".aku bisa mendengar mas yusuf menanyakan kembali keadaanku tapi biiiipppp aku tak tau lagi apa yang terjadi setelah itu.
🌹
dengan segera yusuf menggendong syifa yang sudah jatuh pinsan di tubuh yusuf. yusuf benarbenar khawatir melihat keadaan syifa, yisuf tak pernah melihat wajah syifa sepucat itu. tanpa berpikir panjang, yusuf segera menggendong syifa.