You Are My True Love Sir!

You Are My True Love Sir!
Hati syifa



Seusai sholat maghrib dan isya. Syifa menyiapkan makan malam untuk mereka bertiga. Yasmin yang mendengar suara syifa yang sedang memasak pun menghampiri syifa didapur.


"Mbak syifa?" Tegur yasmin.


"Eh yasmin" dengan segera syifa menuntun yasmin untuk duduk di kursi meja makan.


"Yasmin mau bantu mbak syifa masak" pinta yasmin.


"Ngga usah yasmin, kamu duduk aja ya, kamu tinggal nunggu makanannya siap" jawab syifa sambil fokus ke panci penggorengan. Tak lama kemudian datang yusuf menyapa kedua istrinya.


"Mau masak apa nih, hmmm baunya enak banget" tanya yusuf yang mendekati syifa yang fokus di penggorengan.


"Nasi goreng mas" jawab syifa.


Kemudian yusuf duduk di kursi sebelah yasmin. Manatap lekat wajah yasmin yang tak tau bisa membantu apa.


"Mas, bisa tolong potong tipis kubisnya?" Pinta syifa.


Tanpa penolakan, yusuf langsung mengambil pisau dan sayur kubis, bukannya langsung memotong kubisnya. Yusuf malah menaruh kubis dan pisau di depan yasmin. Yusuf memegang tangan yasmin dan mengarahkan yasmin memotong kubisnya. "Apa ini mas" tanya yasmin bingung.


"Kamu yang potong kubisnya ya, aku akan menjadi mata untukmu. Anggap aja kamu lagi potong kubis sambil merem, mas akan terus mengarahkan dengan memegang tangan kamu" kata yusuf. Yasmin tersenyum tanda ia begitu senang dengan perlakuan yusuf.


Terimakasih ya Allah, engkau telah memberikan suami sebaik mas yusuf.


Syifa ikut tersenyum melihat kemesraan yusuf dan yasmin. Meskipun dihati syifa hancur, tapi syifa harus mulai membiasakan diri, pemandangan ini akan menjadi hal yang rutin terjadi. Jadi syifa berusaha untuk menguatkan hati dan jiwanya. Syifa menahan air mata yang hampir tumpah, kemudian ia melanjutkan memasak, dan nasi goreng buatan syifa sudah siap. Dan menyuguhkannya di meja makan.


Dengan telaten syifa mengambilkan piring dan nasi sesui takaran kesukaan yusuf, dan mengambilkannya pula untuk yasmin.


"Terimakasih syifa" ucap yusuf kepada syifa yang selalu menjadi istri yang baik untuknya.


Dan syifa membalasnya dengan senyuman indah.


Sebelum makan, yusuf memimpin doa, dan baru setelah itu kami menikmati makan malam bersama, yasmin masih belum terbiasa makan sendiri dengan keadaannya yang sekarang, biasanya dirumah sakit ibu yang menyuapinya. Yusuf yang faham dengan keadaan yasmin, kemudian mengambil sendok yasmin dan menyuapinya.


"Ayo buka mulutmu" perintah yusuf dengan lembut. Yasmin yang mengerti maksut yusuf kemudian menuruti.


Kepingan hati syifa yang tadinya sudah ia kumpulkan, kembali pecah lagi melihat pemandangan ini.


Aku hanya wanita biasa, dan wanita mana yang kuasa melihat suaminya mesra dengan wanita lain meski wanita itu adalah istrinya juga.


Syifa berusaha untuk bersikap biasa saja didepan yusuf, tapi yusuf adalah laki-laki yang peka, ia kemudian mengambil sesuap nasi dan ia menyodorkan suapan itu untuk syifa.


"Sudah ayo makan, malam ini mas akan menyuapi kalian berdua" jawab yusuf sambil tersenyum.


"Kalau mas menyuapi kami berdua Lalu kapan mas makannya? Kalau begitu syifa yang menyuapi mas yusuf" kata syifa.


Kemudian syifa menyuapi yusuf dan sesekali syifa mengarahkan tangan yasmin untuk menyuapi mas yusuf pula.


Setelah usai makan malam, yasmin mulai melangkah menuju kamar untuk istirahat dan yusuf mengantarkan yasmin ke kamar. Dan memastikan yasmin sudah tertidur dg pulas, dan mengecup keningnya.


Dimalam yang hening dan sunyi yang hanya terdengar suara rintik hujan, yusuf ingin menonton tv terlebih dahulu ditemani syifa, yusuf tidur di pangkuan syifa di sofa panjang, lampu sudah dimatikan dan pencahayaan hanya bersumber dari tv yang dihidupkan. sambil menikmati film yang sedang diputar yusuf memulai obrolan dengan syifa.


"Syifa?" Sapa yusuf.


"Iya mas" jawab syifa dengan memainkan rambut yusuf yang ada di pangkuannya.


"Doakan mas selalu, agar mas bisa adil untuk kalian berdua, mas akan berusaha bersikap adil untuk kalian" pinta yusuf.


Mendengar ucapan yusuf, hati syifa begitu tersentuh. Kenapa bisa syifa merasa cemburu saat yusuf dengan yasmin? Sedangkan suaminya sedang berusaha dengan keras untuk berlaku adil dan itu lebih sulit dibanding menahan rasa cemburu.


"Iya mas, syifa selalu berdoa, agar mas diberi kekuatan untuk berlaku adil, dan semoga rumah tangga kita selalu tentram dan damai" jawab syifa dengan lembut yang kemudian mengecup bibir yusuf.


Setelah film berakhir, syifa hendak tidur dan yusuf mengikuti syifa dibelakang. Melihat yusuf yabg akan tidur bersamanya, syifa kemudian berbalik badan dan menyuruh yusuf tidur bersama yasmin.


"Mas, mas tidur sama yasmin ya. Yasmin lebih membutukan mas yusuf" perintah syifa.


Kemudian yusuf menuruti perintah syifa.


Yusuf berlalu ke kamar yasmin. Dan langsung menempatkan posisi tidur disebelah yasmin. Yasmin terbangun saat Merasa ada yang tidur di sebelahnya. "Mas yusuf?".


"Iya yasmin, ada yang kau inginkan?" Tanya yusuf yang sudah tidur di sebelah yasmin.


"Kenapa mas tidur disini? Seharusnya mas tidur dengan mbak syifa" kata yasmin.


"Tapi kenapa yas?" Tanya yusuf.


"Sudah 2 hari mas yusuf bersama yasmin dirumah sakit meninggalkan mbak syifa, jdi sekarang seharusnya mas ada bersama mbak syifa. Yasmin mohon mas sekarang ke kamar mbak syifa" jelas yasmin.


Yusuf kemudian keluar dari kamar yasmin, bukan untuk beralih ke kamar syifa, melainkn yusuf lebih memilih tidur di sofa ruang tengah. Sungguh ini benar-benar bukan kehidupan pernikahan yang yusuf inginkan, selalu dihadapkan 2 pilihan.


Jangan lupa bentu like ya gaisss๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ˜‰