
**Sayyidina Ali berkata :
Sabar itu ada tiga;
Pertama Sabar dalam menjalankan ketaatan.
Kedua Sabar dalam meninggalkan Kemaksiatan.
Ketiga Sabar atas musibah yang menimpa.
terjemah kitab 'Daqaiqul Akhbar',
karya Abdurrahman Al-qadhi.
halaman 51**.
🌹*
Yusuf benar-benar tidak tega melihat keadaan yasmin yang seperti ini. Yusuf yang sedang menemani yasmin tanpa sengaja tertidur karna kelelahan. Dan terbangun saat yasmin juga terbangun dari tidurnya dan mulai memberontak masih tidak terima dengan keadaannya sekarang.
"Hancur, duniaku hancur" tangis yasmin. Mendengar suara yasmin, yusuf segera bangun dan mencoba menenagkannya.
"Apa yang kau katakan? Dunia siapa yang hancur? Kau masih punya duniamu sendiri" kata yusuf.
"Dunia? Apa maksudmu? Sekarang duniaku gelap, hanya dipenuhi satu warna. Ini bukan duniaku" tangis yasmin yang masih meronta-ronta. yusuf tak sanggup melihat yasmin yang kini begiyu frustasi.
"Dengarkan aku, kau wanita baik. Kebaikanmu luarbiasa. Dan kebaikanmu yang akan memberi warna berbeda di hidupmu" ucap yusuf dengan lembut, berharap yasmin berhenti memberontak.
"Kenapa aku tidak matiihiii" ucap yasmin dengan menangis.
"Apa yang kau katakan? Butamu adalah anugrah jika kau ikhlas menerimanya, itu adalah ladang pahala untumu" yusuf terus berusaha menenangkan yasmin yang tak henti menangis.
Dan terdengar suara pintu terbuka, itu adalah ibu yasmin. Ibu yasmin segera mengahmpiri yasmin yang masih menangis.
"Apa itu ibu?" Tanya yasmin.
Ibu yasmin memberi isyarat pada yusuf untuk keluar, dia ingin menenangkan putrinya. Yasmin langsung memeluk ibunya dan menangis tersedu sedu.
"Yasmin buta bu, yasmin buta. Yasmin sudah tidak bisa melihat ibu, yasmin tidak bisa melihat orang-orang yang yasmin sayangi" kata yasmin kepada ibu.
"Ibu tau, ibu bangga denganmu sayang" ucap ibu dengan mendekap yasmin erat.
"Siapa bilang? Mata yasmin boleh saja buta, tapi hati yasmin tidak boleh buta. Ibu tau ini berat sayang, tapi yakinlah, akan ada kebahagiaan setelah kesusahan" kata ibu dengan mengelus kepalaku.
"Apa yasmin bisa bahagia tanpa mata?" Tanya yasmin polos.
"Tentu saja bisa, kau punya orang-orang yang sangat begitu menyayangimu, dan bahagia itu saat berada di sekeliling orang yang menyayangi kita" jelas ibu.
"Apa yasmin bisa hidup tanpa mata buhuu" tanya yasmin lagi.
"Yang terpenting hati kamu jangan buta sayang, ibu bangga sekali sama kamu, kamu menyelamatkan mbak syifa itu adalah keputusan terbaik dan dewasa. Kau memeikirkan keselamatan orang lain waktu itu, ibu bangga sekali punya yasmin" ibu yasmin semakin mendekap erat tubuh yasmin.
"Setiap sesuatu yang sudah digariskan Allah pasti ada hikmahnya, bersyukurlah sayang. Pikirkan hikmah apa yang kau dapat dari kejadiaan ini" tambah ibu.
"Apa yasmin punya salah sehingga Allah mencabut penglihatan yasmin?" Tanya yasmin.
"Ini bukan hukuman, tapi anugrah. Karna kau menolong orang, berdoalah dan ikhlaskan apa yang terjadi. Semoga bisa menjadi pahala yang besar untukmu. Bersyukurlah sayang, diluar sana masih ada yang kurang beruntung dari kamu.
Ada yang dari lahir sudah tidak bisa melihat, dia belum pernah melihat wajah ibunya, ayahnya. Keluarganya, bahkan dia tidak tau bagaimana bentuk bunga, daun. Tapi mereka kuat, mereka menjalani hidupnya dengan penuh syukur" nasehat ibu membuatku tenang, dan mulai berpikir jernih, tidak seharusnya yasmin menolak atas tadir yang sudah di gariskan Allah. Seharusnya aku tetap bersyukur dan ikhlas menerima keadaan.
Memaksa diri berbahagia adalah cara mengimani qadha dan qadar, jangan sampai karna terlalu sering ngeluh menyebabkan kita gam percaya taqdir.
~Gus Baha'
🌹
"Bu, yasmin ingin istirahat" kataku memepas pada ibu, aku ingin merenungi segala kesalahanku.
"Iya sayang, istirahatlah" ibu kemudian mencium keningku dan pergi meninggalkanku istirahat.
Sebenarnya aku ingin waktu sendiri, memikirkan, apakah butaku ini sebuah anugrah atau justru hukuman?.
Hukuman karna mataku selalu melihat dan mengharapkan seseorang yang jelas-jelas haram untuk ku pandang dan ku harapkan .
seharusnya aku bersyukur, dengan tiadanya penglihatanku. Semoga dosaku berkurang. Dari yang biasanya aku melihat seorang yang haram ku lihat, kini aku tidak bisa melihatnya.
Memang seharusnya aku bersyukur dan ikhlas. Allah memberikan prnglihatan untukku, seharusnya aku tidak mempergunakan untuk memandang seorang yang haram untuk kupandang.Semua adalah milik Allah, Dan sekarang Allah mencabut penglihatan itu, supaya dosa zina mata tidak terus ku tumpuk. Anugrah butaku ini harus ku syukuri dan kuterima dengan lapang dada.
Tuan, ikhlasku kini diuji saat mata ini tak bisa menatapmu lagi, hanyalah rasa yang masih tertinggal di hati.
Dont forget to like 👍🏻👍🏻 and comment 😉