You Are My True Love Sir!

You Are My True Love Sir!
9



Jika kau mencintai sesorang, biarkan ia pergi. Kalau ia kembali, ia adalah milikmu. Bila tidak, ia memang tidak penah jadi milikmu


Khalil Gibran.


🌹


10 hari setelah kepergian yusuf, Rehan dan yasmin mulai menata hidup mereka kembali. Yasmin perlahan juga sudah mulai melakukan aktifitasnya, meskipun tersa berbeda saat tidak ada yusuf lagi disisnya.


Sedangkan Rehan, semenjak 7 hari kepergian yusuf, ia sudah mulai berangkat bekerja dan berkatifitas seperti biasanya.


"Rehan mau kemana nak?" Tanya yasmin saat melihat rehan buru-buru mau pergi.


"Eh umi, rehan mau ke yayasan."


"Om pras tadi nelfon katanya ada urusan yang harus rehan selesaikan" jelas rehan.


"Yaudah ya umi, rehan pergi sekarang, solanya udah ditunggu."


Rehan segera berpamitan dengan yasmin dan melajukan mobilnya menuju yayasan milik abinya yang berjarak 20 KM dari rumah.


🌹


"Assalmualaikum om."


Rehan masuk ke ruang abinya dulu biasa bekerja atau sekedar bersantai.


"Han, duduk om mau ngomong sama kamu."


Obrolan seriuspin dimulai, terlihat dari raut om pras yang mulai serius.


"Han, kita harus segera mencari pengganti abimu."


Rehan tersentak mendengar ucapan itu, kata-katanya cukup mengganggu di telinga Rehan.


"Ah bukan, bukan seperti itu han, maksut om, yayasan saat ini sedang tidak ada yang mengurus, sedangkan harus ada hal yang segera disahkan oleh ketua yayasan."


"Jadi maksut om adalah,kita harus segera memilih ketua yayasan, om tau kamu sibuk sekali dengan pekerjaanmu" jelas pras.


Rehan kini mengerti arah pembicaraan om pras, ia ingin menyalonkan diri sebagai ketua yayasan yang baru.


Rehan tak mengerti motif pras, tapi bukankah memang sepantasnya, setelah meninggalnya yusuf, praslah yang pantas menggantikan posisi abinya.


Meskipun yayasan itu sudah diwakafkan yusuf untuk kepentingan umum, tetap saja otomatis yang berhak atas kepemimpinan yayasan itu adalah dari keluarga yusuf, namun kali ini rehan memtuskan pras lah yang pantas memimpin.


Lagipula, om pras juga sahabat yusuf dari dulu, dia juga ikut andil dalam perkembangan yayasan ini.


"Om saja yang jadi ketua yayasan" ucap rehan dengan pasti.


"Ah ngga, han, maksut om bilang seperti itu bukan karan om ingin menggantikan abi kamu tapi karna-" belum selesai pras berbicara, rehan sudah memotong pembicaraannya.


"Tidak ada yang menggantikan abi, om hanya perlu mengisi jabatan itu"


"Saya permisi assalamualaikum." Rehan nampak tidak terlalu tertarik dengan pembicaraan pagi ini, bagaimana bisa ia berpikir kalau dia menggantikan abi?.


"Ah rehan tunggu dulu" ucap pras saat rehan bangkit dari duduknya.


"Kamu sepertinya telah melupakan sesuatu."


Rehan mengernyitkan dahinya tidak mengerti.


"Kamu melupakan wasiat abi kamu, bukankah kamu sudah berjanji akan segera melamar putriku?." Ucapan pras mampu membuat memori 2 minggu yang lalu berputar kembali, saat abinya membicarakan hal itu.


Rehan terdiam sejenak, memang jelas waktu itu abinya menyuruh untuk segera melamar putri om pras.


"Saya akan tetap menikahi putri om" ucap rehan jelas dengan senyum sedikit dipaksakan.


"Besok saya akan melamarnya." Begitulah rehan mengambil keputusan, ia ingin dengan segera memenuhi wasiat abinya, di hati kecil rehan, ini begitu berat karna dia harus melepas satu nama yang berhasil membuat rehan terpesona dengan keberaniannya.


Sudahlah, kali ini rehan segera pulang dan memberitahu uminya tentang hal ini.


🌹


(Di Rumah Sakit)


Setelah dari Rumah memberithu yasmin, kini rehan pergi ke rumah sakit karna ada panggilan mendadak.


Rehan langsung mencari keberadaan hammam yang tadi menelponnya.


"Eum.. suster."


"Iya dokter rehan?."


"Lihat dokter hammam?" Tanya Rehan.


"Ah tadi dia izin makan siang dok."


"Apa? Makan siang" tanya rehan memastikan.


"Iya." Kali ini Rehan dikerjai oleh hammam, dia bilang tadi ada urusan penting sampai menelpon dihari liburku, dasar anak itu.


Rehanpun menghampiri hammam yang berada di Restoran depan Rumah sakit.


"Ketemu!" Kata rehan saat mendapati keberadaan hammam, Rehan menghampiro hammam dengan penuh emosi geram.


"Dasar! Lo bilang tadi ada urusan penting, urusan apa woy" ucap rehan dengan nada kesal.


"Urusan perut han, penting, udah sinilah duduk dulu." Hammam mulai merayu Rehan dengan mulai mendudukkan tubuh rehan di kursi.


"Gue udah pesenin buat lo, asal lo tau ya, gue tu kangen sama lo" ucap hammam agar rehan tak marah padanya.


Tapi kali ini rehan sedang tak ingin bercanda, ia lebih memilih diam dan menuruti perkataan hammam.


"Cerita han kalau ada masalah?" Tanya hammam menyelidik saat melihat sahabatnya itu murung dan lbih banyak diam.


Di lain sisi, Ita juga baru saja sampai di Restoran itu, ia juga melihat keberadaan hammam dan Rehan.


Ita senang bisa melihat rehan yang akhir-akhir ini susah sekali dijumpai keberadaannya di rumah sakit. Tapi disisi lain ita juga tidak ingin mendengar ucapan rehan 5 detik yang lalu.


"Gue mau lamaran" jawab rehan saat ditanya masalah yanh kini sedang dipikirkan.


Hammam tersedak saat mendengar ucapan rehan itu.


"Mau nglamar siapa? Emang lo punya cewe." Hammam tak percaya dengan ucapan sahabatnya itu.


"Gue juga ngga tau cewenya siapa." Jawaban rehan justrus membuat hammam tertawa ngakak. Mana ada mau nglamar cewe tapi ngga tau cewenya siapa, dasar aneh.


Ita mendongakkan kepalanya, sembari mengipas-ngipas matanya. Sekuat tenaga ita menahan air mata yang ingin sekali jatuh bercucuran, hari ini dunia ita seakan hancur.


Sudah tidak ada lagi kesempatan untuknya, karna besok, laki-laki itu akan segera melamar seorang gadis, yang tentunya ia pasti gadis yang baik karna akan bersanding dengan laki-laki yang baik pula.


smartphone ita berdering,panggilan dari ayahnya.


"Ita pulang sekarang ya, ayah mau ngomong" ucap ayahnya. Daripada ita semakin sakit mendengar lanjutan cerita lamaran Rehan, lebih baik ita segera pergi saja.


-


"Serius han, lo mau nglamar siapa?" Tanya hammam.


"Anaknya sahabat abi" jawab rehan dengan nada malas.


"Beeehhh, kalau abi yusuf yang milihin jodoh mah, kayaknya itu cewe sholihah dah han, ngga mungkin juga kan abi lo asal milih,pasti buat lo dipilihin yang bener cakep+ sholihah" ucap hammam mencoba menenangkan sahabatnya kalau perjodohannya bukanlah hal yang buruk.


"Kalau masalah itu perempuan yang dipilihin abi sih sebenarnya ngga terlalu aku pikirin mam."


"Lah trus? Lo stres dibagian mana?" Tanya hammam.


"Masalahnya akhir-akhir ini selalu ada bayangan cewe di otak gue, dan cewe itu juga dateng di mimpi gue setelah gue istikharah masalah perjodohan ini"


"Jadi maksutnya gimana coba, gue istokharah untuk memantapkan hati gue tentang perjodohan itu, tapi dimimpi gue cewe itu dateng" jelas rehan yang bingung dengan maksut mimpinya.


"Lo kenal cewe di mimpi lo?."


"Kenal."


hammam mencoba menganalisa dengan memasang raut serius "Nah mungkin aja maksutnya lo jangan nrima perjodohan ini, mungkin maksutnya lo harua perjuangkan cewe yang ada si mimpi lo."


"Gue takutnya kalau mimpi gue semalem datangnya dari setan, gue takut itu tipu daya setan, jadi gue memutuskan untuk mengiyakan perjodohan itu, setidaknya ini adalah wasiat abi yang harus gue lakuin" raut wajah rehan terlihat pasrah.


"Semangat bro" ucap hammam dengan menepuk pundak rehan.


"Apa perlu gue bedah saraf lo, trus gue seetinh ke pengaturan pabrik sebelum lo kenal tu cewe yang selalu di otak lo itu?"


"Biar ngga muncul lagi di otak lo." Hammam berusaha menghibur Rehan dengan ucapannya yang nyleneh itu.


"Otak lo aja dulu tuh lo cuci" balas Rehan.


🌹


(Di Rumah Ita)


"Ada apa yah" suara ita terdengar lemas, ita sedang tak bersemangat samasekali.


"Ita besok kamu akan dilamar." Blusssshhhhh seperti ada angin kutub yang mampu membekukan tubuh ita.


"Hah? Ayah bercanda kan?"tanya ita memastikan berharap ucapan ayahnya itu hoax.


"Hari ini,calonmu sendiri yang memutuslan akan melamarmu besok" jelas pras.


Ita tak bisa bernapas kali ini, Allah... apa lagi ini, belum juga kering rasa sakit saat mendengar dokter rehan akan lamaran. Kini ia juga mau dilamar besok?.


Ita tak bisa membantah lagi, selama ini ita selalu menuruti setiap perkataan ayahnya. Ita tidak ingin mencari masalah, karna semenjak ibu ita meninggal, rasa kasih sayang ayahnya sedikit berbeda, ia selalu memarahi ita saat ia tak menurut.


Ita lebih baik diam, bangkit dari duduknya, dan mengisolasi diri di dalam kamar. Hati dan pikiran ita kini sedang kacau, tak tau arah, dan sangat absurd.


Ita menghela napas panjang, di saat seperti ini, ia tau apa yang sedang ia butuhkan. Ia segera mengambil air wudlu, melakasan sholat dhuha kemudian melantukan ayat suci alqur'an.


"Ya Allah, jika memang ini takdir yang telah Engkau tetapkan, hamba mohon kuatkan hati hamba, hilangkan perasaan hamba terhadap laki-laki yang tak pantas lagi hamba harapkan. Hanya di doa spertiga malam, hamba mengakui kalau hamba mencintainya Ya Allah,"


Tangis Ita pecah tak bisa dibendung lagi, kemudian ia membuka alqur'an bersampul merah jambu pemberian ibunya saat ita berhasil menyelesaikan kitab Yanbu'a-nya.


Segala sesuatu yang terus diulang itu membosankan, kecuali Al-Qur'an. Mendengarnya adalah pahala, membacanya adalah pahala, apalagi sampai menghapalnya. Maka biasakanlah untuk menghiasi diri kita dengan al-quran.


-


Dilain tempat, dispertiga malam, Rehan terbangun untuk melaksanakan sholat sunnah tahajud. Rehan bersujud disholatnya, merendahkan dirinya serendah-rendahnya dihapadan Allah, sungguh dia merasa dirinya paling hina dan rendah.


Setelahnya, Rehan Meminta kepada Allah agar ia diberi kemantapan, semoga apa yang Rehan ambil adalah keputusan yang tepat dan di Ridhai oleh Allah. Dan teruntuk gadis yang ia simpan dalam hati, semoga Allah lekas menghapusnya dari hati Rehan.