
Saat yusuf masih bersama yasmin, terdengar ketukan pintu beserta ucapan permisi. Itu adalah syifa. Syifa masuk ke kamar rumah sakit.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumussalam. Mbak Syifa ya?" Tebak yasmin.
"Maaf mbak ganggu" kata syifa.
"Mas, ini syifa bawakan beberapa baju mas, untuk beberapa hari kedepan mas bisa menemani yasmin di rumah sakit" tambah syifa dengan menaruh tas berisi beberapa pakaian yusuf.
"Mbak, yasmin nggapapa kok, mas yusuf biar tidur dirumah saja tidak usah menemani yasmin, yasmin sudah ada ibu dan ayah yang menemani" tolak yasmin.
"Yas, mbak tahu kamu butuh mas yusuf sekarang, sudah jangan menolak" ujar syifa sembari memegang pundak yasmin.
"Mas, syifa tinggal dulu ya, syifa mau beres-beres rumah" pamit syifa.
Yusuf hanya mengangguk sambil tersenyum tanda mengiyakan.
Tak lama setelah syifa pergi, datang dokter yang akan memeriksa keadaan yasmin, dan dokter bilang dua hari lagi, yasmin boleh pulang.
Mendengar itu, yasmin begitu senang, karna akhirnya dia bisa pergi dari rutinitas yang membosankan di rumah sakit.
"Kalau kesehatan mbak yasmin semakin membaik, maka semakin cepat pula mbak yasmin bisa pulang ke rumah. Mbak yasmin harus rutin minum obatnya ya" kata dokter.
"Iya dokter pasti, nanti saya akan ingatkan untuk minum obatnya" jawab yusuf.
"Kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter yang kemudian meninggalkan yusuf dan yasmin.
"Kamu dengar kan kata dokter tadi, obatnya jangan lupa diminum, sudah. Sekarang kamu istirahat ya" perintah yusuf.
"Bagaimana aku bisa istirahat mas, aku masih pakai baju pengantin yang gerah dan makeup yang sangat mengganggu" keluh yasmin.
"Yasudah sini, mas bantu gatiin bajunya" kata yusuf dengan mulai melepaskan kancing baju yasmin yang berada di belakang.
Yasmin sama sekali tidak menolak tawaran yusuf, karna sekarang mereka adalah pasangan suami istri. Lalu yusuf mengganti jilbab yasmin menjadi jilbab bergo sederhana, dengan penuh perhatian, yusuf memakaikan jilbab yasmin.
Lalu kemudian menghapuskan make up yasmin.
"Sudah, sekarang istirahat ya" perintah yusuf sambil membelai pipi yasmin.
Dan yasmin hanya menjawab dengan anggukan. Dengan pulas yasmin terdidur, mungkin karna dia kelelahan. Yusuf belum beranjak, dia masih menemani yasmin, pandangan yusuf tidak beralih dari wajah polos yasmin. Tangan yusuf masih menggenggam erat tangan yasmin.
"Aku janji, aku akan menjagamu" bisik yusuf dengan lirih diakhiri kecupan di kening yasmin.
Ke esokan harinya, yusuf membereskan barang-barang yasmin. Hari ini adalah hari terakhir yasmin di rumah sakit, dengan telaten yusuf membereskan bawaan yasmin. Dan yasmin hanya terduduk diam di ranjang pesakitan. Setelah membereskan semuanya, yusuf krmudian mengabari syifa. Setelah itu yusuf menyiapkan kursi roda untuk yasmin.
"Sudah, sekarang kita bisa pulang" kata yusuf. Mendengar itu, yasmin langsung menurunkan kakinya ke lantai. Dengan berpegangan tangan yusuf, yasmin hendak berjalan.
"Loh, sini duduk, mas sudah siapkan kursi roda" kata yusuf sambil menuntun yasmin untuk duduk di kursi roda.
Ekspresi yasmin menunjukakn kebingungan.
"Kenapa harus pakai kursi roda? Aku bisa berjalan keluar mas, asalkan mas menuntun jalanku" jawab yasmin yang merasa tidak nyaman menggunakan kursi roda.
"Nggak, pokoknya kamu pakai kursi roda aja, mas nggak mau kamu kecapean" jawab yusuf.
Mendengar jawaban yusuf, yasmin tertawa tipis.
"Mas, jalan sebentar ngga akan bikin capek mas" kata yasmin mengeles.
Digendong mas yusuf itu pasti akan jadi momen yang romantis tapi tidak di rumah sakit, orang-orang pasti akan mengira lebay.
"Yasudah pakai kursi roda saja" jawabku. setelah berfikir sebentar.
Dengan segera yusuf membawa yasmin pulang.
Mobil yusuf melaju dengan kecepatan sedang, diiringi murottal alquran yang yusuf putar, alquran bukan untuk dijadikan mengisi waktu luang, tapi sebisa mungkin kota meluangkan waktu untuk alquran, begitulah yang mas yusuf pernah katakan padaku sewaktu aku masih berseragam putih abu-abu, mas yusuf adalah guru terbaik di kehidupan yasmin, nasehat-nasehatnya mampu meneduhkan hatiku.
🌹
Sesampainya di depan rumah, yusuf membukakan pintu untuk yasmin sambil memapak yasmin menuju ke dalan rumah. Di depan pintu sudah ada syifa yang menyambut yasmin dan yusuf.
"Assalamualaikum syifa" salam dari yusuf.
"Waalaikumussalam mas" kata syifa sambil mencium punggung tangan yusuf. Dan membawa barang bawaan yusuf.
Lalu yusuf memapak yasmin untuk masuk ke dalam.
"Yasmin, mau mbak buatkan teh hangat?" Kata syifa sambil berjalan di belakang.
"Tidak usah mbak, teima kasih" jawab yasmin.
"Yasudah, syifa taruh pakaian yasmin dulu" kata syifa sambil membalikkan badannya.
"Mbak" tegur yasmin yang duduk dengan pandangan kosong. Panggilan yasmin membuat syifa menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah yasmin.
"Terima kasih" kata yasmin dengan pandangan kosong.
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
Hari akan berganti malam .
Yusuf memerintahkan kedua istrinya untuk segera mengambil wudlu dan sholat maghrib berjamaah.
Syifa yang hendak mengambil wudlu teringat pada yasmin. Syifa kemudian menghampiri yasmin yang berada di kamar. Kekhawatiran syifa benar terjadi, yasmin bingung dimana tempat mengambil wudlu. Ia berjalan meraba raba dengan tongkat ditangannya. Dengan segera syifa Menghamiprinya dan menuntunnya ke tempat wudlu.
Dengan sabar syifa membantu yasmin berwudlu. Lalu menuntunnya untuk berjamaah ke kamar yang dulunya diisi syifa dan yusuf, tapi sekarang ditempati yasmin. Sholat dilakukan dengan khusyuk. Seusai sholat dan berdzikir, yusuf menghadap ke dua istrinya.
Sudah menjadi rutinitas syifa dan yusuf tatkala usai sholat maghrib, syifa diperintahkan yusuf untuk membaca alquran atau menyetor hafalan qurannya kepada yusuf. Semenjak menikah dengan yusuf, syifa mulai menyetorkan hafalan qur'an kepada yusuf. Yasmin dengan pandanagn kosong, bingung dengan apa yang akan ia lakukan. Ia sekarang sudah tidak bisa membaca alquran karna matanya buta.
"Mas"panggil yasmin yang berada di sebelah syifa.
"Iya?".
"Aku juga ingij kau menyimak bacaan qur'anku" kata yasmin sambil berkaca-kaca.
"Apa sekarang aku tidak bisa lagi merasakan nikmatnya membaca alqur'an?" Tambah yasmin.
Mendengar pertanyaan yasmin membuat hati yusuf merasa tersayat.
"Kamu tidak perlu khawatir, mendengar lantunan alquran pun adalah pahala, dan pahalanya sama seperti orang yang mebacanya" ucap yusuf untuk menguatkan yasmin yang mulai menitihkan air mata di pelukan syifa.
"Sudah jangan menangis. Syifa, sekarang kamu setor hafalan kamu" kata yusuf sambil mengusap air mata yasmin. Dan syifa mulai melantunkan surah Al Mulk berharap agar yasmin ingat kalau dia punya Allah yang maha kuasa yang merajai bumi dan langit. Dengan infah syifa melantunkan surah Al Mulk. Yasmin menikmati bacaan syifa dan mulai menghapus air matanya.
Sungguh indah kehidupan rumah tangga yang berisikan kerukunan dan di landasi rasa cinta kepada Allah.