
hari ini adalah hariku diperbolehkan pulang dari rumah sakit. aku sangat antusias dengan kepulangannya.
"yeaayy pulanggg"ucapku girang saat mad yusuf baru masuk ke ruang inapku setelah menyelesaikan administrasi.
yusuf hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu, usianya sudah 22 tapi kelakuannya macam anak abg 17 tahun. mskipun wajah yasmin memang masih pantas jadi anak 17 tahunan.
"bahagia banget si istriku ini" ucap yusuf dengan melabuhkan satu kecupan dipipi kananku.
"hih mesum" jawabku sdikit merajuk.
tapi mas yusuf malah tertawa terkekeh, ngga tau apa istrinya lagi pura-pura marah.
"marah?" tanya mas yusuf.
aku hanya memajukan sedikit bibir bawahku,aku tidak benar-benar marah,mana ada istri yang marah saat suaminya mengecup sang istri. tapi aku ingin tau apa yang akan dilakukan mas yusuf.
"maaf yaa, kalau kamu ngga suka, tapi jangan marah,ngga boleh tau bermuka masam didepan suami" ucapan mas yusuf membuatku tersadar bahwa tidak baik apa yang aku lakukan ini. dengan spontan aku kecupkan bibirku ke pipi mas yusuf.
"siapa yang marah?" ucapku tersenyum.
"ooo udah berani main cium-cium ya sekarang?" mas yusuf menggelitiki pinggangku, itu membuatku tak bisa menahan tawa.
"mas sudah mass" aku berusaha menghentikan gelitikan mas yusuf.
"iya-iya, kita pulang sekarang ya"
mobil mas yusuf melaju membelah jalanan ibukota yang cukup padat.
"mas?."
"iya?" pandangan mas yusuf tidak lepas dari jalanan.
"kita ke makam mbak syifa dulu ya?" pintaku.
mas yusuf sedikit kaget mendengar permintaanku, tapi ia mau menurutiku.
sesampainya dipusara mbak syifa, aku bacakan tahlil dan juga surat yasin. setelahnya aku ucapkan terimaksih sudah mendonorkan matanya untukku,aku janji aku akan menjaga mata ini.
tak lama kemudian aku dan mas yusuf melanjutkan perjalanan untuk kembali ke rumah.
jubah hitam malam mulai menyelimuti bumi, Adzan Maghrib sudah berkumandang, tepat saat aku dan mas yusuf sampai dirumah.
"mas? hari ini jama'ah dirumah ya mas, aku belum pernah melihat langsung saat mas mengimamiku" pintaku.
mas yusuf menimpali dengan senyuman.
kubasuh wajahku dengan air wudlu. sebelum mad yusuf selesai berwudlu, aku segera menyiapkan sarung,peci dan sajadah yang kugelar tepat didepan sajadahku. ini yang biasa dilakukan mbak syifa, aku belajar banyak dari mbak syifa.
seusai sholat maghrib dan isya, aku segera menyiapkan makan malam untuk mas yusuf. aku akan melayani suamiku dengan sepenuh hati, belajar menjadi istri yang baik.
setelah makan malam mas yusuf minta aku temani untuk nonton tv sebentar.
sungguh selama pernikahanku dengan mas yusuf, tak pernah dia mengakku menemani kegiatannya, dan ini benar-benar membuatku bahagia.
aku duduk di sisi kanan mas yusuf sembari bersandar di pundaknya yang teduh. aku sama sekali tidak menyukai acara tv yang mas yusuf tonton. aku lebih suka memperhatikan wajah tampan suamiku. menatap lekat wajahnya. beberapa kali ku mainkan jariku berseluncur di hidung mancungnya, aku juga baru sadar ia punya bulu mata yang lentik. sentuhanku tak membuatnya membuyarkan fokusnya menonton sepak bola. sebelum acara tv selesai, aku sudah terlebih dahulu tidur di pundaknya, samapai suara lembut mas yusuf membangunkanku.
"heeiii, bangun sayang" ucap mas yusuf, aku segera bangun.
"mas minta kamu ambil wudlu sekarang ya"
aku heran sekali kenapa mas yusuf memintaku berwudlu, tapi tak ada kata penolakan dari mulutku.
aku menyusul mas yusuf yang sudah ada dikamar. aku semakin tak mengerti mas yusuf menggelarkan dua sajadah dan menyiapkan mukenahku. padahal tadi kan sudah sholat isya, kalaupun sholat tahajud, bukankah harus tidur terlebih dahulu? dan mas yusuf belum tidur sedari tadi.
"kita dirikan sholat sunnah 2 rakaat dulu ya."
"tapi buat apa mas?"
"sudah ikuti saja" mas yusuf segera mengambil posisi didepanku sebagai imam sholat.
seusai sholat, mas yusuf mendudukanku di ranjang, salah satu tangannya diletakkan di ubun-ubunku, aku mengamini setiap doa yang dilangitkan suamiku.
dibukanya mukenahku, kemudian jilbab yang menutup rambutku, mas yusuf juga mengurai rambut hitam panjangku. malam ini aku dan mas yusuf melakukan ibadah suami istri yang pertama kalinya setelah menikah selama satu bulan, ini pertama kalinya mas yusuf menyentuhku.
pukul 3 pagi, aku terbangun, menatap suamiku yang masih tertidur pulas. aku kembali memainkan jariku diwajahnya. ia sedikit terusik dengan sentuhanku, taoi tidak membuatnya bangun. aku putuskan untuk mandi besar terlebih dahulu sebelum membangunkan mas yusuf untuk sholat tahajud.
mas yusuf pernah bilang,kalau dia sangat merasa rugi jika meningalkan tahajud. dan mas yusuf pernah meminta tolong mbak syifa untuk membangunkannya saat ia belum kunjung bangun untuk sholat tahajud. dan sekarang, aku yang akan membangunkan suamiku itu.
aku basahi telapak tanganku. ku usap perlahan ke wajah mas yusuf, ini adalah cara efektif untuk membangunkannya.
"bangun mas, sudah jam 3."
segera mas yusuf bangun segera menuju kamar mandi.
mas yusuf mengimami sholat tahajudku. aku sempat menitihkan air mata bahagia saat sholat. setelah semua yang kulalui, dari belajar mengikhlaskan mas yusuf menikah dengan orang lain, mengikhlaskan penglihatanku, sampai ujian batin saat mendengar mas yusuf akan menceraikanku. dan akhirnya aku menikmati rumah tangga yang begitu damai bagiku,surga kecilku. semoga Allah segera melengkapi pernikahanku dan mas yusuf dengan satu anggota keluarga baru.
mas yusuf mengambil alqur'an kecil di mejanya,ia baca surat ar rahman dengan indah dan fashih, aku sangat bersyukur bisa menikah dengan mas yusuf. yang mampu menuntuku menjadi yang lebih baik. dari aku yang jarang sholat tahajud dan membaca alquran, setelah aku mengenal mas yusuf mengajariku untik mengisi waktu liang dengan membaca alquran. mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya. karna kita tidak pernah tau kapan ajal akan menjemput.
"setelah ini mas mau jamaah shubuhnya di masjid ya, kamu sholat dirumah ya".
aku menimpali ucapan mas yusuf dengan anggukan kecil.