
Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberilan jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
~Q.S. Ath Thalaaq [ 65 ] : 2-3
🌹
Pagi-pagi sekali, ibu adam pergi ke alamat yayasan peduli seperti yang rehan sarankan, semoga ada kabar baik untuk menolong biaya pengobatan adam.
"Assalamualaiku, permisi mbak" salam ibu adam saat memasuki ruangan salah satu karyawan yang bekerja disana.
Karyawan tersebut mempersilahkan ibu adam untuk duduk,
"Wa'alaikumussalam ibu, ada yang bisa kami bantu?."
Ibu adam menyodorkan brosur pemberian dokter rehan pada karyawan tersebut,
"Apa anak saya bisa menerima bantuan biaya pengobatan seperti yang tertera disitu mbak?."
"Maaf ibu, kami memberikan bantuan bebas biaya bagi anak penderita kanker yang yatim piatu." Jelasnya.
Hati ibu adam tersentak, dadanya terasa sesak, dengan apalagi ia harus membiayai pengobatan anaknya, hutangnya sudah banyak, bunganyapun semakin bertambah, apa yang harus ia lakukan sekarang?
Rasanya seprti benar-benar tak adil, kenapa lebih baik yatim piatu? Kenapa lebih baik tak punya kedua orang tua? Apa yang harus ia perbuat agar ia bisa membiayai pengobatan putra tercintanya?
Ibu adam keluar dari yayasan peduli kenker dengan tangan kosong, bukan hanya tanganya yang koaong, tapi hati dan pikirannyapun kosong, semua beban yang ia pikul sendiri, rasanya ia sudah tak kuat lagi menanggungnya.
Ibu adam memutuskan kembali ke Rumah Sakit, ia ingin bertemu dengan adam.
Disamping ranjang pesakitan adam ia duduk, mengelus lembut pipi putra kecilnya. Sentuhan lembutnya membuat adam tersadar akan kedatangan ibunya.
"Ibu?." Perlahan adam membuka mata berserinya saat melihat ibunya tengah berada di sampingnya.
"Adam sayang, maaf ibu ganggu kamu sayang, istirahat lagi ya." Ibu adam merapikan lagi selimut adam.
"Ibu pasti lelah sekali" ucap adam dengan polosnya.
Denga spontan, ibu adam mengelak, ia ingin selalu terlihat baik-baik saja di depan putranya itu. Meski tak bisa dipingkiri, jiwanya sekarang sedang tidak baik-baik saja.
"Ahh ngga sayang, adam lihat kan, ibu semangat, ibu ceria, dan ibu akan selalu jaga adam." Tanoa disadari, sebulir air mata jatuh dari pelupuk mata ibu adam, tangan mungil adam, menyentuh lembut pipi ibunya dan mengusapnya dengan lembut.
Segores senyum terbit dari wajah ibu adam, "istirahatlah."
Tangan mungil adam yang tadinya menggenggam erat tangan ibunya,perlahan mulai dilepas,pertanda adam sudah tidur.
"Adam sayang,ibu akan selalu memberi yang terbaik untukmu semampu ibu, ibu sayang sekali padamu nak, ibu rela memberiakn apaoun untukmu, termasuk nyawa ibu" ucap ibu adam lirih sembari menangis terisak di samoing adam.
🌹
( di ruang rawat yusuf )
Karna yasmin ada urusan di pondok, terpaksa yasmin harus meningglkan yusuf,taoi tentu saja ia tidak akan meninggalkannya sendirian, sepupu yusuf yaitu sabil sudah ia minta untuk menemani yusuf.
Saat sabil sedang menyiapkan obat untuk yusuf, seorang dokter masuk ke ruangan, tentu itu adalh dokter yang menangani yusuf.
"Assalamualaikum,permisi saya mau cek keadaan pak yusuf, sepertinya hari ini pak yusuf sudah boleh pulang" ucap ita memberikan kabar bahagia.
Ita menjelaskan apa saja yang harus yusuf lakukan setelah keluar dari rumah sakit, seperti istirahat yang cukup, tidur yang cukup, manjaga pola makan dan lain sebagainya.
Rentetan saran yang ita berikan, terputus saat seorang membuka pintu sambil mengucap salam. Semua pandangan beralih pada seorang laki-laki berusia 50 tahun lebih yang baru saja datang itu. Kecuali ita yang sibuk mengatur infus.
"Assalamualaikum,gimana keadaanmu suf?." Suara laki-laki itu berhasil membuat ita mengalihkan perhatiannya.
"Alhamdulillah pram, hari ini sudah bisa pulang" jawab yusuf.
"Ayah" ucap ita spontan saat melihat yang datang adalah ayahnya. Dan dengan segera ita mencium punggung tangan laki-laki tersayangnya itu.
"Ita? Disini rupanya,tdi sebelum ayah ke ruangan ini, tadi ayah cari kamu, tanya sama dokter disini, katanya kamu lagi ada pasien, eh malah ketemu disni."
"Loh? Jadi ini?"
"Ita suf, ini putri aku, namanya anindhita."
"Wah emang kalau sudah jodoh ngga akan kemana" ucap yusuf dengan wajah sumringah serta tawanya, juga pram yang juga ikut tertawa.
Ita sama sekali tidak mengerti dengan apa yang ayah dan abinya rehan ini katakan. Tapi jika ditanya bagaimana perasaan ita saat ini, tentu ita sangat bahagia, karna apa? Karna ternyata ayahnya dan abinya dokter rehan itu soulmate. Entah apa untungnya persahabatan mereka bagi hubungan ita dan rehan, tapi itu mengetahui itu sudah membuat ita sangat bahagia.
🌹
Pukul 5 sore, ita sudah mau meninggalkan rumah sakit, saat ita tengah berjalan, seorang laki-laki memanggilnya dari belakang, "dokter ita?."
Spontan ita menoleh, "iya dok?."
"saya cuma mau bilang Terimakasih dari umi dan abi saya, karna sudah merawat abi selama 3 hari ini."
Ita benar-benar tak menyangka dengan apa yang barusan ia dengar, dokter rehan bilang terimakasih padanya, setelah selama ini pertemuan mereka selalu membahas kecerobohan ita, sekarang ia sedang tidak mendengar ocehan itu dari rehan,tapi yang ia dengar adalah ucapan terimakasih, yaAllah hati hamba rasanya mau terbang.
"Ita?" Rehan mencoba menyadarkan ita yang sedang melamun senyum-senyum sendiri didepannya.
Segera ita sadar dan mengumpulkan fokusnya. " ha?? Iya dok, bukankah itu memabg sudah tanggung jawab saya ya." Ita mencoba berusaha bersikap tenang.
Mendengar jawaban ita, rehan hanya mengangguk dan berlalu bergitu saja setelah mengucapkan salam, meski begitu, ita masih saja tidak bisa menahan senyumnya.
🌹
Malam ini adalah tugas jaga bagi rehan, pukul 10 malam rehan teringat adam, ia ingin mengetahui keadannya, akhirnya rehan memutuskan untuk ke ruangan adam.
Di ambang pintu ruangan adam, rehan melihat adam yang sudah tertidur pulas sendirian, seperti biasa, tidak ada yang menemani anak manis itu, adam benar-benar anak yang kuat. Ibunya saat ini pasti tengah banting tulang untuk membiayai pengobatan adam.
Rehan mulai mendekati adam, menatapnya lekat, begitu banyak nikmat yang Allah berikan padanya, ia masih diberi keluarga yang utuh,keluarga yang kecukupan. Tak seharusnya rehan mengeluh dengan segala masalah yang ia hadapi. Begitulah fikiran rehan saat melihat wajah polos adam.
Saat rehan hendak keluar dari ruangan adam, rehan melihat sepucuk surat beserta brosur yang kemarin rehan berikan pada ibu adam. Rehan biasanya tidak pernah membaca ataupun ingin tahu urusan orang, tapi kali ini, seperti ada dorongan agar rehan membaca surat itu.
Untuk siapapun yang membaca surat ini, saya memutuskan pergi demi anak saya. Adam akan bisa mendapat pengobatan sampai ia sembuh jika saya pergi. Tolong siapapun yang membaca surat ini, ajukan nama adam ke yayasan yang ada di alamat brosur. Berita kematian saya akan diketahui secepatnya. Dan katakan pada adam,kalau ibunya sangat menyayanginya.
Hah?? Apa? Tanpa berpikir panjang, rehan segera bergegas pergi mencari keberadaan ibu adam, tempat yang ia tuju pertama kali adalah restoran depan rumah sakit tempat ibu adam bekerja.
"Bu, apa ibu adam ada disini?atau habis dari sini?" Tanya rehan cemas.
"Tadi sekitar 15 menit yang lalu, ibu adam memang datang ke sini dok, wajahnya lesu dan air mata terua saja berjatuhan dari pelupuknya, ia tadi hanya bilang akan berhenti bekerja setelah itu ia bilang mau pergi ke perempatan jalan raya dok" jelasnya.
Benar dugaan rehan, segera rehan melajukan mobilnya ke perempatan jalan raya.
🌹
"Nak, maafkan ibu, ibu harus melakukukan ini, tapi percayalah, ini ibu lakukan untukmu, agar kamu bisa mendapatkan pengobatanmu sampai sembuh. Ibu memang ibu yang tak bisa diandalkan, selalu menyusahkanmu,ibu menjadi alasan kamu tudak bisa mendapat pengobatan gratis itu, tapi setelah ini, setelah berita kematian ibu, kamu sudah bisa mendapat biaya pengobatan sampai kamu sembuh adam" ucap ibu rehan dengan menangis tersedu-sedu di pinggir jalan raya.
Lampu lalu lintas di bagian utara yang mengatur jalannya kendaraan dari utara ke selatan masih merah, itu adalah jalan khusus kendaraan besar seperi bus atau truk.
Sedangkan lampu lalu lintas di bagian barat yang mengatur jalan dari barat ke timur masih hijau, itu adalah jalan bagi pengendara mobil. Saat ini jalan dari barat ketimur sepi kendaraan, begitu juga jalan arah utara ke selatan yang merupakan jalan provinsi juga tidak ada kendaraan besar yang melintas, mungkin karna ini sudah terlalu larut malam.
Ibu adam sudah berniat akan menabrakkan dirinya saat lampu yang mengatur jalan dari utara ke selatan itu hijau. tapi sepertinya tidak bisa sekarang karna tidak ada kendaraan yang melintas dari arah utara ke selatan.
Namun, dari kejauhan, ibu adam melihat truk yang sepertinya kehilangan kendali,seperti rem blong, Ibu adam bersiap akan melangkahkan kaki nya saat truk itu mulai mendekat ke arahnya. Sekitar jarak 50 m jarak truk itu mulai mendekat ke arahnya, ibu adam mulai melangkah dan berdiri di tengah jalan.
sementara itu, Di jalan arah barat ke timur, ada ita yang sedang menunggu lampu merah, ita yang selalu mengamati keadaan sekitar saat lampu merah,melihat seorang wanita yang tengah berada di tengah jalan, ita pikir ibu itu akan menyebrang, tapi ternyata ia tidak berpindah tempat. Ita mengalihkan perhatiannya ke arah utara, sebuah truk yang kehilangan kendali, sepertinya ibu itu ingin bunuh diri.
ah, ita benar-benar tidak bisa melihat kejadian ini, ita tidak ibgin melihat kecelakaan lagi di deoan matanya. Tubuh ita menggigil tak terkendali, apa yang harus ia lakukan, ia tidak ingin melihat kejadian kecelakaan, itu sama saja akan memberi luka baru untuk ita, trauma yang belum sembuh tentu akan bertambah buruk setelah kejadian ini.
Apa ita putar balik saja? Ah bodoh, manusia apa ita ini, membiarkan seorang yang akan bunuh diri.
Truk itu semakin mendekat, tanga ita sudah keringat dingin, tapi trus sudah berjalan mendekata dan berjarak 20 m lagi dari ibu itu, dalam waktu sekitar 30 detik wanita itu akan tertabrak. Ita semakin tak karuan. Jiwanya tak bisa melihat keadaan sepert ini, tapi hatinya tak bisa membiarkan kejadian ini.
Tak ada waktu lagi, ita sudah memutuskan, dengan mengucap bismillah dalam hati, kaki ita yang bergetar hebat akhirnya menginjak pedal gas, sehingga mobil ita maju dan ita menghentikan mobilnya yang kini berada diantara truk yang masih berjalan dan wanita itu. 30 detik yang begitu menegangkan. Truk itu akhirnya menabrak mobil ita sampai terseret berpuluh-pluh meter da berhasil berhenti.