
Pagi-pagi sekali, syifa datang kerumah sakit menjenguk yasmin, dan ada suatu hal yang ingin ia sampaikan kepada yasmin.
"Assalamualaikum adikku" sapa syifa saat masuk ke ruang inap yasmin.
"Wa'alaikumussalam, mbak syifa?".
"Alhamdulillah kamu mengenali suara mbak" kata syifa.
Yasmin hanya membalas dengan senyuman tipis. Syifa kemudian mendekati yasmin dan duduk di sebelah yasmin yang juga sedang duduk di ranjangnya.
"Mbak mau bicara sesuatu kepada kamu yas" ucap syifa.
"Bicara saja mbak".
"Sebelumnya mbak minta maaf, karna kamu menolong mbak waktu itu, sekarang kamu menjadi buta" ucap syifa. Dengan segera, yasmin menggelengkan kepalanya.
"Mbak, ini sudah takdir yang harus yasmin terima dengan lapang dada, kemarin-kemarin memang yasmin masih tidak terima dengan keadaan yasmin yang buta, tapi sekarang yasmin sudah ikhlas" ucap yasmin dengan menggenggam kedua tangan syifa.
"Hati kamu begitu baik yasmin, mbak benar-benar kagum padamu" syifa memeluk yasmin dengan erat.
"Boleh mbak syifa meminta sesuatu padamu?" Tambah syifa.
"Apa mbak?".
"Mbak mohon kamu menikah dengan mas yusuf. Mbak tidak ingin mendengar kata penolakan darimu yas".
"Mbak ini ngomong apa, yasmin ngga ngerti" jawab yasmin dengan heran.
"Yas, ini bukan karna mbak kasihan atau mbak ingin menebus kesalahan mbak ke kamu, tapi ini karna memang seharusnya kamu dan mas yusuf itu bersatu dalam ikatan yang halal" jelas syifa.
"Mbak, mas yusuf itu suami mbak, lantas apa yang mbak bicarakan. Yasmin benar-benar tidak mengerti" jawab yasmin.
"Yas, mbak tau, kalian berdua itu saling mencintai. Sampai mbak datang ke kehidupan kalian berdua dan merusak semua rencana masa depan kalian, mbak minta maaf, sekarang mbak ingin kalian berdua bersatu" jelas syifa.
"Mbak, itu artinya aku dan mas yusuf itu tidak berjodoh, jodoh yang tepat untuk mas yusuf adalah mbak syifa".
"Mbak mohon, menikahlah dengan mas yusuf, ini permohonan mbak kepadamu yas".
"Apa mbak ingin aku menikah dengan mas yusuf,karna rasa bersalah mbak?" Tanya yasmin.
"Tidak, sungguh tidak yasmin,ini karna mbak sampai sekarang belum bisa memberikan mas yusuf keturunan, dan kemarin mbak sempat priksa ke dokter, dan hasilnya mbak divonis sulit mendapat keturunan dan mbak pikir kamu lah yang pantas untuk mas yusuf mendapatkan keturunan, ini karna mbak melihat kalian berdua masih saling mencintai. Dan mas yusuf masih mengharapkan kalau dirimulah yang menjadi istri mas yusuf. Dengan kamu menikah dengan mas yusuf, itu akan membuat mbak bahagia, karna kebahagiaan kalian berdua adalah kebahagiaan mbak. Pikirlah baik-baik yas, selama ini mas yusuf berpura-pura bahagia hidup dengan mbak, dan mbak ingin mas yusuf benar-benar bahagia dengan kehadiranmu di kehidupan mas yusuf, apalagi hadirnya anak di tengah-tengah keluarga kita,mbak ingin kalian berdua bersatu dalam ikatan yang halal" jelas syifa dengan memeluk yasmin erat.
"Lalu bagaimana dengan mbak?" Tanya yasmin.
"Mbak ikhlas, dan mbak tidak akan menuntut keadilan kepada mas yusuf" ucap syifa dengan menitihkan air mata tanpa diketahui yasmin.
"Yasmin ngga bisa ambil keputusan besar secepat ini mbak".
"Mbak tidak akan meminta jawabanmu sekarang, tapi mbak minta tidak ada kata penolakan dari kamu. Mbak mohon" pinta syifa. Kemudian syifa mencium kening yasmin dan berlalu pergi meninggalkan ruangan yasmin. Dan seketika tangis syifa pecah,
Apa yang aku lakukan ini sudah benar? Mengikhlaskannya bersama orang lain.
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
Yasmin masih tidak habis pikir dengan permintaan syifa, yang menginginkan dirinya menikah dengan yusuf. Yasmin tidak tau apa yang sebenarnya ada di pikiran syifa, yasmin tidak ingin masuk ke kehidupan yusuf dan syifa, tapi tidak bisa dipungkiri, sekuat apapun yasmin berusaha melupakan yusuf, tetap saja tidak bisa. Dan itu hanya akan menumpuk dosa yasmin. Mencintai suami orang.
Kalau yusuf menjadi suami yasmin, tentu saja sah-sah saja bila yasmin mencintai yusuf. Sedari tadi yasmin memikirkan keputusan apa yang akan diambil, terdengar suara salam dari ibu yasmin.
"Lagi mikirin apa sayang?" Tanya ibu.
"Bu, bukankah poligami itu diperbolehkan dalam agama?" Tanyaku.
"Lalu bagaimana kalau sang istri pertama yang menyuruh suaminya untuk menikah lagi?" Tanyaku lagi.
"Yasmin, salah satu tujuan menikah adalah untuk mempunyai keturunan, jadi pantas saja kalau sang suami ingin menikah lagi jika sang istri pertama tidak bisa memberikan keturunan. Dan kalau ini sang istri yang memintanya untuk menikah lagi, itu adalah perintah istri yang bijak. Dan terserah sang suami mau menuruti permintaan itu atau tidak, Itu menurut pendapat ibu" jawab ibu.
"Lalu bagaimana kalau yasmin ada di posisi itu bu?"
"Maksut kamu?".
"Mbak syifa meminta yasmin untuk menikah dengan mas yusuf" jelas yasmin.
"Yas, kamu sudah dewasa, kamu berhak menentukan jalan hidup kamu, ibu hanya berdoa yang terbaik untuk kamu. Dan ibu juga yakin, yusuf tidak akan mengecewakanmu, dia akan berlaku adil padamu atau kepada syifa".
Mendengar jawaban ibu, yasmin terdiam sejenak. Semalaman dia memikirkan permintaan syifa. Yasmin sama sekali tidak ingin menjadi orang ketiga diantara hubungan mereka. Tapi mbak syifa terus mendesak untuk menerima permintaannya, Dan yasmin sudah memilih keputusan yang semoga saja tepat. Ini bukan hal yang mudah menerima yusuf dengan statusnya sekarang.
Luka itu mendewasakan bukan melemahkan. Aku menerimamu karna aku tak sanggup membohongi perasaanku yang masih mencintaimu. Mungkin aku egois, tapi itulah cinta. Bagaimanapun cinta tetap ingin memiliki.