
Saat yusuf hendak pulang setelah sholat isya, ponselnya berbunyi. Ada panggilan dari sahabat seperjuangannya waktu di kairo dulu. Ia meminta tolong yusuf untuk menjemputnya di bandara.
"Assalamualaikum suf?"
"Wa'alaikumussalam bim, gimana udah sampai jakarta?"
"Alhamdulillah sudah, gue mau minta tolong suf, kalau lu ngga keberatan tolong jemput gue di bandara, soalnya adek gue lagi pergi ke bandung" pinta bima sahabat yusuf.
Tanpa berpikir panjang, yusuf segera menjemput sahabatnya tanpa mengabari sabg istri. sesampainya di bandara yusuf dengan mudah menemukan bima sahabatnya.
"Bim?!"wajah yusuf sumringah dapat bertemu dengan sahabatnya itu, dengan penuh kerinduan, bimapun menyambut pelukan hangat dari yusuf.
"Kangen bro" kata bima sembari menepuk punggung yusuf.
tanpa banyak bicara di bandara, mereka lebih memilih untuk mengobrol banyak hal di mobil.
"Wah bima yang bentar lagi bakal nglepas kejombloannya" goda yusuf pada sahabatnya, kepulangan nya dari kairo karna memang dia berniat akan menikahi gadis yang sudah dikhitbahnya 3 bulan lalu.
"Sa ae lu, nah lu sendiri gimana kabar istri lu" bima melontarkan pertanyaan yang sungguh yusuf sedang tidak ingin membahas masalah rumah tangganya. Karna yang namanya aib keluarga tidaklah baik jika diumbar, biarlah ini menjadi masalah dirinya dan yasmin.
"Alhamdulillah baik".
Mobil yusuf melaju dengan kecepatan sedang, jakarta malam itu memang sedikit lengah. Mobil yusuf sudah terparkir didepan rumah bima.
"Mampir dulu bro!" Ajak bima.
Tanpa pikir panjang, yusuf menerima ajakan bima untuk sekedar ngopi dan bernostalgia.
Rasanya sehari semalam tidak cukup untuk saling bertukar cerita mereka berdua.
"Malam ini gue tidur di rumah lo ya" yusuf yang memang sudah ngantuk berat merasa tidak sanggup kalau harus pulang menyetir mobil sendirian.
"Izin dulu sama bojo lu!" Yusuf tersentak mendengar ucapan bima. Dari tadi yusuf belum memberitahu yasmin, bagaimanapun juga yasmin adalah istrinya yang harus ia beri kabar. akhirnya yusuf mengimkan pesan singkat untuk yasmin.
Yusuf sedikit kaget mendapati foto keluarga bima yang terpampang jelas di kamar tidurnya. Matanya tak beralih dari foto kelurga itu, ada seorang laki-laki yang tampak tidak asing baginya.
"Itu siapa bim,yang foto di samping lu" telunjuknya mengarah pada foto keluarga itu.
"Oh itu adek gue namanya afla".
Benar, setelah yusuf ingat-ingat lelaki itu adalah orang yang pernah menyatakan cinta pada istrinya. Oohh ternyata dia adeknya bima.
🌹
Semalaman yasmin tidak bisa tidur, seorang yang selalu ada disebelahnya malam ini tidak pulang, dan tidak memberi kabar dimana dia sekarang. Sebisa mungkin yasmin berbaik sangka pada suaminya, lagipula tidak mungkin suaminya berbuat yang macam-macam. Yasmin tau betul sifat suaminya.
Sudah menjadi kebiasaan yasmin menyiapkan sarapan untuk yusuf, sepertinya sebelum shubuh yusuf sudah sampai dirumah.
"Sarapan dulu mas" ajak yasmin saat melihat yusuf menuruni anak tangga.
"Sarapan di kampus" jawab yusuf ketus sembari membenahkan kancing lengan kemejanya, biasanya dia selalu meminta tolong yasmin untuk mengancingkan baju ataupun merapikan dasinya. Tapi bukan itu fokus yasmin, kenapa akhir-akhir ini mas yusuf beda sekali? Mengacuhkanku? Bahkan untuk sarapan denganku saja dia tidak mau.
"Masakan yasmin ngga enak ya?" Ucapan yasmin berhasil menghentikan langkah yusuf.
Yusuf membalikkan badannya menatap yasmin sekilas.
Yusuf yang selalu manis dan lembut saat berbicara pada yasmin sekarang berbalik 180 drajat menjadi laki-laki ketus dan dingin. Bukannya menjawab pertanyaan yasmin, dia malah mengalihkan topik. Benar-benar yasmin seperti tidak dianggap olehnya, semua perkataan yasmin seperti angin lalu.
"Nanti aku ada acara, jadi akan pulang malam. Aku akan minta sabil untuk datang menemani"
acara yang dimaksut yusuf adalah syukuran pernikahan bima dan alya.
Apa yang terjadi dengan mas yusuf? Apa salahku?semua berubah saat kejadian penculikan, mas yusuf menjadi over protective tidak seperti biasanya, kemudian saat aku hamil mas yusuf berubah menjadi acuh tak acuh kepadaku. Apa yang terjadi?apa ini semua ada kaitannya?.
Renungan panjang yasmin terhenti saat suara salam sabil menggema di telinganya.
"Lagi mikirin apa mbak?" Sapa sabil.
"Mas yusuf pulang jam berapa mbak?" Tanya sabil pada yasmin. Keduanya tengah sibuk menonton infoteiment kesayangan mereka.
"Tadi sih bilang malam".
Sabil melirik jam tangannya, dia harus buru-buru pergi, tapi tidak mungkin dia meninggalkan yasmin dirumah sendiri.
"Kenapa bil?" Tanya yasmin melihat sabil yang seperti orang ingin buru-buru pergi.
"Sabil harus ke acara syukuran pernikahan alya teman sabil mbak".
"Yasudah kamu pergi aja bil, undangan itu harus kita penuhi" yasmin mempersilahkan sabil pergi, ia tidak apa-apa jika dirumah sendiri.
"Mbak yasmin ikut aja yah sekalian temenin sabil, lagi pula ngga mungkin mas yusuf marah, kan perginya jelas kemana dan sama siapa. Sekarang mending mbak ijin dulu deh, mas yusuf telfon". Yasmin sejenak berpikir mengenai ide sabil, akhirnya yasmin memutuskan untuk ikut sabil, tapi sebelumnya ia menelfon suaminya, sayangnya ponsel yusuf dimatikan. Sehingga yasmin ijin lewat chat.
🌹
Mobil honda jazz sabil melaju menuju acara syukuran temannya. Begitu ramai tamu yang datang, sepertinya alya dan bima banyak sekali kenalannya. Yasmin memilih duduk menunggu sabil yang sedang asyik mengobrol teman-temannya. Pandangan yasmin terarah pada sosok laki-laki yang tak lain adalah afla.
Kok ada afla disini? Batin yasmin. Tak sengaja bola mata mereka saling bertatap membuat afla melangkahkan kakinya menemui yasmin.
"Kok disini?" Tanya afla.
"Kamu sendiri ngapain disini?".
"Ini kan pernikahannya kakak aku".
"Bima kakak kamu?" Tanya yasmin tak percaya.
"Iya, kamu kenal?"
"Ngga sih,aku nemenin adek sepupu,dia temennya alya. Oh iya kamu kok di jakarta sih?"
"Iya nanti malam setelah ini aku langsung ke Bandung kok".
Selama percakapan mereka, yasmin tak pernah menatap langsung pada mata afla, sesekali yasmin menundukkan pandangannya, atau mengalihkan pandangannya pada objek lain. Dan objek yang ia tangkap adalah yusuf suaminya. Ia mengerjapkan matanya berulang supaya ia tidak salah lihat. Tapi benar itu yusuf. Pandangan yusuf pun terarah pada yasmin. Pandangan yang menyeramkan,yusuf menatap tajam mata yasmin. Sungguh tak pernah sekalipun yusuf menatapnya seperti itu.
Lengan yasmin ditarik paksa oleh sabil menjauhi afla.
"Mbak kenal?" Tanya sabil berbisik. Bukannya apa-apa, sabil ingat sekali wajah afla,dia adalah orang yang telah menculik yasmin.
"Temen kuliah mbak" jawab yasmin santai.
jadi dia temen kuliahnya mbak yasmin, kalau teman kenapa dia tega menculik dan-- astaghfirullah batin sabil.
"Kita pulang sekarang ya bil" ajak yasmin setelah clingak clinguk mencari keberadaan yusuf yang tiba-tiba menghilang. Sabil yang merasa sudah lelah akhirnya menuruti permintaan yasmin.
Sebelum pulang, sabil mengantarkan yasmin terlebih dahulu, yasmin menatap mobil yusuf yang terparkir dihalaman rumah, itu artinya mas yusuf sudah pulang.
"Mampir dulu bil?" Ajak yasmin basa-basi. Tidak mungkin juga sabil mampir,dia pasti takut kalau pulang kemalaman.
"Ngga mbak makasih, sabil pulang dulu" pamit sabil.
🌹
Saat mobil sabil sudah keluar dari halaman,perlahan yasmin melangkahkan kakinya masuk ke rumah.
Perlahan yasmin membuka pintu, yasmin terkejut saat mendapati laki-laki bertubuh kekar itu sudah berdiri sekitar 10 meter dari depan pintu dan membelakangi yasmin. Rasanya sangat mencekam melihat yusuf berdiri membelakangi dan tanpa menatap yasmin.
"Bagus! keluar tanpa ijin suami" suara dingin itu mampu membekukan tubuh yasmin. Tapi Yasmin hanya bisa menelan ludah. Ingin sekali yasmin memaki-makinya, setelah perlakuannya akhir-akhir ini. Ternyata dia masih menganggapku sebagai istrinya?.
Tapi yasmin memilih diam tak menjelaskan kalau dia sudah ijin lewat chat. bukankah yusuf sendiri yang pernah bilang pada yasmin.
Kalau lebih baik diam, tak perlu menjelaskan apapun pada orang yang sedang membencimu karna dia tidak akan percaya.