
jadilah wanita yang tidak menggoda laki-laki dan tidak membuat laki-laki tergoda
🌹
Di kelas sebelas Yusuf memilih Yasmin untuk mewakili sekolah dalam lomba lari sprint tingkat daerah. Awalnya Yasmin menolak, karna ia tidak yakin aku bisa melakukannya namun Yusuf selalu memberi yasmin motivasi, dia selalu memberikan semangat kalau ia bisa melakukannya.
Setelah Yasmin menyetujui tawaran lomba dari Ysuf. Setiap sore selepas pulang sekolah Ia selalu berlatih sebagai persiapan lomba tersebut.
Yasmin berlari memutari lapangan dan pak yusuf yang menghitung waktu finish. Yasmin merasa bahagia karna setiap hari ia bisa bertemu bertatap muka dengannya, meski Yusuf selalu membawa sabil saat latihan, tak usah ditanya alasannya apa, tentu saja tidak ingin berdua-duan. Yusuf juga sering mengantarkan Yasmin pulang sehabis latihan, tentu tidak semobil berdua,melainkan ada sabil juga.
"Yasmin cukup dulu latihannya" kata pak yusuf memanggil yasmin yang tengah berlari memutari lapangan, Yasmin yang mendengarnya langsung menghampiri pak yusuf.
"Sudah selesai pak?" Tanya yasmin.
"Iya sudah, besok kan lombanya. Kamu harus istirahat hari ini" suruh pak yusuf sambil memberikan sebotol air mineral untukku.
"Pak" tegur Yasmin.
"Iya?" Dia mulai memperhatikan Yasmin.
"Kalau bapak sedang jatuh cinta, apa yang bapak lakukan?" Tanya Yasmin serius.
"Kamu ini ngomong apa sih, masih kecil ngmongin cinta" ledek pak yusuf.
"Pak aku ini udah gede" bantahnya, aku tidak suka selalu dianggap anak kecil olehnya.
"Apanya yang gede?" Jawab pak yusuf dengan tertawa geli.
"Hiihhh bapak!!" Kataku kesal.
"Dih ngambek" ledeknya dengan terus tertawa.
Aku diam dengan memasang ekspresi kesal.
"Iya-iya bapak jawab, kalau bapak mencintai seseorang bapak akan mendoakannya di sepertiga malam bapak. Bapak akan selalu menyebut namanya dalam setiap sujud di sepertiga malam" jawab pak yusuf.
"Kalau yang bapak sukai ternyata sudah punya orang lain gimana?" Tanya Yasmin lagi.
"Ya bapak tikung lewat sepertiga malam bapak" jawabnya sedikit tersenyum. Ternyata Pak yusuf orangnya sangat religius. ya maklumlah selain S2, beliau juga lulusan pesantren.
Yasmin mengangguk mendengar jawaban pak yusuf
"Yasudahlah ayo pulang, sudah mau maghrib, kalian tunggu sini saya ambil mobil dulu" pak yusuf langsung berdiri dan berlalu untuk mengambil mobil.
"mbak yasmin suka ya sama mas yusuf?" goda sabil.
"ih apaan sih kamu" Yasmin tersipu malu mendengar pertanyaan sabil.
"mbak,kalau mbak suka sama mas yusuf,mending mbak ungkapin deh, daripada keduluan orang" saran sabil, dulu Yasmin memang berniat akan mengungkapkan perasaanku tapi urung, Yasmin takut kalau disini aku jatuh cinta sendirian. biarlah waktu yang menjawab. lebih baik ia fokus memperbaiki diri supaya mendapat jodoh yang yang baik.
jadi biarlah aku simpan perasaan ini.
"ah udahlah bil, itu mobilnya udah sampe, kita pulang sekrang yuk" ajak Yasmin.
🌹
pak yusuf mengantarkan Yasmin sampai depan rumah. Sebelum pulang dia berpesan "Semangat untuk besok ya yasmin" katanya dengan penuh semangat.
"iya mbak yasmin semngat buat besok ya,besok sabil libur jadi sabil mau ikut nyemangatin mbak yasmin lomba" sabil juga nampak antusias sekali.
Yasmin langsung memasang sikap hormat "Siap bos".
"Jangan lupa istirahat ya. Besok saya jemput kamu pagi-pagi untuk berangkat lomba, jangan lupa pasang alarm ya cil ( adek kecil)" pesan pak yusuf dengan tertawa lepas.
"Iya pak,Bapak dan sabil juga jangan lupa istirahat".
Yasmin segera masuk ke rumah dan melepas semua penat yang ku rasa. Ia segera bersih-bersih kemudian istirahat, Ia tidak ingin mengecewakan pak yusuf.
Semalaman ia tidak bisa tidur, bukan karna nervous untuk lomba besok tapi karna perutku rasanya sakit sekali, badanku rasanya juga nyeri. saat aku bangun ternyata...
Aaahhhh kenapa harus hari ini batin Yasmin saat sedang berada di kamar mandi. Tamu bulananku datang pada hari ini. Seperti biasanya Yasmin merasa tidak enak badan saat hari pertama mens. Perutnya benar-benar sakit. ia harus menahannya karna hari ini ia harus berjuang untuk lomba.
Terdengar suara mobil pak yusuf dr luar rumah. Yasmin segera pamit pada ibu dan meminta doa agar aku di beri keberuntungan pagi ini.
"Ibu tidak pernah lupa untuk mendoakanmu sayang" kata ibu sambil mencium kening yasmin.
yasmin segera keluar menemui pak yusuf di luar.
"Kamu kok pucet ngga semangat gitu kenapa yas?" Tanya pak yusuf dengan raut khawatir.
"Kamu sakit?. Kalau kamu sakit ngga papa kalau kita batalkan lomba hari ini!" Tambahnya.
yasmin langsung menolak tawaran pak yusuf untuk membatalkan lombanya. ia sudah berlatih dengan sekuat tenaga, mencurahkan segala tenaga, waktu dan pikiran. Konyol sekali kalau ia membatalkannya.
"Ngga pak, saya sehat. Saya cuma nervous aja" kataku untuk meyakinkan pak yusuf.
"Beneran?".
"Iya pak bener, ayo pak berangkat sekarang. Keburu kesiangan" kataku dengan nada rendah.
Di perjalanan yasmin menahan rasa sakit di perutku.
yasmin tau pak yusuf dari tadi memperhatikannya yang meringis kesakitan dari spion. Di jalan sesekali dia menanyakan keadaanku namun dengan tegas yasmin bilng kalau aku tidak apa-apa.
Saat sudah sampai di arena lapangan perlombangan lari sprint 500 meter. Sakit perutnya tak bisa ia tahan. yasmin meringis kesakitan sedangkan lomba akan dimulai 30 menit lagi.
"Yas? Udah ayo bapak antar ke rumah sakit aja. Dari tadi bapak perhatiin kamu nahan sakit diperut kamu" kata pak yusuf khawatir.
"iya mbak yasmin jangan dipaksain" sabil ikut mendukung.
"Yasmin ngga papa pak".
"Kamu bohong, dari tadi kamu pegang perut kamu. Ekspresi kamu itu ngga bisa bohong yas. Kamu lagi nahan sakit" pak yusuf kekeh ingin membawa yasmin ke rumah sakit. ia sebenarnya ingin jujur sama pak yusuf kalau ini bukan sakit karna penyakit tapi memang sakit ketika datang bulan.
"Malah nglamun. Ayo ke rumah skit sekarang" pak yusuf menarik lengan baju yasmin.
aahhh pak yusuf masih kekeh mau bawa ku ke rumah sakit,ini bukan sakit penyakit pak,ingin sekali yasmin memberitahu pak yusuf.
karna pak yusuf mendesaknya untuk ke rumah sakit akhirnya aku buka suara.
"Yasmin lagi mens" kata yasmin singkat. Sebenarnya malu sekali ia bilang itu pada yusuf, tapi ia harus jujur.
"Ha?" Tanya pak yusuf dengan ekspresi bingung.
"Perut yasmin sakit karna lagi mens pak, hari ini hari pertama yasmin mens, rasanya sakit dan badan yasmin juga nyeri". Mendengar penjelasan yasmin pak yusuf mengangguk seolah mengerti.
"Trus gimna yas, apa kamu bisa menyelesaikan lomba ini?" Tanya pak yusuf memastikan.
"Harus bisa pak" jawabnya tegas dengan tersenyum.
"Pasti bisa!" Sahut pak yusuf Dengan nada penuh optimisme.
Kemudian sabil membopong yasmin ke arena perlombaan.
"Semangat ya yasmin. Tahan dulu sakitnya, bapak yakin kamu pasti bisa" semangat dari pak yusuf membuat yasmin semakin semangat. ia tahan rasa nyeri ini. Ada semangat yang menggelora di jiwa.
Ada bisikan kalau ia harus menang di lomba ini. Badannya memang serasa lemas, Tapi ia tidak boleh kalah dengan rasa sakit ini.
Semua peserta mulai menempatkan posisi di arena lomba. yasmin menatap pak yusuf dan sabil seakan aku baik-baik saja.
Tapi yasmin bisa menafsirkan kalau pandangan pak yusuf kepadanya adalah pandangan khawatir. yasmin tunjukkan kedua ibu jarinya, mencoba meyakinkan pak yusuf kalau aku baik-baik saja.
Saat pluit di bunyikan pertanda lomba dimulai yasmin berlari sekuat tenaga menahan rasa sakit perut, badan yasmin yang lemas harus kupaksa untuk bisa sampai ke garis finish. ia berlari sekuat tenanaga dengan kedua tanganku meremas perut. Berharap sakit itu hilang.
akuharus bisa, harus semangat,aku pasti menang-Batinnya dalam hati saat garis finish sudah di depan mata.
Dan Yasmin melihat pak yuusf turun ke arena lapangan. Yasmin sempat heran kenapa dia turun ke lapangan. yasmin pikir dia akan menyambut kemenangannya.
Yasmin semakin semangat dan terus memacu kecepatan, saat ia hampir mendekati garis finish. Pandangannya mulai kabur, rasa sakit di perut benar-benar menjadi-jadi. ditatap pak yusuf yang terus memberi semangat padanya.
Aku ngga boleh tumbang sebelum sampai ke garis finish, pak yusuf sudah menungguku di sana.
dilangkahkan kakinya dengan lebar dan cepat dan Alhamdulillah Yasmin sebagai orang pertama yang melewati garis finish ke garis finish.
Pak yusuf yang berada di tepi arena lapangan langsung mendatangi yasmin dan menangkap badannya bukan memeluk untuk kemenangan, tapi badan yasmin yang tiba-tiba tumbang saat sampai di garis finish.
akhirnya Yasmin lepaskan semua rasa sakit yang dari tadi ditahan. tim medis segera membawanya untuk memberikan pertolongan pertama, nampak pak yusuf begitu khawatir, wajahnya terlihat cemas dam gelisah.
Kejadian itu membuat yasmin yakin dan memantapkan hati untuk pak yusuf.
Dan sejak itu Yasmin selalu mendoakannya di setiap sepertiga malam. ia selalu berdoa agar dijodohkan dengannya.
Ku sebut dengan indah namanya di dalam sujudku.