
Ya Allah anugerahkanlah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu . sesungguhnya engkau senantiasa mendengar (menerima) doa.
🌹
perut yasmin yang semakin hari semakin membuncit membuat yusuf harus selalu siap menjadi suami siaga. yusuf juga harus dihadapkan pada mood yasmin yang setiap hari berubah, ini membuat yusuf menyediakan stock sabar lebih besar. belum lagi sewaktu hamil,yasmin tak bisa lepas dari yusuf,yasmin mendadak jadi manja sekali ingin selalu bersama yusuf.
empat bulan yang lalu, saat yusuf hendak pergi ngampus. istri manisnya tiba-tiba menitihkan air mata saat yasmin menyalami yusuf yang hendak pergi menularkan ilmunya.
"kenapa sayang?" tangan yusuf membelai pipi lembut yasmin yang basah dengan airmata.
tak ada balasan dari yasmin, ia masih menunduk tak memberitahu isi hatinya sekarang.
yusuf membelai yasmin lembuat dan memeluk yasmin, pelukan yang selalu mampu meneduhkan hati yasmin.
"bilang saja".
hiks...hikss..hiks...
"aku ngga mau sendirian, aku mau ikut mas" yasmin menyembunyikan wajahnya di dada bidang yusuf, ia malu dengan dirinya yang dekarang menjadi manja sekali. tapi saat ini yasmin memang ingin sekali bersama dengan suaminya.
yusuf terkekeh geli mendengar jawaban polos dari istrinya. yusuf mengurai pelukannya,dan mulai berlutut hingga membuat wajahnya kini berada tepat di depan perut yasmin.
"jadi kamu ikut abi ke kampus ya?"
"kalau mau ikut abi, kamu harus buat umimu ngga nangis lagi ya" satu kecupan yusuf daratkan di perut yasmin yang kini sedang terkadung buah hatinya, yusuf mengusap lembut perut yasmin. seakan memberi respon, yusuf merasakan peegerakan dari calon bayinya itu. sontak mata yusuf berbinar saat pertama kali merasakan gerakan buah hatinya.
"sayang dede bayinya gerak" yusuf mendongak dan menatap yasmin dengan tatapan gembira. segera yusuf menarik tangan yasmin dan meletakkan tangannya di titik gerakan bayinya.
"subahanallah mas" yasmin tersenyum gembira, tangannya dan tangan yusuf kin tengah merasakan gerakan dari calon buah hati mereka.
"jadi anak yang baik ya sayang, yang selalu taat pada Allah dan selalu berbakti pada umi dan abi"
yusuf bangkit dari posisinya. dan kembali membelai lembut pucuk kepala yasmin.
"mau ikut kan?"
"syaratnya ngga boleh nangis lagi ya".
yasmin mengangguk mengerti, tanpa aba-aba yasmin menghamburkan tubuhnya ke pelukan yusuf. "makasih ya mas"
kini wajah yasmin sudah merona dan senyum lebar ia berikan pada suami tampannya. gingsul di pipi yasmkn membuatnya makin terlihat manis.
"oiya, mas ada satu syarat lagi"
"apa mas" yasmin mengernyitkan dahi.
"senyumnya jangan manis-manis ya mbak" yusuf tersenyum jahil sambil menoel dagu yasmin. itu membuat wajah yasmin semakin merona merah jambu.
"nanti mahasiswa-mahasiswa di kampus pada klepek-klepek" yusuf kembali mwnggoda istrinya.
"mas... udahlah malu" bibir yasmin sudah maju beberapa senti.
"hiya yaudah,kita pergi sekarang ya"
yasmin muali menggelendoti tubuh yusuf, semenjak hamil saat berjalan di samping yusuf, yasmin lebih senang berjalan sambil sedikit menenggelamkan wajahnya di ketek yusuf. saat ini yasmin seperti kecanduan aroma bada yusuf.
🌹
usai dari kampus, yusuf segera pulang kerumah. ia tidak ingin yasmin kecapean,
adzan maghrib berkumandang, yusuf mengehnetikan mobilnya dan memutusakan sholat maghrib di masjid dekat kampus.
jam 9 malam, setelah yusuf menonton acara tv kesayanganya tanpa yasmin yang memilih untuk tidur duluan. yusuf segera mematikan tvnya.
yusuf memasuki kamar, hatinya tersa tenang melihat istri cantiknya kini sudah tertidur pulas, yusuf membelai lembut pipi yasmin.
"cantik sekali"
"aku sangat mencintaimu" satu kecupan ia berikan pada yasmin yang sedang tertidur.
"sayang, kamu ngga pingin sesuatu gitu? abi pingin sekali kamu repotkan, jangan umimu terus yang kamu repotin kasihan umi" gumam yusuf seakan sedang berbicara pada buah hatinya. ia mengelus lembut perut yasmin.
🌹
tapi manamungkin tengah malam begini ada yang jual sop buah. yasmin kemudian kwmbali masuk kamar.
"kenapa sayang?" tanya yusuf pada yasmin.
"ngga papa kok mas"
"aku ingin sop buah mas"
yusuf mengernyitkan dahi, dari mana dia bisa mendapatkan sop buah tengah malam begini?
"udah mas, ngga usah kita tidur lagi aja ya" yasmin menarik lengan yusuf, mengajaknya kembali tifur dan tidak usah memikirkan permintaan anehnya itu.
"ikut mas yuk" sekarang giliran yusuf yang menarik lengan yasmin.
yasmin hanya menuruti suaminya itu.
yusuf mempersilahkan yasmin duduk di kursi meja makan.
"tunggu sebentar ya"
"mau ngapain mas?"
"abang tukang sop buah, akan buat sop buah special untuk nyonya yusuf dan calon anaknya ini" yasmin terkekeh geli meliahat suaminya yang kini terlihat sangat alay.
"ya Allah mas, ngga usah repot-repot besok pagi aja ya kita beli".
"siapa juga yang merasa repot?, udah nyonya yusuf duknis disini ya" yasmin semakin tidak bisa menahan tawanya.
yushf ikut tersenyum mendengar tawa yasmin.
tidak ada 10 meni, sop buah sudah tersaji di hadapan yasmin. yasmin mendelim melihat buah-buah yang yusuf masukkan, sepertinya semua buah yusuf masukkan.
tapi sop buah buatan yusuf sudah mampu mengobati ngidamnya kali ini.
"setelah ini kita langsung sholat malam saja ya?"
yasmin mengangguk paham.
🌹
seusai menyantap sop buah dan bergegas sholat malam bersama yusuf.
*andai engkau mendengar suara pena malaikat yang tengah mencatat namamu didalam daftar orang-orang yang rajin bersujud, niscaya engkau tidak ingin mengangkat kepalamu dan memilih mati dalam keadaan sujud penuh ketaatan kepada Allah
(Ibnul Qoyyim*)
🌹
seusai sholat malam, yasmin merasa sakit yang luar biasa di bagian perunya, dia juga merasakan seperti ada slime yang sedang mengalir, tapi ia menahannya tak ingin mengganggu yusuf yang sedang khusyuk berdoa, tapi yasmin tidak kuat lagi menahannya, posisinya sekarang sedang meringkuh menahan sakit diperutnya, mukenah masih ia kenakan di belakang yusuf yang masih khusyu berdoa
saat yusuf sudah selesai berdoa, ia menoleh kebelakang, yusuf terkejut bukan main melihat istrinya meringkuh kesakitan.
telapak tangan yusuf berkeringat dingin.
"kenapa sayang" yusuf segera membantu yasmin berdiri, jantung yusuf dibuat hampir copot melihat mukenah yasmin bagian bawah sudah kotor, air ketuban yasmin sudah pecah.
dengan segera yusuf menggendong yasmin dan membawanya ke rumah sakit.
dengan cemas yusuf berada di sisi yasmin yang sedang mempertaruhkan hidup dan matinya demi buah hatinya bisa melihat indahnya dunia.
yusuf tak peduli dengan rambut yang dijambak yasmin atau tangan yang diremas dengan kencang atau kena cakar oleh yasmin. yusuf tidak peduli, rasa sakit ini tak sebanding dengan sakit yang yasmin rasakan.
bertepatan dengan adzan shubuh berkumandang, lahirlah bayi tampan dari rahim Yasmin. yang kemudian di Adzani oleh yusuf yang tak kuat menahan tangis bahagianya.
begitu besar pengorbanan seorang ibu saat melahirkan ananknya ke dunia.
kecupan pertama yasmin dan yusuf berikan pada buah hati yang selama ini mereka tunggu kehadirannya. bayi itu nampak begitu tampan semenjak baru lahir, Yusuf menamainya Al Rescha Ilham Maulana.
mereka bersyukur atas lengkapnya keluarga mereka, setelah semua badai yang mereka lalui, semua itu beganti dengan kebahagiaan yang tak terkira. Alhamdulillah, terimakasih atas segala nikmat yang Allah berikan pada keluarga kecil ini.