You Are My True Love Sir!

You Are My True Love Sir!
38



"Kau anggap apa aku ini? Keluar tanpa ijin dariku" tandasnya lagi. Bukan tanpa alasan, yusuf hanya tidak ingin istrinya pergi sendirian dan terjadi hal yang tak di inginkan kembali, jaman sekarang kejahatan merajalela.


Yasmin yang sedari tadi diam akhirnya buka suara, nada suaranya ia kontrol agar lebih rendah dari nada suara yusuf. Tidak baik kalau istri menaikkan nada bicaranya pada suami.


"Lalu kau anggap apa aku dan calon anakmu ini mas?"


Jleeeebbbb pertanyaan itu mengenai hati yusuf,dia samasekali tidak ingin membahas masalah anak itu.


"Harus ku anggap apa? Kalau aku saja tidak tau itu anak siapa" jawab yusuf sembari berjalan meninggalkan yasmin menuju lantai atas. Sungguh yusuf tidak ada niatan untuk mengatakan hal itu, tapi tanpa bisa mengontrol mulutnya akhirnya perkataan itu keluar.


Bak dihantam bom yang sekejap mampu meluluhlantahkan seluruh isi hati yasmin,ia tak percaya kata-kata itu akan muncul dari mulut suaminya. Ia meragukan anak yang jelas2 anaknya.


"Apa maksutmu mas" tangan yasmin meraih tangan yusuf dan mampu menghentikan langkah yusuf, tapi sepertinya yusuf enggan menatap yasmin.


"Apa maksutmu? Kau meragukan anak ini? Demi Allah mas,aku hanya memberikan sesuatu yang selama ini aku jaga hanya untukmu suamiku"ucap yasmin sesegukan, tangis yasmin pecah mengatakan hal itu.


"Ada yang tak engkau ketahui dan sadari saat ini, yakinkan aku kalau itu adalah anakku setelah kejadian hari itu" ucap yusuf tanpa berbalik menghadap yasmin, dan melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga.


Tangis yasmin tumpah ruwah membasahi pipi mulusnya.


Ia tak percaya suaminya meragukan anak ini. Kalau bukan anaknya memang anak siapa lagi.


Satu persatu Perkataan yusuf kembali berbutar kembali di otaknya.


Ada satu yang tak aku ketahui dan sadari~ apa maksutnya? Apa yang sedang tak diketahui dan disadari oleh yasmin.


Yakinkan aku kalau itu anakku setelah kejadian malam itu~ apa? Kejadian malam itu apa? Yasmin benar-benar dibuat frustasi dengan perkataan yusuf.


Kejadian yng tak kuketahui dan sadari?kejadian malam itu?


Tepat sekali! Ini pasti soal penculikanku,aku tidak sadar dan tidak tahu apa yang terjadi malam itu.


Yasmin segera menghapus air matanya, tak ada gunanya juga ia menangis,tak akan menyelesikan masalahnya. Yasmin tau siapa yang ada pada waktu penculikan itu,dan sabil pasti tau apa yang sebenarnya terjadi.


Yasmin segera menelfon sabil dan meminta untuk bertemu di cafe dan alhamdulillah sabil mau malam-malam bertemu dengan yasmin.


Namun tentu saja,sebelum itu yasmin tidak lupa meminta ijin suaminya, yusuf baru saja marah padanya saat ia keluar tanpa ijin,dan kali ini tentu ia akan meminta ijin terlebih dahulu,karna kalau tidak, pastinya yasmin akan menjadi istri yang tdk patuh pada suami.


Pintu kamar yasmin dan yusuf tertutup rapat, yasmin mengumpulkan keberaniannya untuk mulai mengetuk pintu itu. Sayangnya tak ada jawaban dari yusuf, tapi yasmin harus benar-benar pergi malam ini,ia akan mencari tahu dan menuntaskannya malam ini juga.


"Mas, yasmin mau ketemu sabil dulu di cafe mentari" ucap yasmin di balik pintu, semoga suaminya mendengar.


Yasmin menghidupkan mesin mobil honda brio pemberian yusuf saat ulang tahunnya ke 24. segera yasmin melajukan ke cafe tempat ia janjian dengan sabil.


Tak perlu basa-basi, yasmin dengan lugas menanyakan penculikannya.


Sabilpun tak bisa menutupinya pada yasmin, sabil menceritakan kronologi kejadian waktu itu. Dari mulai saat yasmin dibekap sampai pingsan didepan rumah, perlawanan sabil terhadap laki-laki itu dan saat sabil dan yusuf menemukan yasmin di hotel dengan keadaan jilbab yasmin terbuka dan rambut terurai.


Dan pernyataan sabil benar-benar mampu membuat seluruh dunia yasmin serasa hancur. Keinginannya untuk menjadi wanita yang selalu terjaga kini hancur, apa sekarang dia pantas mengharapkan surga Allah?.


"Apa kamu tau apa yang terjadi saat mbak dihotel itu?" Tanya yasmin dipelukan sabil dengan nada terisak.


"Sabil ngga tau mbak, disana sabil hanya mendapati mbak yang masih pingsan" sabil masih terus mengelus pundak yasmin yang masih bergetar karna tangisnya.


Siapa yang telah tega merusak apa yang selama ini aku jaga?


Aahhh tidak, aku harus tau siapa orang itu dan memintanya kejelasan.


Perlahan yasmin mulai bangkit, tak ingin berlarut dalam tangis tiada guna, yasmin menanyakan siapa yang telah tega melakukan hal menjijikkan padanya.


"Bil... apa kamu kenal laki-laki itu?" Tanya yasmin tegugu.


Sabil Mendekap tubuh yasmin.


"Mbak kenal orang itu" jawab sabil. Mendengar jawaban sabil, yasmin tersentak dan mengurai pelukan sabil, Dahi yasmin berkenyit, ternyata orang itu dikenali oleh yasmin.


"Siapa?" Tanya yasmin penasaran. Sabil menghela napas panjang saat akan memberitahukan orang itu.


"Teman kuliah mbak yang kemarin ketemu di nikahannya bima dan alya".


Leeeesssssssss begitu perasaan yasmin mendengar jawaban sabil, ternyata sahabat baiknya yang tega melakukan hal itu padanya.


Tanpa berpikir panjang lagi, yasmin menyeka air matanya. Ia bangkit dan mulai berjalan keluar dari cafe.


beberapa kali sabil memanggil yasmin tapi tak digubris olehnya.


Sampai sabil berhasil maraih tangan yasmin dan menghetikannya.


"Mau kemana mbak?" Tanya sabil khawatir.


"Bandung" jawab yasmin tanpa basa-basi sembari melepas genggaman sabil dan mulai masuk mobil. Afla bilang kalau setelah pernikahan kakaknya dia langsung pergi ke Bandung,jadi pasti sekarang afla belum jauh dari jakarta.


Sabil panik melihat yasmin, mau ngapain dia ke bandung? Apa temannya itu tinggal di bandung? Sabil mondar mandir diteras cafe, apa aku ke nyusul ke Bandung? Aahh ngga mungkin, besok aku harus UAS dan itu penting sekali untuk masa depanku.


"Aahh lemot banget sih bil,kenapa ngga telfon mas yusuf aja" ucap sabil pada dirinya sendiri sambil menepuk jidad.


"Assalamualaikum mas".


"Wa'alaikumussalam, ada apa bil" jawab yusuf dengan nada malas.


"Mbak yasmin ke Bandung sendirian mas, dia mau nyamperin orang yang waktu itu nyulik dia" jelas sabil dengan nada panik.


Tanpa aba-aba, yusuf mematikan sambungan telfonnya dengan sabil begitu saja. Dengan segera yusuf


meraih jaket dan melajukan mobilnya menuju Bandung, pasti yasmin belum jauh dari sini. Yusuf begitu cemas memikirkan istrinya pergi ke luar kota sendirian, sudah cukup yusuf membiarkannya dirumah sendirian dan yusuf tak ingin membiarkannya ke luar kota sendiri.