You Are My True Love Sir!

You Are My True Love Sir!
#Syifa



Syifa berpamitan untuk pulang dari rumah sakit, ia berniat untuk pergi kerumah, mengambil beberapa pakaian karna syifa akan menemani yasmin beberapa hari di rumah sakit.


Dengan segera, syifa mengambil beberapa pakaian di lemarinya, dan memebereskannya, dia kembali memikirkan keadaan yasmin yang begitu hancur, ini pasti berat sekali bagi yasmin menerima keadaannya yang sekarang. Syifa menatap ke arah jendela, ia duduk di kursi kerja suaminya, syifa menelungkupkan kedua tangannya. Menghirup udara dengan panjang.


Kalau aku jadi yasmin, belum tentu aku bisa menerima kenyataan ini. Aku lihat dia tadi begitu hancur seakan tak ada semangat dihidupnya. Gumam syifa.


Pandangan syifa beralih ke meja di depannya, ada laci di meja kerja suaminya. Entah kenapa ia ingin sekali membuka laci tersebut, selama ini syifa tidak pernah mengetahui apa isi laci itu. Perlahan syifa membuka laci meja itu dan menemukan beberapa surat. Ia membuka satu surat tulisan tangan mas yusuf. Terlihat tanggal di surat itu adalah tanggal satu hari sebelum hari pernikahanku dengan mas yusuf.


Maafkan aku, aku sungguh minta maaf kepadamu. Tidak ada sedikitpun niatku untuk mengkhianatimu, atau memberimu janji palsu. jujur kaulah yang aku inginkan menjadi kekasih halalku, tapi takdir tak menghendaki hubungan kita.


Ini salahku, karna aku tak memberimu kesempatan untuk mengenal bapak. Kalau saja bapak mengenalmu lebih dahulu, aku yakin bapak juga jatuh hati pada kepribadianmu nan sangat baik.


Maafkan aku pula, yang selama beberapa hari ini aku tidak mengabarimu, aku tidak kuat mengatakan ini padamu. Bahkan memberikan tulisan ini saja aku tidak berani. Aku ingin memberi tahu kalau besok, aku akan menikahi perempuan lain. Maafkan aku, adik kecilku Yasmin Anandia Putri.


"Apa? Yasmin anandia putri? Ini kan nama yasmin?" Tangis syifa seketika pecah. Ternyata mas yusuf mencintai yasmin.


Kemudian syifa membuka surat lain, itu adalah surat tulisan tangan dari yasmin. Dalam surat itu tertulis isi hari yasmin kepada mas yusuf, dan kekhawatiran yasmin kepada mas yusuf saat tidak ada kabar. Betapa terkejutnya syifa melihat kenyataan yang terjadi.


Air matanya tumpah ruwah, ia merasa kalau dirinya adalah orang ketiga didalam hubungan yasmin dan yusuf.


"Apa yang telah ku perbuat? Seharusnya aku tidak hadir dalam kehidupan mereka" tangis stifa yang merasa dirinya semakin bersalah kepada yasmin. Tidak bisa kubayangkan bagaimana perasaan yasmin saat hadir dalam pernikahanku.


"Syifa bodoh, kau ini bodoh syifa. Kenapa kau telat menyadari ini semua?? Sekarang yasminlah yang menderita. Mas yusuf sudah berniat akan menikahi yasmin, tapi aku merusak itu, aku hadir dalan kehidupan mereka" tangis syifa sambil memukul kepalanya.


Tangisan syifa terpaksa ia hentikan saat ada suara orang yang mengucap salam, itu adalah mas yusuf. Segera syifa menghapus air mata dan menyimpan kembali surat itu. Syifa menghela napas panjang, dan bersikap seolah tidak ada apa-apa.


"Sudah pulang mas? Bagaimana dengan yasmin?".


"Sudah ada tante fitri yang menemani" jawab mas yusuf.


"Mata kamu masih sembab,kamu nangis lagi?" Tanya mas yusuf penuh perhatian dengan mengusap kedua mataku. Aku hanya membalas dengan senyuman dan memeluk erat mas yusuf.


Apa ini artinya aku harus mengikhlaskan dirimu mas?.~gumamku dalam hati.


"Sekarang mas mandi dulu ya" pinta syifa.


"Malam ini, mas ingin sholat isya berjamaah dengan kamu saja" kata mas yusuf.


"Nggak ke masjid mas?" Tanyaku.


Mas yusuf hanya membalas dengan gelengan.


Ketika mas yusuf sedang mandi, pikiran syifa sudah ke mana-mana, syifa juga membaca buku tentang poligami, kalau poligami itu dihalalkan oleh agama islam. Sebenarnya aku ingin sekali seperti sayyidah khadijah ataupun sayyidah fatimah yang tidak pernah dimadu sampai akhir hayat mereka. Tapi aku bukanlah mereka berdua, aku hanyalah wanita biasa yang berlumuran dosa, ini saatnya aku mengorbankan perasaanku demi kebahagiaan yasmin dan mas yusuf. Aku tau, aku hanyalah orang ketiga didalam hubungan mereka.


🌹


*Akhlak baik kepada orang lain itu adalah tidak memanfaatkan mereka untuk kepentinganmu, tapi memanfaatkan dirimu untuk kepentingan mereka, selagi tidak melanggar ajaran agama.


"Syifa? Lagi nglamun apa?" Tegur mas yusuf usai dari kamar mandi.


Dengan segera aku menyembunyikan buku tentang pologami tersebut.


"Nggak apa-apa mas" jawabku kikuk.


"Syifa ambil mukena dulu mas" lanjutku, berharap mas yusf tidak penasaran dengan lamunanku dan buku yang tadi kubaca.


Segera aku memakai mukena dan berdiri di samping belakang mas yusuf sebagai makmum sholat. Dengan khusyuk mas yusuf melantunkan surah alqur'an. Bacaan surah sholat mas yusuf selalau bisa membuatku menitihkan air mata. Seusai sholat, segera ku mencium punggung tangan mas yusuf, dan aku mendekatkan tubuhku ke mas yusuf, seakan mengerti kalau ada yang ingin kusampaikan kepadanya, mas yusuf membalikkan badannya sempurna dan duduk bersila.


"Mas? Maafkan aku yang belum bisa menjadi istri yang baik untukmu" kataku dengan mencium punggung tangannya.


"aku bahagia memilikimu sebagai istriku, Kamu sudah menjadi istri yang baik untukku, justru aku yang belum bisa menjadi suami yang baik untukmu" jawab mas yusuf.


"Mas, apa aku boleh minta sesuatu kepadamu?"


"Katakanlah"


"Nikahilah Yasmin!". Mendengar permintaanku, ekspresi mas yusuf berubah 180 drajat. Ia mengernyitkan dahi.


"Mas, aku tahu, aku hanya orang ketiga yang hadir dalam hubunganmu dengan yasmin. Aku tau mas, sekarang aku minta, nikahilah yasmin" pintaku dengan menangis sembari kedua tanganku memegang tangan mas yusuf dan menciumnya.


"Syifa, itu dulu, sekarang kaulah istriku, dan kaulah yang kucintai" jawab mas yusuf.


"Mas, tidakkah mas yusuf lihat bagaimana hancurnya yasmin? Dia merasa hidupnya sudah tidak berarti lagi mas, bahkan dia sempat menginginkan hidupnya selesai, kebutaanya membawa dampak besar bagi hidupnya. Dan kebutaan itu karnaku mas, aku mohon mas, bersedialah menikahi yasmin" aku terus memohon hal itu pada mas yusuf.


"Itu sudah kehendak allah, semua yang terjadi itu sudah kuasa allah, kamu tidak bisa menyalahkan dirimu sendiri, maaf syifa, aku tidak biaa menurutimu" jawab mas yusuf.


"Mas, apa mas tega melihat yasmin terpuruk seperti ini, setidaknya dengan adanya mas, dia akan sedikit terbantu, dia akan punya semangat baru dihidupnya. Mas, aku tidak pernah meminta satu halpun kepadamu mas, dan sekarang aku mohon kabulkan permintaanku".


"ini untuk kebaikan orang lain, niatkanlah untuk membantu yasmin, setidaknya dengan menikahi yasmin itu akan memberi semangat baru untuk hidup yasmin".


"Tidak adakah permintaan yang lain?" Tanya mas yusuf. Dan aku hanya menggeleng.


"Pikirkan keadaan yasmin sekarang mas, dia merasa dunianya sudah berakhir. Dia tidak ada semangat lagi, apa mas tega melihanya seperti itu?".


Yusuf kemudian sejenak berpikir dan dia membayangkan kejadian tadi sore, saat yasmin sadar, dia merasa begitu hancur, tidak seperti yasmin yang selalu ceria dan tabah. Yusuf benar-benar tidak tega kalau harus melihat yasmin seperti itu. Setidaknya biarlah aku yang mengurus dirinya, dan membantunya karna telah menyelamatkan istriku, meski tak bisa kupungkiri, rasa ini masih ada untuknya~ gumam yusuf dalam hati.


"Ini bukanlah suatu pilihan yang mudah untukku syifa" kata mas yusuf.


"Aku janji aku tidak akan menuntut keadilan padamu mas, tidak apa kalau nanti, kau akan condong ke yasmin. Aku ikhlas dan ridho karna aku tau, dia yang lebih membutuhkanmu" kataku dengan dengan mengusap dada mas yusuf.


"Aku ikhlas" tambah syiga dengan tersenyum pahit, air mata tak hentinya menetes.


Mas yusuf kemudian memeluk tubuhku yang masih terbalut dengan mukena.