You Are My True Love Sir!

You Are My True Love Sir!
40



Tiga hari setelah kepulangan yusuf, ia belum berangkat berkerja, meskipun yusuf merasa badannya sudah sehat tapi  yusuf memilih mengambil cuti 1 minggu dari pekerjaannya.


Ia ingin memperbaiki hubungannya dengan yasmin.


"Selamat pagi sayang"


Sapa yusuf yang selalu mampu menghangatkan yasmin.


Tangan yusuf melingkar di leher yasmin yabg sedang memasak. Yasmin melepaskan tangan yusuf, yasmin berniat akan membuat jarak pada yusuf, ini ia lakukan agar suaminya bersedia menceraikan yasmin.


Yasmin berlalu menaruh makanan di atas meja tanpa membalas sapaan selamat pagi dari yusuf.


"Kamu kenapa?" Tanya yusuf menghampiri yasmin yang sekarang sibuk menata makanan.


Yasmin menegakkan pandangannya.


"Mas, sarapannya sudah siap" ucap yasmin singkat.


Yasmin duduk dan diikuti yusuf, bagaimanapun juga selama yasmin masih menjadi istri, ia harus menjalankan kewajibannya sebagai istri.


Malam ini yusuf berjamaah dirumah bersama yasmin. Jika biasanya setelah sholat maghrib diisi simaan yasmin kepada yusuf, malam ini yasmin memilih mengaji sendiri di ruang keluarga. Yasmin benar-benar menjauhi yusuf.


Jika biasanya sebelum tidur yasmin selalu menemani yusuf meninton televisi, sekarang yasmin lebih memilih menyibukkan diri dikamar.


Dan bila yasmin selalu memulai obrolan bila yusuf menemaninya memasak atau mencuci, sekarang yasmin lebih memilih diam seribu bahasa, rumah seakan sepi tanpa candaan mereke berdua,yang ada hanya hening diantara keduanya.


yusuf khawatir melihat istrinya sekarang yang jarang sekali senyum padanya, lebih banyak diam, lebih tertutup,ini yang membuat pertanyaan baru di pikiran yusuf.


Apa yasmin tidak bahagia dengan pernikahan ini? Apa kehiduoan rumah tangga ini menyiksanya.


Setiap hari sikap yasmin semakin berubah menjadi tidak perhatian kepada yusuf, ini memang sengaja dilakukan yasmin agar yusuf segera menceraikannya.


Ini Sudah satu minggu yusuf cuti,dan hari ini dia akan berangkat ke kampus untuk menularkan ilmunya.


Yasmin mengantarkan suaminya sampai di ruang tamu. Yasmin yang selalu melepas suaminya berkeja dengan wajah sumringah dan mengucapkan.


"Semangat bekerja suamiku" dengan menoel hidung mancung yusuf. Sekarang yasmin memilih diam dengan sedikit senyum terpaksa.


"Kamu ini kenapa?" Tanya yusuf lembut. Ia geram melihat yasmin terus bersikap cuek terhadapnya.


Hati yasmin berdesir mendengar pertanyaan yusuf.


Apa mas yusuf merasa sakit hati dengan perlakuanku? Kelau benar, pasti sekarang malaikat sedang mencatat dosa yasmin karna telah menyakiti hagi suami Astaghfirullah-.


Tapi bukankah ini yang yasmin inginkan? Supaya yusuf segera menceraikannya.


Yasmin menghela napas panjang. Ia menyerahkan surat gugatan lagi. Yusuf mengernyitkan dahi.


"Ini lagi?."


Yasmin hanya mengangguk tanoa menatap yusuf.


Yusuf menghela napas panjang,ia mengambil surat yang disodorkan padanya.


"Kalau ini yang membuatmu bahagia, aku tak bisa menolaknya. Kau pantas bahagia, dan aku tak berhak melarangmu untuk memilih kebahagianmu" dengan ragu, yusuf mengeluarkan pulpen di sakunya. Meski berat,ini adalah kebahgiaan yasmin. Yusuf tak sanggup melihat yasmin terus terpuruk, yusuf mulai menyentukan pucuk pulpen ke surat itu.


Hati yasmin tak karuan melihat tinta akan tergores di atas nama yusuf. Jantungnya berdetak dengan cepat seakan ingin copot.


"Tunggu!" Suara itu menghentikan apa yang akan dilakukan yusuf.


Sontak yasmin dan yusuf menatap seorang yang sekrang berdiri diambang pintu, entah sejak kapan laki-laki itu datang.


Dia adalah afla, ayah dari janin yang sedang dikandung yasmin.


Mau apa dia kemari?.


Afla mengambil paksa kertas yang ada di genggaman yusuf, dan langsung menyobeknya sampai menjadi sobekan kecil.


Apa yang ia lakukan? Ini sama saja dia menghambat perceraian yasmin dan yusuf, bukankah dia sendiri yang ingin yasmin menikah dengannya? Dan yang dilakukannya sekarang akan merugikan dirinya sendiri. Yasmin tak habis pikir dengan yang dilakukan afla.


"Baik akan aku jelaskan. Janin yang ada dikandungan yasmin itu bukan anakku,itu anak kalian"


"Tapi-" yasmin memotong pembicaraan afla, tapi afla memberi isyarat yasmin untuk diam  dia belum selesai menjelaskan.


"Benar,waktu itu aku memang menculik yasmin dan membawanya ke hotel, tapi kalian tidak tahu apa yang terjadi di hotel. Aku tidak menyentuh yasmin. aku menyuruh petugas hotel perempuan untuk membuka jilbab yasmin dan menggerai rambutnya, ini aku lakukan agar ya seprti ini, kalian cerai dan yasmin menjadi milikku, kalau kalian masuh tidak percaya, aku sudah bawakan petugas hotel yang waktu itu aku suruh" afla menunjuk wanita yang sedari tadi diam mematung disebelahnya. Wanita bernama aida itu kemudian angkat bicara.


"Apa yang dikatakan mas afla itu benar, malam itu aku seang lewat dilorong hotel dan kemudian di panggil oleh mas afla, dia menyuruhku untuk membuka jilbab dan menggerai rambut mbak yasmin, kalau mbak dan mas masih tidak percaya kami punya rekaman cctv yang merekam percakapan kami dilorong hotel".


Yasmin dan yusuf masih tertegun mendengar pernyataan mereka berdua.


"Demi Allah aku tidak menyentuh yasmin malam itu,aku tau batasan-batasanku. Aku juga berani memastikan kalau janin itu bukan anakku".


"Aku minta maaf kepada kalian berdua, aku sadar cintaku pada yasmin adalah cinta terlarang, dan bahkan cinta itu membutakanku. Aku mohon maafkan aku" tanpa aba-aba,tangan afla memeluk erat tubuh yusuf. Setulus hati afla benar benar menyesali perbuatannya dan meminta maaf dengan tulus.


Meskipun awalnya yusuf emosi,tapi yusuf bukanlah laki-laki pendendam, ia tetap mau menerima pelukan afla dan menerima permohonan afla.


Allah saja yang memiliki semua apa yang ada di langit dan bumi memiliki sifat Al-ghafur (maha pemaaf) lalu alasan apa yang membuat kita tidak memafkan?kita hanya manusia biasa penuh dosa. Yusuf menepuk punggung afla.


"Aku maafkan" pernyataan itu tulus muncul dari hati yusuf, afla merasa sangat menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulanginya.


Tak disadari, pipi putih yasmin sudah basah karna air mata yang mengalir tanpa ia sadari.


Betapa indah rahasia Allah, memberi sebuah hadiah yang begitu indah dengan jalan yang rumit. Tapi karna jalan yang rumit penuh itulah kebahagiaan akan terasa begitu indah.


Subhanallah.....


Yusuf mengurai pelukan afla. Dan menatap mata coklat yasmin. Yusuf memeluk yasmin dengan erat,air mata yusuf tak mampu dibendung lagi. Hadiah begitu indah telah Allah berikan lewat ujian.


"Maafkan aku sayang,jika aku pernah meragukanmu" yusuf mengecup pucuk kepala yasmin.


"Maafkan abi sayang, selama ini abi mengabaikanmu" yusuf mengecup perut yasmin.


air mata kebahagiaan terus lolos dari pelupuk yasmin. Subhanallah, sungguh indah sekenariomu ya Allah.


Ini adalah buah dari kesabaran dan ujian panjang yabg Allah berikan.


Yusuf kembali memeluk yasmin.


"Maafkan aku yang pernah menyakiti hatimu mas" yasminpun meminta maaf keda yusuf atas perlakuan fidak pantas seorang istri terhadap suaminya.


Eehm ehmm.


Afla berdaham membuat yasmin dan yusuf menghentikan pelukannya. Yasmin menyeka air matanya.


"Aku juga ingin mengundang kalian" kata afla.


"Besok aku akan menikah dengan dengan aida,aku jatuh hati pada kelembutan dan kebaikan aida, semoga aku bisa membina rumah tangga seperti kalian, yang tidak membiarkan setan menang dalam setiap ujian rumah tangga kalian" tambah afla.


Aida nampak tersipu malu, wajah cantiknya memerah.


"Alhamdulillah, selamat ya...Sudah aku bilang, kau akan dapatkan yang lebih baik dariku" ucap yasmin sembari melirik gadis berhijab kunit kunyit disebelah afla.