
Yusuf segera membawa syifa ke rumah sakit, dipikirannya hanya ada syifa, dia benar-benar khawatir dengan syifa kala itu. sesampainya dirumah sakit,ditaruhnya syifa ke ranjang pesakitan, suara roda ranjang pesakitan yang bergesekan langsung dengan lantai membuat keadaan semakin mengkhawatirkan, seakan keadaan buruk sedang terjadi pada syifa.
syifa segera dilarikan ke IGD dengan penuh kekhawatiran yusuf menunggu kabar keadaan syifa. mulutnya tak pernah berhenti bergetar mengucapkan kalimat thayyibah juga kalimat doa untuk syifa, semoga sesuatu yang buruk tidak terjadi pada syifa. kaki yusuf terus bergetar tak tenang, sampai getarannya berhenti saat dokter keluar dari ruangan syifa.
"bagaimana keadaan istri saya dokter?" tanya yusuf dengan panik.
"maaf pak,kami belum bisa memastikan,akan kami kasih tau pastinya saat hasil lab sudah keluar, tapi menurut ciri- cirinya sepertinya istri bapak mengalami kanker darah jenis leukimia,dan sepertinya penyakit itu sudah lama bersarang di tubuh istri bapak."
mendengar itu, yusuf sangat shock, tubuhnya jatuh terduduk di lantai, tubuhnya bersandar di tembok sembari diacak rambutnya dengan penuh frustasi.
kenapa syifa tidak pernah membicarakan penyakitnya ini? jawaban dokter benar-benar tidak membuat yusuf tenang. tak banyak tanya lagi, yusuf segera melangkahkan kakinya menuju ke ruang inap syifa.
yusuf tak kuasa melihat wajah khas arab syifa kini tampak pucat pasi, seakan tidak ada semangat dalan dirinya. apa yang terjadi padamu sayang? yusuf memposisikan dirinya duduk dikursi sebelah ranjang syifa, dielus dengan lembut pipi halus syifa.
tanpa ia sadari ia telah meninggalkan yasmin dirumah sendirian. tadi yusuf langsung melajukan mobilnya tanpa pamit kepada yasmin, bahkan yasmin pun tidak tau apa yang sedang terjadi.
🌹
Yasmin Pov
aku masih terduduk menangis di tepi ranjang memikirkan perkataan mas yusuf yang ingin menceraikanku. aku tidak tau nasibku kedepan kalau aku cerai dari mas yusuf dan menjadi janda, ketika mas yusuf sudah mau menikahiku, aku merasa punya semangat hidup kembali, aku tidak merasa sendiri dan sekarang? mas yusuf akan menceraikanku.
apa yang harus aku lakukan ya allah?
tangisku masih belum bisa kuhentikan bahkan semakin menjadi-jadi saat perkataan mas yusuf terngiang ngiang ditelingaku. ku tarik nafas panjang dan kuhembuskan perlahan. ku guyurkan air untuk berwudlu.
ku usap wajahku dengan tenang, subhanallah rasanya memang bisa menenangkan hatiku. kudirikan sholat isya' dan setelah itu kuadukan segala isi hati kepada rabbku. kuadukan nasib pernikahanku yang baru 2 minggu sudah diujung tanduk.
Ya Allah, hamba tau bahwa perceraian adalah hal yang paling engkau benci ya Allah. dan hamba yakin,engkau tidak akan memberikan takdir yang engkau benci kepada hambamu.
kusujudkan kepalaku diatas sajadah, ini adalah caraku untuk menenagkan diri.
***
ting tong!! suara bel deoan rumah berbunyi membuatku sadar dari sujudku, aku bangkit dan mulai berjalan menuju pintu dengan terus meraba hati-hati, ku buka pintu ruang tamu, terdengar suara salam ceria dari seorang perempuan, aku tau itu suara siapa, dia adalah sabil sepupu mas yusuf.
"Assalamu'alaikum mbak yasmin."
"wa'alaikumussalam sabil ya?."
"betul sekali, wah ternyata mbak hafal suaraku."
aku hanya menimpali ucapannya dengan senuum sembari mempersilahkan ia duduk.
"mbak? mas yusuf ada?."
"tadi mbak dengar suara mobil mas yusuf, mungkin mas yusuf sedang keluar" jawabku.
"mbak syifa ada?" tanya sabil lagi.
"mbak ngga tau bil, kayaknya pergi sama mas yusuf, coba kamu telfon mas yusuf deh".
gadis itu kemudian menelfon mas yusuf. selang percakapan singkat mereka, tiba-tiba sabil langsung menarik tanganku, mengajakkku pergi.
"ada apa bil?".
"nanti saja dimobil sabil ceritain, kita harus pergi sekarang" tanpa membantah, aku mengikuti perintah sabil, terdengar suara sabil begitu panik.
mobil jazz merah sabil bisa kurasakan melaju dengan kencang membelah ibu kota.
"mbak syifa tadi pingsan mbak, dan mas yusuf memabwanya kerumah sakit" jelasnya.
"astaghfirullahal'adzim, terus tadi mas yusuf bilang apa lagi?" aku khawatir mendengar kabar mbak syifa yang tiba-tiba pingsan.
"itu dia mbak, mas yusuf bilang,mbak syifa kena leukimia.:
aku semakin tercengang mendengar penjelasan sabil, rasanya mbak syifa tidak pernah mengeluh sakit. hanya sekali sewaktu mbak syifa mengimami sholat maghrib dan aku bersalaman dengannya, tangannya terasa panas, tapi mbak syifa bilang dia sedang masuk angin kemudian memberikan aku sebuah kotak yang entah apa isinya.
sesampainy dirumah sakit, sabil menggandeng erat tanganku menuju ruang inap mbak syifa.
Â
🌹
Â
"mas yusuf? gimana keadaan mbak syifa?" tanya sabil yang mendapati yusuf terduduk frustasi di sebelah syifa.
tapi diam yang didapati sabil,yusuf sama sekali tidak menjawab pertanyaan sabil,hanya raut wajah frustasi yang sabil dapati. yasmin meraba raba menuju tubuh yusuf, ia tau ia masih sakit hati dengan perkataan yusuf yang akan menceraikannya, tapi yasmin sadar, saat ini yusuf pasti sangat sedih mendapati syifa sedang sakit parah.
"mas? sabar, insyaAllah semua akan baik-baik saja" suara yasmin lembut sembari merankul tubuh yusuf tak berdaya. tapi getaran bahu yusuf malah semakin kencang pertanda tangisnya kembali pecah, yasmin benar-benar tak pernah mendapati yusuf menangis seperti ini. dengan penuh kasih sayang yasmin berusaha menenangkan suaminya, diusapnya pundak yusuf dengab lembut.
"mas! lihat jari mbak syifa gerak" perkataan syifa membuat yusuf tersadar dan menatao syifa lekat, dan benar saja, matanyapun sedikit mulai mengerjap.
"ma as" kata syifa lemas.
"iya sayng? kau butuh apa? katakan saja"
dengan susah payah syifa berusaha berbicara, tangannya ingin sekali menggapai wajah yusuf, sampai yusuf menelungkupkan telapak syifa ke wajahnya.
"maafkan aku mas, selama ini aku belum bisa menjadi istri yang baim untuk mas, dan terimakasih sudah menjadi imam yang baik untuk syifa,syifa banyak belajar dari mas" ucap syifa lembut kepada yusuf.
dan yusuf hanya mampu menimpali ucapan syifa dengan senyuman sembari menahan tangisnya,yusuf benar-benar takut kehilabgan syifa.
kemudian tangan syifa terarah memegang tangan yasmin.
"yasmin, mbak minta maaf... mbak sudah merenggut kebahagian kamu dengan mas yusuf,mbak menjadi orang ketiga diantara hububgan kalian,tidak seharusnya mbak hadir dalam hubungan kalian berdua" yasmin memegang erat tangan syifa, ingin sekali yasmin berucap kalau mas yusuf tidak mencintaiku,bahkan dia ingin menceraikanny. tapi yasmin sadar ini bukan waktu yang tepat.
"mbak, ini semua sudah jalannya. yasmin sudah ikhlas menerima takdir yasmin, sekarang yasmin ingin mbak syifa sembuh."
"kamu masih simpan kotak yang kemarin mbak kasih kam?" tanya syifa.
"yasmin simpan dilaci kamar yasmin mbak."
"sabil? mbak minta tolong ambilman kotak di laci kamar yasmin ya."
dengan segera sabil pergi meninggalkan rumah sakit untuk mengambik kotak tersebut.
baru sekitar 3 menit sabil keluar, kondisi syifa semakin drop,syifa mulai sesak napas.
"m..a..a s tuntun a..ku" pinta syifa terbata bata. dengan segera yusuf mendekatkan mulutnya ketelinga sabg istri,menuntun kalimat syahadat, yusuf tau ia tidak ingin ini terjadi,dan dengan lancar syifa mengucap kalimat syahadat.
Biiiiiippppppp biiipppppp suara alat pendeteksi jantung bersuara, jantung syifa beehenti bekerja. dengan penuh frustasi yusuf segera memanggil dokter untuk melakukan sesuatu.
alat oemacu jantubg dikerahkan,ditempelkan dan dicabut paksa dari dada syifa,beberapa kali dilakukan namun nihil,jantungnya masih tidak bekerja, sampai dokter menyatakan syifa sudah tiada.