Trapped By The BEAST

Trapped By The BEAST
Extra Chapter 1



"Malam ini anda tidak memiliki jadwal apapun Mr. Duanovic." Karina kini tengah berdiri di depan meja Kenzo yang sedang sibuk dengan lembaran berkas di hadapannya.


Kenzo tidak menjawab dan Karina pun hanya menghela nafas, lalu beranjak keluar.


"Kalau begitu saya permisi." Ujar Karina sebelum membalikkan tubuhnya untuk keluar dari ruangan yang terasa dingin tersebut. Dingin bukan karena pendingin udara yang menyala, namun karena aura Kenzo yang tidak tersentuh sama sekali.


Karina melangkah kembali ke arah ruangannya dengan kening berkerut. Sudah satu setengah tahun semenjak kabar pernikahan Atasannya tersebut tersiar ke seluruh dunia, namun hal mengerikan terjadi tepat di hari pernikahan mereka.


Kabar kematian pengusaha dan putrinya yang saat itu menjadi pengantin wanita seketika menjadi Headline di seluruh berita, dengan banyaknya saksi mata dan kesaksian dari para tamu yang hadir.


Menurut polisi, pembunuhan tersebut terjadi karena musuh-musuh dari Ayah sang pengantin wanita yang ingin balas dendam. Setelah itu, tidak ada lagi berita apapun mengenai kejadian tersebut, bahkan berita penangkapan pelaku, seakan semuanya sudah dibungkam.


"Pria berengs*k, aku pikir dia akan menikah dengan Letta. Bagaimana bisa dia membuang wanita seperti Letta, maunya apa sih?" Karina bergumam kesal sambil berjalan ke arah ruangannya.


"Sudah lama aku tidak pernah bertemu lagi dengan Letta, bagaimana ya kabarnya sekarang?" Tanya Karina bermonolog.


"Hahh, semoga dia bisa melupakan pria bajing*n seperti Mr. Duanovic dan menikah dengan pria yang lebih baik darinya." Tambah Karina masih kesal sampai saat ini ketika memikirkannya lagi dan lagi.


Ia ingat betul bagaimana terkejut dan kesalnya ia ketika melihat berita tersebut, padahal Letta dan Kenzo baru saja memulai hubungan mereka sebagai sepasang kekasih.


"Pria itu, aku menyesal pernah menyukainya dulu." Tambah Karina lagi, lalu masuk ke dalam lift dan menekan tombol menuju lantai ruangannya.


Sedangkan Kenzo yang masih fokus dengan pekerjaannya, tiba-tiba harus mengalihkan perhatiannya ke arah ponsel yang tengah berdering, menandakan sebuah panggilan masuk.


Kenzo melirik pada Id Caller, lalu mengangkatnya.


"Halo Kenzo, sudah lama kita tidak bertemu, apa malam ini kau sibuk?" Tanya orang dari seberang telpon ketika Kenzo mengangkatnya.


"Tidak." Ujar Kenzo.


"Baguslah, bagaimana kalau malam ini kita ke Club? Sudah lama kita tidak minum bersama dengan yang lain?" Kata orang di seberang sana lagi.


"Dimana?" Tanya Kenzo singkat.


"Club yang sering kita datangi dulu, Club Nightingale."


Kenzo terdiam beberapa saat. Club itu adalah tempat pertama dimana ia bertemu dengan Crystal dulu.


"Okay." Jawab Kenzo singkat, lalu mematikan panggilan telepon dan kembali menyibukkan dirinya.


***


Langit kini sudah tak lagi cerah dan hanya diselimuti warna gelap dengan hiasan cahaya bulan dan bintang. Kenzo keluar dari dalam mobilnya, menatap gedung di depannya sebentar, lalu berjalan masuk.


Pengawal yang berada di depan pintu masuk terlihat menundukkan kepala ketika Kenzo memasuki gedung tersebut.


"Selamat datang Tuan Duanovic, mari saya antarkan ke ruangan anda." Ujar manager yang langsung menyambut kedatangannya.


Kenzo mengikuti langkah orang tersebut ke arah area VVIP dan berhenti di salah satu pintu.


"Silahkan Tuan." Manager Club tersebut membuka pintu itu dengan kepala menunduk untuk mempersilahkan Kenzo masuk ke dalam.


"Oh hai Kenzo, akhirnya kita bertemu lagi." Ujar seorang pria yang langsung bangkit berdiri dengan senyum gembira menyambut kehadiran Kenzo.


Ketika Kenzo masuk, sudah ada 3 pria lainnya yang semenjak dulu selalu menjadi teman minumnya ke Club tersebut.


Kenzo tak membalas dan ekspresinya masih tetap saja datar. Pria itu berjalan, lalu duduk di sofa dan langsung menyenderkan punggungnya.


"Malam ini aku sudah meminta banyak wanita untuk melayani kita." Ujar salah satu pria itu.


Seketika ketiga pria itu bersorak bahagia, sedangkan Kenzo menuangkan minuman di dalam botol kepada gelasnya, lalu meneguknya dengan cepat.


Seketika orang-orang di dalam ruangan tersebut mulai riuh sambil menatap ke arah kaca besar, dimana mereka dapat melihat seluruh keadaan Club yang sedang asik berpesta dengan alunan musik yang memekakkan telinga.


Para wanita juga mulai masuk untuk menghibur mereka, sedangkan Kenzo sejak tadi hanya sibuk menegak minuman kerasnya tanpa berhenti.


Pria itu terlihat hanya datang untuk minum sepuasnya. Dua wanita yang datang mendekatinya dan menggodanya pun langsung diusir dengan begitu dingin oleh Kenzo.


Semakin malam, waktu terasa berlalu sangat cepat. Ruangan tersebut kini hanya terisi oleh Kenzo seorang, sedangkan ketiga pria lainnya sudah menyewa kamar yang berada di club tersebut untuk menghabiskan waktu dengan wanita-wanita bayaran mereka.


Kenzo lagi dan lagi tak berhenti meneguk minuman kerasnya, padahal kondisinya sekarang sudah terlihat sangat mabuk. Mata pria itu sudah tak lagi fokus dan gerakan tubuhnya terasa mulai tak terkendali.


Kenzo membuka matanya dengan pandangan buram dari efek mabuk yang ia rasakan. Matanya menyipit ketika menyadari ada seseorang yang tengah berdiri di hadapannya. Kenzo mencoba menetralkan pandangannya, sampai akhirnya terlihat sosok wanita yang begitu ia rindukan selama ini.


"Sial." Kenzo mendongak dengan gusar sambil menekan kepalanya yang terasa berputar.


Selalu seperti ini. Ketika ia mabuk, sosok dan bayang-bayang Crystal selalu muncul di depannya dengan senyuman manis, dan ia tak bisa mencegah hal itu untuk tidak terjadi.


Ia selalu berharap bahwa bayang-bayang tersebut nyata, namun setelah ia bangun dari keadaan mabuknya, ia menyadari bahwa sosok itu hanyalah sebuah khayalan yang terwujud dari rasa rindunya yang membuncah.


Kenzo menekan kedua pangkal matanya dengan begitu frustasi, lalu menyenderkan punggungnya ke badan sofa dengan mata terpejam, karena ia tidak ingin ketika membuka matanya kembali, sosok wanita itu masih berada di hadapannya.


"Kenzo."


"Kenzo."


Lagi-lagi suara itu memanggil namanya. Suara yang begitu ia kenali dan tentu saja begitu ia rindukan.


Kenzo segera membuka matanya dengan pelan dan kembali menatap sosok Crystal yang berada di hadapannya dengan senyuman lembut.


"Jika kau hanya imajinasiku, kumohon pergilah Crystal!" Kenzo mendesis sambil menutup matanya lagi dengan kepala mendongak dan nada suaranya yang mulai bergetar.


"Pergilah atau aku akan semakin gila!"


Kenzo kembali menekan pangkal matanya dan tangannya yang bebas meraih kembali gelasnya yang berada di atas meja.


"Kau serius? Kau ingin aku pergi?" Suara wanita itu kembali terdengar.


"Iya, karena kau tidak nyata." Balas Kenzo sambil meletak kasar gelasnya di atas meja.


Kenzo masih menutup matanya dengan bahunya yang mulai bergetar. Beberapa detik kemudian, Kenzo dapat merasakan seseorang duduk di atas pangkuannya, lalu meraup kedua pipinya dengan lembut.


"Maafkan aku." Desis wanita itu. Kenzo masih memejamkan matanya dengan buliran air yang mulai membasahi pipi pria itu.


"Maaf karena sudah meninggalkanmu sendirian, maaf karena tidak menepati janjiku, maaf sudah membuatmu sedih dan melalui semuanya seorang diri, maaf karena baru mendatangimu sekarang."


Kenzo membuka matanya dengan pandangan buram karena air mata.


Manik matanya dapat melihat sosok Crystal yang begitu nyata, membuatnya kembali ingin berharap dan menghentikan waktu agar dapat terus bersama wanita itu.


Tangan lembut Crystal mengusap air mata Kenzo, lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah pria itu, hingga kening mereka bersentuhan.


"Setelah ini, aku tidak akan pergi lagi." Desis Crystal tersenyum begitu lembut sambil menatap mata Kenzo dalam.


Kenzo terlihat masih memproses segalanya sambil menatap wajah Crystal lekat dengan dadanya yang terasa sesak. Jika ini memang hanya imajinasinya yang terasa begitu nyata, setidaknya biarkan ia menikmati waktu singkat tersebut yang terasa berharga.


Kenzo meraih wanita itu, lalu memeluknya begitu erat di atas pangkuannya.


"Please, don't leave me." Ujar Kenzo


Crystal terlihat tersenyum di pundak Kenzo, lalu mengangguk sambil mengusap punggung pria itu naik turun.


"I promise you, i'll never leave you again." Balas Crystal.


***


Kelopak mata pria itu terlihat mengerjab ketika ia merasakan cahaya matahari menusuk kulitnya.


Mata pria itu mulai terbuka dan menyipit untuk menyesuaikan cahaya yang diterima oleh retina matanya.


Kenzo menatap ke arah jendelanya yang setengah terbuka, sehingga cahaya matahari dapat masuk ke dalam kamarnya.


Siapa yang berani membuka gordennya dan membangunkannya?


Beberapa detik setelah memproses segalanya, Kenzo baru menyadari bahwa ia berada di dalam kamarnya sendiri, padahal tadi malam ia berada di Club dan berakhir dengan mabuk berat.


Ia tidak bisa mengingat apa yang sudah terjadi tadi malam, tapi ia ingat jelas bagaimana lagi dan lagi bayang-bayang Crystal muncul di hadapannya ketika ia sedang mabuk.


Kejadian semalam pasti tidak berbeda dengan sebelumnya. Sosok Crystal yang terasa begitu nyata tersebut, pasti juga hanya khayalannya semata.


Kenzo kembali menutup matanya dengan lengan tangannya.


Berharap pun sudah tidak ada gunanya.


Cklek.


Pintu kamarnya terdengar terbuka, menandakan seseorang sudah membukanya dan masuk ke dalam kamarnya tanpa izin.


Kenzo menggeram marah. "Siapa yang menyuruhmu masuk tanpa izin? Kau mau mati?" Kenzo menurunkan lengannya, membuka matanya dengan pamdangan tajam, lalu duduk di atas ranjang sambil menatap ke arah pintu.


"Hah, apa aku akan dibunuh lagi?" Tanya orang tersebut dengan bibir mengerut, sedangkan Kenzo kini terdiam dengan raut terkejut.


Pria itu seketika berubah menjadi patung ketika mata kepalanya sendiri melihat sosok Crystal, wanita yang selama ini telah menghilang kini sedang berdiri di depannya dengan sebuah nampan di tangannya.


Apa ia masih bermimpi?


Next extra part 2🙉


Dua hari lagi aku up ya🤭


Ini bukan yang kalian inginkan para readersku tercintaaa🤣


Tenang, author ini penikmat Happy ending. Kisah cinta dan masa lalu mereka udah ribet dan berliku-liku jalannya, masa nggak happy ending yee kan🙊


See you, jgn kupa like dan comment😍