
Pria itu adalah Desmond yang kini sedang tersenyum sambil berjabat tangan dengan Kenzo. Tanpa sadar, Crys meremas lengan Kenzo yang ia rangkul dengan rahang mengeras, serta tatapan tajam yang tertuju pada Desmond.
Kenzo jelas menyadari perubahan ekspresi Crystal. Desmond menoleh pada Crys yang berada di samping Kenzo.
"Lalu, Nona yang bersamamu malam ini?" Tanya Desmond pada Kenzo.
Desmond mengulurkan tangannya kepada Crystal. "Halo Nona, saya Desmond Killian." Ia menatap uluran tangan pria itu dengan penuh kebencian, namun mencoba menetralkan emosinya walau terasa sangat sulit.
Crys mengulurkan tangannya untuk membalas jabatan pria itu. " Saya Letta." Jawabnya singkat sambil memasang senyuman tipis walau dadanya terasa sesak.
Kaitan tangan diantara mereka terurai. "Sepertinya saya pernah bertemu dengan Nona Letta." Ujar Desmond menatap lekat wajah Crystal.
Crys semakin meremas lengan Kenzo ketika Desmond menatapnya lekat dengan tatapan yang begitu mengintimidasi.
"Dia bekerja di Perusahaanku." Jawab Kenzo dengan nada dingin, yang berhasil membuat tatapan Desmond beralih padanya.
Desmond mengangguk paham dengan senyumnya yang terlihat hangat dan ramah. "Aku pikir dia adalah kekasihmu." Ujar Desmond.
"Dia memang kekasihku." Jawab Kenzo santai.
Jujur saja Crys terkejut dengan ucapan pria itu. Namun ia berpikir, Kenzo sengaja melakukannya untuk mengelabuhi Desmond. Cryspun berusaha untuk tidak terkejut dan bersikap senatural mungkin agar mereka terlihat seperti sepasang kekasih.
"Ah, benarkah?" Tanya Desmond memasang wajah terkejut sambil menatap Kenzo dan Crys bergantian.
Crys mencoba tersenyum manis sambil mengangguk. Crys mengusap lengan Kenzo dan menatap pria itu lekat.
"Sayang, aku akan mengambil minum sebentar, lanjutlah mengobrol dengan Mr. Killian." Ujar Crys dengan nada yang begitu lembut dan penuh cinta.
Kenzo menatap Crys lekat, melihat bagaimana ekspresi yang Crys berikan ketika berbicara seperti itu padanya.
Kenzo tersenyum manis menatap Crys dengan tatapan penuh cinta. “Baiklah, segera kembali mengerti?” Crystal mengangguk sambil tersenyum lebar.
Para tamu seketika terdiam dengan mata membulat dan mulut menganga melihat Kenzo yang dikenal dengan sikap dingin dan wajah datar tanpa ekspresinya, kini tersenyum begitu lembut dan hangat pada wanita yang ia sebut sebagai kekasihnya.
Mereka berbisik-bisik ketika Crystal berjalan dengan begitu anggun melewati kerumunan tamu, sedangkan Kenzo kembali menatap Desmond setelah Crystal menjauh darinya.
Seketika acara malam itu heboh dengan kedua insan yang menjadi pusat perhatian seluruh tamu. Crystal berjalan menuju sebuah meja besar dimana tersaji beberapa minuman dan cemilan.
Setelah sampai disana, tangan Crys dengan cepat mencengkram tepi meja dengan ahang mengeras. Ia membuang nafasnya yang terasa berat serta dadanya yang masih berdetak kencang setelah bertemu dengan Desmond secara tiba-tiba. Crystal mencoba menarik nafas panjang untuk mengontrol emosinya yang naik turun.
“Letta.”
Crys menoleh ke sumber suara dan mendapati Karina yang datang menghampirinya. Emosi Crys yang mulai mereda membalas sapaan Karina dengan senyum tipis.
“Hai.” Ujar Crys ikut menyapa.
“Letta, aku mendengarnya, jadi kau dan Mr. Duanovic sudah resmi menjadi sepasang kekasih?” Tanya Karina dengan penuh semangat.
Letta memasang senyum canggung, ia bingung bagaimana harus menjawab pertanyaan wanita di depannya tersebut. Tidak mungkin dia menjelaskan pada Karina bahwa dia hanya bersandiwara di depan Desmond.
Crys pun mengangguk dengan senyum canggungnya. Karina bersorak heboh sambil mengamit tangan Crsytal dengan raut bahagia.
“Akhirnya.” Ujar Karina bahagia.
“Aku tau kalian pasti akan bersama.” Tambah Karina lagi.
Crys menatap ke arah Kenzo dan Desmond yang masih berada ditempat semula. “Sebentar lagi acara akan dimulai, sebaiknya kau kembali pada Mr. Duanovic.” Ujar Karina setelah melihat bagaimana Crys menatap Kenzo.
Crys mengangguk, lalu mengambil dua gelas minuman dari atas meja. “Aku akan menemuimu lagi nanti.” Ujar Crys tersenyum manis dengan nada bersalah karena harus meninggalkan wanita itu.
“Okay.” Jawab Karina dengan senyum lembutnya.
Crys kembali berjalan menuju Kenzo, lalu setelah sampai disana, ia mengulurkan gelas ditangan kanannya pada pria itu. Kenzo menatap kedatangan Crys dengan senyum lembut, lalu menerima gelas tersebut.
Crys kembali mengamit lengan Kenzo dengan tangan kirinya sambil membalas senyuman pria itu. Tiba-tiba muncul sosok Karina dengan kepala menunduk sopan. “Mr. Duanovic, acara akan segera dimulai, silahkan naik ke atas panggung.” Kata Karina.
Kenzopun mengangguk singkat. “Tolong jaga kekasihku sebentar.” Ujar Kenzo pada Karina. Karinapun mengangguk dengan senyum menggoda menatap Crys yang kini tersipu.
“Baik Tuan.” Jawab Karina.
Kenzo pun melangkah menuju atas panggung, sedangkan Karina mengamit lengan Crys. “Saya permisi Mr. Killian.” Pamit Crys dengan senyum tipis, lalu pergi dari sana setelah Karina ikut menunduk sopan pada Desmond, sedangkan Desmond kini menatap tajam punggung Crys yang berjalan menjauhinya.
Kedua wanita itu berjalan kembali menuju meja besar berisi cemilan ringan dan minuman, sedangkan Kenzo kini sedang berdiri di atas panggung sebagai bintang utama yang tengah memberikan kata-kata sambutannya.
“Dengan sambutan singkat, saya resmi membuka acara pada malam hari ini, silahkan menikmati.” Ujar Kenzo diakhir sambutannya, lalu dibalas dengan sorakan tepuk tangan dari para tamu.
Kenzo kembali turun dari atas panggung dan berjalan menghampiri Crystal. Karina berbisik sambil menatap Kenzo yang berjalan menuju ke arah mereka dengan begitu gagah.
“Kau beruntung sekali bisa mendapatkan pria setampan dia Letta, sungguh aku iri padamu.” Bisik Karina.
Crystal juga menatap lekat pada sosok Kenzo yang berjalan ke arahnya dengan begitu menawan. Benar kata Karina, ia saja terpaku melihat ketampanan Kenzo malam ini. Crys yakin, Tuhan pasti sedang gembira ketika menciptakannya.
Namun sangat disayangkan, dibalik wajah sempurnanya yang tak bercela, sikap dan sifat Kenzolah yang menjadi kekurangan pria itu.
Tanpa mereka sadari, Kenzo sudah sampai dihadapan mereka yang masih diam terpanah oleh ketampanan pria itu.
Crystal menggeleng dengan wajah gugup, sedangkan Karina memasang senyuman canggung.
"Se..selamat untuk peresmian cabang baru anda Tuan." Kata Karina sopan dengan nada gugup.
Kenzo mengangguk singkat, lalu menarik pinggang Crys dan merangkul gadis itu dengan posesif.
Crystal meneguk ludahnya dengan wajah gugup dan jantung yang berdetak kencang karena sikap pria itu.
"Kalau begitu saya permisi." Ujar Karina menunduk, lalu tersenyum pada Crystal dengan senyuman menggoda.
Kenzo mengambil sebuah gelas dari atas meja dan memberikannya pada Crystal, setelah itu mengambil lagi segelas untuknya.
"Bukankah sudah tidak ada Desmond." Ujar Crystal sedikit berbisik.
"Lalu?" Tanya Kenzo setelah menyesap Champagne di gelasnya.
"Kau bisa melepas tanganmu." Ujar Crys, namun Kenzo malah tak berkutik dan hanya diam tak mengindahkan ucapan Crys. Crystalpun mendengus pasrah.
Hingga akhirnya tatapan mata para tamu tertuju pada sebuah keluarga yang baru saja datang dan memasuki Hall.
Kenzo dan Crys ikut menatap dan mendapati Davin serta istri dan anaknya yang datang dengan begitu santai walaupun mereka terlambat.
Mata Davin langsung menatap ke arah Kenzo, sang pemilik acara dan melangkah mendekati mereka.
"Kau terlambat." Ujar Kenzo mengejek.
"Salahkan istriku yang terlalu cantik ketika kami ingin berangkat." Ujar Davin, sedangkan Vania memukul lengan suaminya itu dengan senyum malu.
"Kakak Crys, kapan bermain lagi dengan kami?" Tanya Vian tiba-tiba sambil mengamit tangan Crys dengan wajah imutnya.
Crys tersenyum dengan raut wajah bersalah. "Maaf ya, soalnya kakak sibuk akhir-akhir ini." Ujar Crys sambil mengusap pipi Vian gemas, sedangkan Vano hanya diam menatap Crystal dan Vian.
Crystal mengangkat kembali wajahnya guna menatap ke arah Vania yang juga menatapnya dengan senyuman ramah. "Sudah lama kita tidak bertemu." Crys mengangguk sambil tersenyum lembut.
"Berbincanglah dulu, aku dan Kenzo akan berbicara sebentar." Ujar Davin pada Vania.
Vania mengangguk. "Aku akan kembali." Ujar Kenzo pada Crys, lalu melepas rangkulannya dari pinggang wanita itu dan pergi bersama Davin, namun tidak terlalu jauh dari mereka.
"Sebaiknya kita bebrincang sambil duduk." Kata Vania.
"Mommy, Vian mau kue." Ujar Vian menunjuk makanan di atas meja dengan semangat.
Vania pun mengambil piring kecil untuk mengambil beberapa makanan pilihan Vian, sedangkan Vano dibantu oleh Crystal.
Setelah itu mereka melangkah menuju sebuah meja bulat dan duduk disana sambil berbincang dan menikmati cemilan mereka.
Dua anak laki-laki tersebut terlihat bersemangat memakan makanannya. Setelah habis, Vian malah menuntut untuk turun dari atas kursi karena ingin menghampiri Papanya.
Vania dengan sabar dan telaten menurunkan Vian dari atas kursi, sedangkan Vano tidak mengikuti kembarannya tersebut.
"Vian bisa pergi ke Daddy sendirian?" Tanya Vania yang dibalas anggukan yakin oleh Vian.
Vania menunjuk pada Davin yang tidak jauh dari mereka. "Itu Daddy, panggil Daddy agar dia melihatmu okay?"
"Okay Mommy." Jawab Vian gemas, lalu berlari ke arah Davin sambil berteriak memanggil Papanya dengan sangat lantang, hingga mengundang senyuman para tamu karena melihat tingkah gemas anak laki-laki itu.
Vania mengusap bibir Vano dengan tissue setelah melihat bibir anaknya itu sedikit celemotan karena cream kue.
"Bagaimana dengan kabar Kakakmu?" Tanya Vania.
"Kakakku sudah aman." Jawab Crys senang.
"Syukurlah." Ujar Vania ikut senang.
Crystal menatap ke arah Kenzo dan Davin yang masih berbincang, namun matanya terpaku ketika Kenzo menggendong Vian dengan senyuman manisnya yang akrab.
Crystal terdiam. Levin tidak pernah akrab dengan anak-anak, apa dia tidak salah lihat?
Crystal melihat jelas bagaimana sosok Kenzo yang ia kira sebagai Levin, tengah tertawa kecil melihat tingkah Vian di dalam gendongannya.
Seketika tubuh Crys menegang. Pikirannya kacau ketika hal-hal aneh itu mulai memenuhi kepalanya. Crystal menggeleng dengan wajah pucat pasi.
"Tidak mungkin dia Kenzo." Batinnya menyangkal sambil terus menatap pria itu dengan wajah shock.
Bersambung...
Kenzo ini muka elit, akhlak sulit ya gaes yak😂
Gimana nih? Udah Mulai deg-deg serr, Aman gak ya kira-kira Kenzo?
Jangan Lupa Comment, like, Vote dan share.
See you 🥰