
Warning⚠️
Adult Area, yang belum cukup umur mundur dulu ya❗
Crystal menatap kesal ke arah Levin yang datang ke kamarnya dengan senyum terselubungnya. Apa lagi yang akan dilakukan pria itu di dalam kamarnya malam-malam begini.
Levin masuk ke dalam kamar Crystal dengan santainya. Ia pergi menemui gadis itu setelah bertemu dengan Damian. Namun sebelum itu, ia harus membuang waktu untuk mandi terlebih dahulu karena ia merokok ketika menemui Damian.
Levin tidak ingin Crystal mengusirnya karena mencium aroma asap rokok dari tubuhnya, oleh karena itu ia sampai repot-repot untuk mandi demi gadis itu.
"Kenapa kau datang?" tanya Crystal dengan raut curiga.
"Kau tidak suka aku datang?" tanya Levin balik.
"Iya. Kau pasti akan melakukan hal mesum padaku." kata Crystal yang sudah paham betul dengan sifat Levin.
Levin tertawa kecil, lalu melangkah mendekati gadis itu dengan senyum miring penuh makna.
"Jangan mendekat!" ujar Crys cepat.
"Apa kau tidak suka melakukan hal 'itu' denganku?" tanyanya semakin mendekat dengan tatapan mengintimidasi.
Crystal langsung mendapatkan sinyal merah tanda bahaya dari tubuhnya, memperingati dirinya untuk segera menjauh dari pria mesum yang selalu mengintimidasinya.
Crystal bersiap untuk segera kabur, namun naas sebelum berhasil untuk berlari menjauh, Levin sudah lebih cepat menangkap tubuhnya dan menjatuhkan tubuh mereka berdua ke atas ranjang Crystal yang empuk.
Crystal berteriak kaget saat Levin tiba-tiba menangkapnya dan menindihnya ke atas ranjang.
Levin tersenyum puas karena berhasil mengurung gadis itu dibawahnya. Crystal menatap wajah Levin yang begitu dekat dengan wajahnya.
"Eghh, berat." ujar Crys memberontak sambil mendorong tubuh pria itu dari atas tubuhnya.
"Teruslah bergerak dan kau akan tau akibatnya setelah memancingku." ancam Levin merasakan betapa panas dirinya ketika Crystal bergerak begitu brutal di bawahnya, memancing sesuatu yang buas untuk keluar dari dirinya setelah sekian lama tidak memberontak.
Crystal langsung terdiam dengan wajah pucat. Ia ingat pria di depannya ini pernah bermain lebih dari mencium bibirnya ketika ia baru disekap disini beberapa hari. Entah itu Levin atau Kenzo, Crys ingin tau siapa yang melakukan itu padanya.
"Anak pintar." ujar Levin tersenyum lembut ketika Crystal berhenti bergerak.
Crystal mendengus kesal, dia kalah lagi dari pria dominan di depannya ini.
"Aku mau bertanya sesuatu. Apa kau yang hampir memperkosaku waktu itu?" tanyaku kesal dan marah ketika mengingat hari buruk itu.
Levin mengernyit. "Ah, apa saat aku bermain di payu...." Crystal buru-buru menutup mulut Levin dengan telapak tangannya.
Bisa-bisanya pria itu dengan mudah mengatakan hal seperti itu di depan seorang gadis yang tidak pernah melakukan hal-hal dewasa selama ia hidup.
"Jangan dilanjutkan! Jadi kau yang melakukannya. Aku pikir itu Kenzo karena aku belum mengetahui keberadaanmu."
Levin meraih tangan Crys yang menutup mulutnya, lalu mengecup telapak tangan gadis itu lembut, membuat sekujur tubuh Crystal merinding seperti tersengat listrik.
Crystal menarik tangannya cepat dengan wajah memerah. Levin tersenyum miring dengan tatapan menggoda. Jantung Crys berdegup kencang melihat betapa menggodanya sosok Levin dari jarak sedekat ini.
Tidak. Lama-lama berada sedekat ini dengan Levin tidak baik untuk kesehatan jantungnya.
Wajah Crys semakin memerah. Ia bingung, harusnya dia marah mengingat hal itu, namun sekarang ia tidak tau harus bersikap seperti apa.
Levin menatap lekat wajah Crystal yang terlihat bersemu di bawahnya. Wajah merah dan tatapan malu-malu itu malah membuat sisi dirinya yang liar untuk segera keluar dan bersenang-senang.
Namun dalam pandangan Levin berbeda. Ketika Crys menoleh guna menghindari tatapannya, yang ia tangkap adalah gadis itu sedang memberikan leher bebasnya yang kini terekspose untuk ia terkam.
Leher menggoda yang selalu menjadi tempat favoritnya untuk bersandar. Levin meneguk ludahnya kasar, ia tidak bisa menahannya lagi, dia menggeram tertahan dan akhirnya pertahanannya runtuh.
Levin memiringkan wajahnya, lalu mengecup leher putih menggoda itu. Crys terkesiap kaget merasakan sesuatu yang lembut dan basah menabrak lehernya.
Ia menahan nafas dan menutup matanya rapat ketika benda lembut itu mulai bergerak melu*at kulit lehernya. Crystal tiba-tiba kehilangan akal. Ia bisa merasakan hembusan nafas pria itu menerpa lehernya, merasakan bibir lembut dan panasnya bergerak di kulitnya membuat sesuatu di tubuh Crys terbakar.
Crys menggenggam kedua pundak Levin erat sambil menutup matanya. Harusnya tangannya saat ini bergerak untuk mendorong pria itu menjauh, namun pikirannya tidak bisa berfikir jernih saat ini. Ia malah terlihat menikmatinya.
"Le..Levin." Crys meremas pundak Levin dengan mata tertutup ketika pria itu malah menghisap dan meninggalkan jejak kemerahan di lehernya.
Crys tidak ingin mengeluarkan suara lakn*t itu dari mulutnya. Ia menggigit bibirnya keras untuk menahannya.
Levin melepas tautan bibirnya, menatap tanda kemerahan di leher Crys dengan bangga, lalu menatap lekat wajah Crys yang memerah karena menahan diri.
Levin menyentuh bibir ranum Crys, mengelusnya dengan lembut. "Jangan digigit!" katanya lembut dengan senyum geli.
Crystal perlahan membuka matanya dan melepas gigitan bibirnya, lalu membuang nafasnya yang sejak tadi tertahan. Ia mengelus lehernya yang masih tersisa rasa hangat dari sentuhan lembut bibir Levin di kulitnya.
Crystal menatap dalam mata Levin yang juga menatapnya lekat. Levin menatap seluruh lekuk wajah Crys yang terlihat sangat cantik dibawah lampu kamar yang temaram.
"Cantik." Levin tersenyum begitu lembut dengan tatapan yang begitu dalam setelah berbicara satu kata yang begitu lirih, namun terdengar jelas oleh telinga Crys. Gadis itu terlihat merona padam terbukti dari warna merah muda di pipinya.
Levin masih mengusap bibir Crys yang selalu menggoda baginya. Dengan perlahan namun pasti, Levin menunduk menatap bibir itu lekat, berusaha untuk mencicipinya lagi dan lagi.
Crystal tau apa yang akan Levin perbuat, namun ia terlihat diam tanpa melakukan apapun dan perlahan mulai menutup matanya.
Detik selanjutnya bibir kedua insan itu menyatu dengan sempurna. Kali ini Crys menerimanya dengan sukarela. Bibir Levin terasa sangat lembut ketika menyapu dan membelai bibirnya.
Levin bisa merasakan dadanya berdetak kencang, sedangkan perut Crys terasa geli seperti ada ribuan kupu-kupu yang bertebrangan di dalam sana. Bibir Levin dengan lembut mel*mat dan membelai, sedangkan Crys terlihat menyesuaikan pergerakannya.
Crys menutup mata dengan rapat dan akhirnya tangannya bergerak ke atas dan memeluk leher Levin sembari memperdalam tautan bibir mereka.
Levin tidak bisa mendeskripsikan apa yang saat ini ia rasakan ketika Crys mulai membuka dirinya dan menerimanya dengan lembut. Yang Levin tau, dia tidak akan membiarkan Crys pergi dari sisinya.
Levin membelai leher Crys, menghisap bibir bawah gadis itu, lalu melum*tnya lagi dengan rakus. Tangan Levin perlahan turun meremas dada Crys dengan tangan kanannya.
"Ehmm." Crys mendes*h di balik ciumannya. Pikiran Crys benar-benar mulai tidak berfungsi. Ia merasa melayang di atas langit menerima semua perlakuan dan sentuhan Levin padanya.
Levin melepas lumatannya dan bibirnya turun mengecup dagu, hingga leher Crys dengan lapar. Crys hanya bisa mendesah sambil menutup matanya. Tangannya yang tadi memeluk leher Levin, luruh di atas ranjang dan kini hanya bisa meremas spreinya yang sudah kusut.
Dalam tautannya, Levin menatap wajah Crys yang memerah dan mulutnya yang terbuka mengeluarkan desah*n-desah*n indah, yang membuat Levin semakin menggila.
Levin membuang nafas gusar, lalu menegakan tubuhnya dan membuka kausnya dengan sekali tarik. Levin menunduk kembali mendekatkan wajahnya dengan wajah Crys.
"I won't stop, even if you cry." ujar Levin tajam di samping telinga Crystal.
Crystal tidak lagi bisa berpikir dengan jernih. Pikirannya berkabut, masih dengan euphoria ketika Levin memberikan kupu-kupu yang bertebrangan di perutnya. Bahkan saat Levin kembali menerkam bibirnya dengan kasar, Crystal hanya bisa mendes*h dan benar-benar menangis sepanjang malam, namun pria itu sama sekali tidak berhenti sesuai dengan ucapannya.
Bersambung....
Note : Buat kalian yang bingung kenapa beberapa kata ada yang aku bikin bintang ditengah, soalnya pihak App nya akan mensensor full beberapa kata yang kasar dan terlalu vulgar. Nah kalau disensor full, takutnya klian nnti nggak ngerti, jadinya aku sensor perhuruf di setiap kata ya.