
Note : disini kan Crys nganggap Kenzo itu Levin, tapi aku tetap nulis namanya Kenzo ya.
Crystal menggeliat kecil merasakan sinar matahari menerpa wajahnya. "Egh." Crys menggumam sambil menutup wajahnya di dalam selimut karena terusik dengan sinar matahari yang masuk dan menyapanya.
Crys sangat lelah, seluruh badannya terasa benar-benar pegal. Ia masih ingin tidur dan tenggelam dalam mimpinya. Masih dengan mata tertutup, Crys merasakan selimutnya kembali ditarik turun, lalu terasa usapan-usapan kecil di pipinya.
"Eghmm." Crystal kembali ingin menarik selimutnya yang tersingkap, namun ditahan oleh pelaku yang menggangu tidurnya.
"Wake up, sweety." Suara berat dan sedikit serak khas seseorang yang baru bangun tidur tersebut menyapa telinga Crystal bersamaan dengan usapan lembut di pipinya.
Crystal yang setengah sadar menyunggingkan senyum tipis, merasa gembira bahwa sosok yang ia kira Levin tidak menghilang lagi. Dengan senyum tipis namun mata yg masih senantiasa tertutup, Crys memeluk tubuh pria itu erat sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Kenzo untuk menghalangi sinar matahari.
Kenzo seketika meremang merasakan tubuh polos Crystal menggesek langsung kulitnya yang juga tak tertutup apapun di bawah selimut.
Bagaimana bisa gadis kecil tak berpengalaman yang bahkan baru dua kali melakukan hal 'itu' bisa membuat Kenzo menginginkannya lagi di pagi hari karena tingkah polosnya.
Kenzo menggeram, lalu menarik tubuh Crystal semakin erat kemudian mengecup kening gadis itu.
"Kau menggodaku, hm?" bisik Kenzo tepat di telinga Crys.
Getaran listrik tersebut terasa merembet ke seluruh tubuhnya ketika Kenzo berbisik begitu sensual di telinganya.
"Ngh, aku ngantuk." ujar Crys lelah dengan suara serak sambil menggeleng kecil.
"Kau mau tidur setelah membuatku bangun sepenuhnya?" Tanya Kenzo mengusap punggungg polos Crys, lalu perlahan turun menuju area privasi wanita itu.
"Eghh, Levin ini masih pagi." ujar Crys perlahan mulai mengerjabkan matanya.
Kenzo benar-benar terusik ketika Crys memanggilnya dengan nama Levin. Namun inilah konsekuensi yang harus ia terima ketika berpura-pura menjadi sosok Levin, hanya untuk meniduri wanita di dalam dekapannya tersebut.
"Sepertinya aku harus membuatmu bangun sepenuhnya juga." ujar Kenzo, lalu menindih kembali tubuh Crystal di bawahnya, membuat wanita itu menjerit kecil namun bibirnya menyunggingkan senyuman lembut.
Pergulatan panas kedua insan tersebut kembali berlangsung di pagi yang terlihat begitu cerah. Seakan tak cukup dengan pergulatan mereka semalam, Crystal hanya bisa mendes*h di bawah Kenzo yang mendominasi dirinya. Gadis itu bangun sepenuhnya setelah mandi bersama sehabis kegiatan panas mereka.
...****************...
Crystal mengernyitkan keningnya ketika Kenzo mengatakan bahwa mereka akan sarapan bersama di dalam kamar pria itu. Biasanya mereka sarapan di ruang makan, namun entah karena alasan apa pria itu memutuskan hal tersebut.
Crys memakan sarapannya dengan pikiran melayang. "Bagaimana kalau Nath mencari kita?" tanya Crys, lalu memasukkan potongan Bacon ke dalam mulutnya.
Kenzo hanya diam tak menjawab. Nathalielah alasan sesungguhnya kenapa ia tidak sarapan di ruang makan seperti biasanya. Kenzo tau levin tidak menyukai Nathalie dan Kenzo tak bisa melakukan sikap yang Levin lakukan pada mantan kekasihnya itu.
Bunyi ketukan pintu tiba-tiba menginterupsi kegiatan sarapan mereka. "Kenzo, kau tidak sarapan?"
Mata Crystal membulat takjub. baru saja ia membicarakan wanita itu, kini Nath sudah mencari mereka, lebih tepatnya mencari Kenzo.
"Itu dia, baru saja aku membicarakannya." ujar Crys menatap Kenzo yang terlihat tak berekspresi.
"Biarkan saja, habiskan sarapanmu!" Kata Kenzo melanjutkan kegiatannya dengan muka santai. Crystal tak heran sama sekali karena sosok Levin memang sangat membenci Nathalie.
"Kalau dia Kenzo, dia tidak akan melakukan hal ini." Batin Crys menatap Kenzo dalam, lalu melanjutkan sarapannya dan benar-benar mencueki Nath hingga wanita itu pergi dengan sendirinya.
...****************...
Setelah Kenzo berangkat bekerja, Crystal melangkah dengan senyum manis yang tak luntur dari bibirnya, menuju kamar kakaknya.
Crys mengetuk sebentar hingga suara kakaknya terdengar dari dalam dan menyuruhnya untuk masuk.
"Hai kak." sapa Crys penuh senyum. Aric membalas dengan senyum lembutnya.
Crystal duduk di sofa yang ada di kamar Aric. "Apa kakak baik-baik saja selama diculik oleh pria itu?" tanya Crystal.
"Kau tau dia?" tanya Aric kaget.
"Iya, Desmond Killian, dia pembunuh orang tua kita." Jawab Crys membuat Aric mengernyit kening menatap adiknya bingung.
"Kenzo pembunuhnya." ujar Aric menggeleng menanggapi ucapan Crys.
"Dia bilang bukan dia." ujar Crystal lagi.
"Dan kau percaya?" tanya Aric sedikit meninggikan nadanya.
Crystal menggeleng. "Tidak sepenuhnya, tapi dia menjelaskan kenapa Papa dan Mama bisa terbunuh."
"Kak, Desmond itu jahat."
"CRYSTAL."
Crystal tersentak kaget ketika kakaknya berteriak memanggil namanya dengan begitu lantang dan penuh amarah.
"Setelah diculik, ternyata pria itu juga mencuci otakmu." ujar Aric menatap Crys tajam.
Jantung Crys seakan berhenti berdetak. Pria di depannya seperti bukan sosok kakaknya. Aric tidak pernah sedikitpun meninggikan nadanya pada Crys.
"Berhenti membela pria itu, sebentar lagi kita akan keluar dari sini." ujar Aric dingin dengan mata tajam.
"Dia juga pembunuhnya. Dia berada di sana 10 tahun yang lalu begitu pula dengan Kenzo. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri." kata Crys panjang lebar dengan nafas memburu. Nada bicaranya bergetar karena menahan tangis.
"Ternyata pria itu benar-benar mencuci otakmu." ujar Aric tajam.
Crystal membuang nafas gusar. Kepalanya menunduk menahan tangis sambil menjambak rambutnya frustasi. Ia mengangkat kepalanya lagi dan ikut menatap kakaknya lekat dengan wajah kecewa.
"Sekarang Kakak bahkan tidak percaya dengan ucapanku. Kakak yakin bukan kakak yang sudah di cuci otak oleh pria itu?"
PLAK
Wajah Crys terlempar ke kanan dengan sensasi panas dan nyeri ketika tamparan itu mendarat dengan mulus di pipi kirinya.
Tangan kakaknya yang selalu menepuk dan membelai lembut kepalanya, kini menampar wajahnya dengan penuh amarah.
Crys terdiam dengan wajah shock. Ia tidak menyangka akan jadi seperti ini. Matanya berkaca-kaca, sedangkan Aric mulai tersadar dengan apa yang ia lakukan pada adik satu-satunya itu.
Seketika perasaan bersalah menyelimuti Aric sambil menatap tangannya yang baru saja menampar adiknya. Tangan itu terulur untuk meraih wajah adiknya.
"Crys, maaf, kakak tidak bermaksud..." Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Crys langsung berlari dan keluar dari sana dengan wajah merah.
"Crystal."
Dadanya terasa sakit dan sesak, mengalahkan rasa sakit di pipinya.bCrys tak menghiraukan panggilan kakaknya dan terus berlari entah kemana kakinya melangkah. Ia mengusap air mata di pipinya dengan kasar.
Namun bibirnya tetap saja mengeluarkan suara isakan. Bagaimana bisa kakaknya melayangkan tangannya dengan begitu mudah hanya karna Desmond.
Crystal duduk di bangku taman ketika ia sampai di tempat itu.
Ia memeluk kakinya di atas kursi sambil menatap ikan-ikan di dalam kolam dengan bahu bergetar dan isakan tertahannya.
Duanovic's Mansion | 11.23 PM
Crystal sedikit terkejut ketika pintu kamarnya terbuka dengan pelan. Ia menoleh ke arah pintunya untuk melihat orang yang masuk ke dalam kamarnya disaat ia hendak mulai tertidur.
Sosok itu ternyata adalah Kenzo. Crystal mengambil sikap duduk di atas ranjangnya ketika Kenzo masuk ke dalam kamarnya dengan baju tidurnya.
"Kenapa tidak di kamarku?" Tanya Kenzo masih senantiasa berperan menjadi Levin.
"Aku tidak terbiasa." jawab Crys seadanya.
Kenzo berjalan mendekati wanita itu, beranjak naik ke atas ranjang, lalu menangkup pipi gadis itu. Wajah wanita di depannya itu terlihat sendu dam sayu, tidak cerah seperti biasanya. Matanya juga terlihat sembab seperti habis menangis. Kenzo menatap lekat wajah Crys, menelisik dengan teliti.
"Ini kenapa?" tanya Kenzo dengan nada tajam mengintimidasi ketika matanya menangkap pipi wanita itu terlihat membengkak dan memerah walau di bawah pencahayaan minim.
Crys seketika panik, menjauhkan wajahnya dari tangan Kenzo dan menutup pipinya dengan telapak tangannya. "Digigit nyamuk." Jawab Crys ngasal.
Kenzo menggeram menahan marah. Rasanya ia ingin langsung memaksa wanita itu untuk mengaku tentang apa yang terjadi padanya, namun ia teringat bahwa ia sedang berperan menjadi sosok Levin. Kenzo menjauhkan tubuhnya dari atas ranjang dan berbalik hendak pergi dari sana.
"Aku hanya perlu melihat CCTV." Ujar Kenzo dingin sambil melangkah pergi.
Crys dengan panik langsung beranjak dari atas ranjang, berlari cepat dan berdiri di depan pintu kamarnya untuk menghalangi Kenzo keluar dari sana.
"Aku tidak apa-apa" ujar Crys cepat sambil menatap Kenzo dalam.
"Siapa?" tanya Kenzo dingin, datar dan menuntut.
Crys menggigit bibir ragu. "Bukan siapa-siapa." ujar Crystal makin ngasal.
Raut pria itu tidak berubah, lalu kembali melanjutkan langkahnya untuk pergi dari sana sambil menggeser tubuh Crystal dari depan pintu.
Crystal buru-buru memeluk erat leher pria itu. Mendekapnya kencang agar pria itu tidak bisa pergi. Benar saja, Kenzo terdiam di tempatnya, membiarkan Crystal memeluk erat tubuhnya.
"Aku benar tidak apa-apa. Aku hanya lelah dan ingin segera tidur." kata Crys sambil bersandar di bahu pria itu dengan sedikit menjinjit karena tubuh Kenzo yang tinggi.
Kenzo mencoba menetralkan amarahnya, lalu membalas pelukan gadis itu dan segera menggendongnya ala koala. Ia berjalan menuju ranjang wanita itu dan membaringkan Crys disana, diikuti dengan dirinya juga.
Crystal membuang nafas lega ketika Kenzo menurut dan tidak melanjutkan aksinya. Crystal takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada kakaknya jika pria itu mengetahuinya.
Crys menyelimuti tubuh mereka, lalu memeluk pria itu sambil mulai menutup matanya. Sedangkan Kenzo masih membuka matanya, menatap wajah wanita yang tertidur dalam dekapannya dengan begitu lekat.
Mau bagaimanapun Crystal menutupi semuanya, cepat atau lambat, Kenzo akan tau apa yang sudah terjadi dan siapa yang melakukannya.
Crystal memang berhasil menahan Kenzo malam ini, tetapi tidak untuk besok. Percuma saja, tidak ada yang bisa Crystal tutupi dari pria buas di depannya itu.
Bersambung...
Gimana nih guys, Kayanya Kenzo ketagihan nih😆
Jangan Lupa Vote, like, Share, dan Comment sebanyak-banyaknya.
See you♥️