
kakak beradik itu tenggelam dalam keseriusan kerja, mereka ingin membuat alat seperti fungsi tablet mereka tapi yang tidak kelihatan oleh orang lain supaya tidak menimbulkan banyak pertanyaan dari teman - teman mereka.
bahkan mereka merancang lebih untuk bisa menempel langsung pada salah satu panca Indra yaitu mata. Andreas memberikan ide untuk membuat kaca mata tapi Andrew lebih tertarik ke softlens karena tidak seorang pun bisa mengetahui bila digunakan, Andrew akan rancangan sesuai dengan warna mata mereka sehingga tidak akan ketahuan. akhirnya ide tersebut diterima oleh Andreas.
mereka akhirnya berbagi tugas dengan keahlian mereka, dimana Andreas merancang desain softlens nya dan Andrew mengerjakan alat yang akan digunakan semini mungkin dan tentu bahan transparan.
beberapa hari ini memang fokus meneliti sebuah perangkat tablet mereka, sehingga dengan mudah Andrew membuatnya dan hanya bagaimana cara agar bisa membuat perangkat yang lebih kecil dari perangkat di tablet nya.
Dengan otak brilian yang dimiliki tidak begitu sulit bagi Andrew membuatnya dengan bantuan alat yang cukup canggih di ruangan rahasia mereka.
satu persatu alat yang ada disana bahkan hampir setengah nya sudah dia paham cara kerja dan fungsinya.
ingat Andrew sedikit demi sedikit kembali ke masa kecil nya di mana dia sedikit akrab dengan beberapa alat canggih tersebut karena sering diajak sang Ayah ke ruang seperti ini. tapi lupa apakah diruang ini atau ruangan yang lain.
sejak kecelakaan orang tuanya, akhirnya mereka tiba-tiba diasuh oleh kakek dan nenek nya yang saat itu sebenarnya baru pertama kali bertemu. saat itu Andrew baru berumur 4 tahun dan Andreas baru berumur 1 bulan. wajar jika ingatan Andreas tentang orang tua mereka tidak ada sama sekali, sedangkan Andrew memiliki sedikit ingatan tentang mereka.
Bahkan Andrew tau bahwa rumah yang mereka tempati saat ini adalah yang pertama kali dia injak setelah kematian kedua orang tuanya. Dan saat penguburan orang tua mereka pun mereka tidak ikut karena seakan-akan mereka di sembunyikan.
Ditambah sikap Kakek dan neneknya pun semakin aneh dan seakan tidak memperbolehkan mereka terlalu bergaul dengan orang luar, selain Om dan Tante nya. bahkan ketika ada tamu pasti mereka tidak di ijinkan untuk keluar dari rumah pohon mereka.
Andrew sedikit paham saat Kakek dan nenek mereka tiba-tiba kecelakaan sehari setelah mengantar mereka berziarah ke kubur orang tuanya.
Berarti mereka berdua dalam bahaya, mengapa mereka tidak pernah diperlihatkan ke publik bahkan masyarakat setempat. Sehingga Andrew dan Andreas pun harus bersekolah di tempat biasa yang sebenarnya mereka bisa saja sekolah di tempat yang lebih baik. Dan harus menyembunyikan kejeniusan mereka dan berprilaku seperti anak seusia mereka.
Niat Andrew untuk menjalani hidup seperti biasa bersama adiknya sudah dia bulatan ketika kakek dan nenek nya meninggal dan tidak mau meninggalkan rumah itu seperti janjinya pada sang kakek.
Tapi setelah Andreas menemukan ruang rahasia ini bahkan ruang bermain, menggugah rasa penasaran Andrew untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi atas keluarganya.
Dari kedua orangtuanya yang tiba-tiba kecelakaan bersama dan langsung tewas, di tambah kakek dan nenek mereka juga tewas seketika dalam kecelakaan.
Andrew ingin melakukan penyelidikan sehingga dia mempersiapkan senjata untuk melakukan aksinya tapi hal masih dirahasiakan dari sang adik karena pikirannya Andreas terlalu kecil untuk menanggung beban sebesar itu.
biar Andreas hanya berpikir bahwa itu untuk petualangan mereka saja mengusir kebosanan dan menyalurkan kepintaran mereka atau untuk bersenang - senang saja.
Ruang yang mereka tempati pun sunyi karena tidak ada percakapan seperti biasanya. dimana kakak beradik itu asyik pada tugas mereka masing-masing.