THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 45



Waktu terus berjalan Andrew dan Andreas semakin menikmati keseharian mereka dengan aktivitas yang menyenangkan dengan kegiatan beragam dan tentunya tidak lepas dari pendampingan uncle Hendry dan aunty Rina dan kakak tercinta Aiden.


Disekolah pun semakin berwarna dengan banyaknya teman bahkan mereka juga didaftarkan di sekolah khusus anak - anak jenius yang membuat Andrew dan Andreas tidak perlu menyembuhkan keahlian mereka. Dimana Aiden pun pernah menjalani pendidikan bahkan sekarang dia terdaftar sebagai salah satu pembimbing.


Hari ulang tahun mama Henny sudah tiba dan mension sudah di penuhi ratusan undangan, memang tidak banyak yang di undang hanya beberapa kolega bisnis dan anggota keluarga inti.


Mama Henny sebenarnya tidak suka dengan acara seperti ini, namun tidak mau mengecewakan anak kesayangan yang sejak awal merancang pesta ini.


MC memimpin acara dan pastinya pesta kejutan sudah di atur rapi oleh Aiden, bersama uncle Hendry dan aunty Rina.


Acara tiup lilin pun tiba dan sebelum acara itu di mulai Aiden meminta untuk menahannya sebentar.


Semua tamu undangan penasaran dan berfokus pada layar dipanggung yang sedang menayangkan sebuah Vidio.


Mama Henny menatap intens pada layar, seolah - oleh pernah melihat hal tersebut, dia berusaha mengingatnya dan beberapa menit kemudian baru sadar ternyata tayangan video itu beberapa kali hadir dalam mimpinya. Henny masih terpaku tanpa mengerti apa maksud Aiden.


Henny masih terpaku pada layar tersebut tiba-tiba muncul kedua anak kecil yang memakai jas silver senada dengan gaun yang dikenakan dan juga jas yang dikenakan Aiden . Kedua anak tersebut sangat tampan dan mewarisi peraduan wajah antara dirinya dan Josua alm. Suaminya.


"Mom, tiup lilinnya bareng ya tidak seru kalau hanya berdua, ini hari spesial buat mama dan tentu harus kado spesial juga" tutur Aiden yang membuat mamanya sadar


Tanpa melepas tatapan dari dua bocah tersebut, dan tentu bukan hanya Henny yang terpesona sekaligus bingung tapi semua undangan pun demikian.


Sementara Pak Hendry dan ibu Chaterina tersenyum bahagia menyaksikan momen ini yang pastinya tak akan terlupakan.


"Andrew, Andreas ayo cepat mendekat kita tiup lilin bareng mama" tutur Aiden


Andrew dan Andreas mendekat dengan senyum sumringah betapa senangnya bisa bertatap muka langsung dengan sang mama, meski tidak lahir dari rahim wanita cantik itu, tapi mereka tetap berasal dari Ovum miliknya.


"Mama" cicit yang lain


Henny semakin tak mengerti.


"Mom, make a wish dulu!, nanti Aiden cerita" potong Aiden


Henny sebagai berdoa singkat bersyukur atas pertambahan usianya dan semua berkat yang Tuhan berikan.


Acara potong kue, Henny memberikan suapan pertama pada Aiden. Dengan senang Aiden menerima dan kemudian memeluk dan mencium Mamanya " makasih Mom, selamat ulang, Tuhan Yesus memberkati. Panjang umur dan sehat selalu, diberkati dan menjadi berkat, tetap menjadi mama yang terbaik buat kami"


Henny menetes air mata mendengar ucapan Aiden, setiap merayakan ulang tahun pasti dia teringat akan alm. suaminya


"Mom, silahkan berikan suapan untuk Andrew dan Andreas!" pinta Aiden


sontak Henny menyodorkan suapan pada anak yang didepannya


Andrew menerima suapan kue tersebut kemudian berjinjit memeluk leher dan mengecup kedua pipi mamanya.


"Makasih ma, selamat ulang tahun, panjang umur dan sehat selalu, semoga mama bisa menerima kami" ujarnya lembut dan Henny tanpa sadar langsung memeluk dan mencium puncak kepala nya.


Ada rasa senang dan hangat yang dirasakan seolah-olah dirinya sudah lama mengenal anak ini.


Kemudian lanjut ke Andreas, Andreas pun mengikuti apa yang dilakukan sang kakak.


"Terima kasih kuenya ma, selamat ulang tahun, panjang umur dan sehat selalu, pokoknya yang terbaik buat mama" tutur Andreas dengan senyum manisnya berkali-kali mengecup pipi mamanya


Henny semakin erat memeluk bocah itu, dan membalas kecupan Andreas bahkan dengan langsung mengangkat dalam gendongannya.


Andreas sangat senang tentunya, Andrew pun demikian bukan nya cemburu tapi malah senang melihat ekspresi senang Andreas di gendong sang mama.


Henny pun merangkul pundak Andrew dan menarik mendekat padanya. Henny tanpa banyak tanya langsung merasakan bahagia yang tak tahu datangnya dari mana, bahkan melebihi ketika memenangkan proyek puluhan triliun.


Aiden begitu bahagia melihat kebahagiaan mamanya, dia baru pertama kali melihat ekspresi sebagai itu dari mamanya jika merayakan ulang tahun. Kemudian Aiden melangkah mengambil alih mikrofon dari MC