
"Iss....apaan ini traktir kok di kantin perusahaan, kirain makanannya di luar gitu" protes Andreas tak terima
"Bersyukur kakak masih ngajak makan, kalau dibiarin kelaparan gimana?" selah Andrew
"Bercanda kak Andre...kok kak Andre sekarang nggak seru deh, sepertinya lagi sensitif gitu" protesnya
"Disini banyak karyawan kak Aiden, takut mereka salah paham... lagian makanan disini terjamin rasanya, harus seperti kak Aiden menghargai kerja keras mereka dengan sedikit meluangkan waktu sekedar makan bersama di kantin perusahaan " jelas Andrew sedikit berbisik
"Maaf kak" Andreas sangat menyesal setelah mendengar penjelasan sang kakak
"I'ts oke"
"Kak disini ada menu Favorit aku nggak?" Andreas berusaha mencairkan suasana
"Ada dong soalnya selera kamu sama dengan selera Daddy, makanya menunya ada bahkan sebagai menu Favorit di sini" jawab Aiden
"Hore...hore...hore" teriaknya riang dan pastinya membuat karyawan terhibur dengan aksinya itu
"Tadi protes, sekarang mala senang banget, seperti anak satu minggu nggak makan" ledek Andrew
Andreas hanya nyengir kuda, sambil mengikuti kedua kakaknya menuju meja menu.
Di kantin perusahaan ini bebas memilih menu sesuai selera dan tentunya melayani diri sendiri dan juga membereskan peralatan makan sendiri.
Hal ini berlaku pula untuk Aiden, dia tidak pernah mempergunakan jabatannya untuk mendapatkan perlakuan istimewa. Ajaran dari uncle Hendry yang terus dia lakukan dan saat ini dia akan mewariskan teladan tersebut pada adik - adiknya.
Mau tidak mau pasti mereka akan terjun dalam perusahaan ini nantinya dan tidak mau usaha yang dibangun sang Daddy hancur begitu saja karena tidak bisa menghargaiv para karyawan.
Sang adik pun tidak pernah protes karena sejak Paud mereka juga menerapkan budaya tersebut.
Hal ini yang membuat mereka dikagumi oleh karyawannya.
Setelah mendapatkan makanan mereka bertiga kembali ke meja yang bukan hanya mereka tapi ada beberapa karyawan yang sedang menikmati makan siangnya.
Dengan ramah Aiden mempersilahkan mereka makan bahkan bercanda satu sama lain. Tentu bagi perusahaan lain jarang terjadi bahkan sangat mustahil terjadi demikian. Bisa menikmati makan bersama dan bercanda ria dengan Owner sekaligus CEO perusahaan.
Hal ini juga merupakan alasan karyawan setia di perusahaan ini. Bahkan tak pernah sepi dari pelamar pekerjaan, sebab perusahaan ini sudah sangat terkenal dengan kebaikan sang owner sekaligus CEO perusahaan.
Tapi perusahaan ini merekrut karyawan berbeda dari perusahaan lainnya, karena kebanyakan karyawan disini merupakan anak - anak yang memiliki ekonomi rendah yang mereka sekolah kan gratis dengan syarat harus kerja di perusahaan setelah selesai study.
Hanya satu atau dua orang saja yang bukan berasal dari penerimaan beasiswa. Bahkan perusahaan ini pun tidak pernah membedakan karyawan dari mulai OB, OG, satpam dan sopir , maupun staf kantor , mereka semua bisa menikmati fasilitas perusahaan termasuk layanan makan di kantin ini.
Tapi tetap ada juga manager lebih arogan dari CEO perusahaan itu sendiri yang memang rendah karyawan lainnya.
Setelah makan mereka kembali ke ruangan Aiden, mereka segera mengecek hasil dari apa yang mereka pasang tadi. Meskipun ada kamera pengintai tapi tetap tidak melanggar privasi karyawan.
"Andrew putar ulang rekaman kamera di taman belakang" sergah Aiden
"Tunggu....kok dia kak Andre?, terus apa yang dia lakukan di sana?" cicit Andreas heran
"Kalian mengenal mereka?" Aiden kini penasaran di mana adiknya mengenali orang tersebut