
Perdebatan ringan diantara adik kakak itu mewarnai waktu makan siang mereka sehingga tak terasah makanan pun tandas.
seperti biasanya setiap makanan dan langsung membereskan peralatan makan mereka kedua bersaudara itu segera ke ruang rahasia melanjutkan proyek mereka.
"Kak Andre, bukannya kita mau pasang kamera pengintai di rumah ini?" tutur Andreas
"Ya baiklah... seleksi kamera CCTV yang akan kita pasang di lemari, saran aku pakai yang bentuk bola lampu supaya tidak mencurigakan. kita letakkan di rumah pohon di belakang terus di loteng dan juga sebagai lampu taman" tutur Andrew serius
Andreas dengan senang hati menyiapkan semua peralatan yang diminta sang kakak, sementara Andrew segera membuat program untuk memantau hasil tangkapan kamera yang akan mereka buat dan juga langsung di konek ke Android-nya.
Setelah merasa cukup, adik kakak itupun mengeksekusi langsung ke lapangan. Dengan senyum puas mereka mengakhiri pekerjaan mereka dan waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore.
Adik kakak tersebut segera ke kamar dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"kak Andre, aku lapar" tutur Andreas
"Oke kita masak yuck!" ajak sang kakak
Andreas seperti biasa dengan patuhnya segera membantu sang kakak.
Setelah berkutat di dapur beberapa lama akhirnya mereka berdua menikmati makanan malam bersama. kemudian ke kamar dan mendiskusikan beberapa hal.
"Dreas waktu pulang sekolah ada nggak hal yang mencurigakan?" tanya Andrew tiba-tiba
"Nggak kak, aman aja" tutur Andreas
"Pokoknya terus hati - hati dan jangan ceritakan apapun ke teman-teman kamu" lanjut Andrew
"Tenang kak, semuanya terkunci rapat, tapi kak Andrew pernah nggak liat wajah orang tua kita, kata teman - teman aku wajah kita, sama sekali tidak mirip kakek dan nenek" tutur Andreas serius
"Pernah tapi aku nggak ingat lagi" ujar Andrew santai
"Kak masa ia foto mama dan papa tidak ada sama sekali, bahkan di rumah ini tak satupun foto terpanjang padahal kamara banyak banget, kakak nggak pernah curiga?" tutur Andreas
"Nggak usah mikir terlalu jauh Dreas, pasti semua ada alasannya, makannya kita harus cari tahu semuanya" tutur Andrew
"Sementara ini belum, soalnya belum memeriksa semua folder yang ada, kamu sendiri gimana?"
"Belum juga, soalnya pulang sekolah aku asyik main" tutur Andreas nyengir kuda
"Hum...oke lah tidur sudah besok baru kita bahas lagi dan kakak akan ajak kamu petualangan yang lebih seru dibanding ruangan yang kamu temukan" tutur Andrew
"Petualangan kemana kak, kamu menemukan ruangan baru??" cecar Andreas
"Sudah aku bilang tidur sudah besok kita lanjut" potong Andrew
"Ya...kak Andre buat penasaran aja" protes nya
"Mau nggak kakak ajak?" tanya Andrew
"Ya...maulah kak"
"Makanya tidur sekarang" ujar Andrew
"Oke...oke"
Tak berselang lama dengkuran halus dari Andreas terdengar.
Andrew pun tersenyum simpul dan segera menyusul sang adik ke alam mimpi.
Kicauan burung yang terus bersahutan memecah keheningan pagi yang cerah, semilir angin pagi mengusik ketenangan tidur the Siblings
Dengan mengucek matanya Andrew bangun dan segera disusul Andreas beranjak dari tempat tidur masing-masing langsung ke kamar mandi.
Kemudian mereka kembali ke dapur seperti biasanya, menyiapkan sarapan dan mempersiapkan diri ke sekolah
Andrew memastikan GPS yang dipasang di jam tangan Andreas, berfungsi dengan baik kemudian melepas sang adik. Kemudian sendiri segera berangkat.