
Di meja makan sudah tersedia beberapa menu yang telah disiapkan oleh Andrew di bantu Al kali ini Andreas tidak membantu Andrew untuk memasak dia memilih menemani triplets J dan Aiden menyaksikan ruang bermainnya.
Andrew tak lupa pula menyiapkan menu favorit sang adik yaitu sup ayam.
"Silahkan makan kak Aiden, kak Al dan Triplets J maaf menu apa adanya, soalnya kami nggak pernah belanja" Andrew sedikit sungkan
"Waaa... makasih loh dek sudah menjamu kami, santai aja" tutur Aiden
"Tenang kami makan apapun selain, batu, meja dan kursi" Jeider ikut bercanda
"Oh...ooo, kirain sapu rata" Andreas menimpali
"Dreas" tegur Andrew dengan nada khas-nya
Andreas nyengir kuda karena dia tahu kakaknya sudah marah meskipun bagi orang lain teguran itu sangat lembut tapi Andreas sudah tahu nada Andrew kalau lagi dalam mode marah.
"But anyway kalian belanjanya dimana?" tanya Aiden penasaran
"Ini kiriman dari Tante dan Om biasanya sekali seminggu mengantarkan belanja untuk kami" Jelas Andrew
Andrew dan Andreas heran melihat triplets J, Al dan Kakaknya diam saja padahal makanan mereka sudah dipiring.
"Makannya tidak sesuai selera ya? maaf" tutur Andrew merasa bersalah
"Hei siapa bilang, kami jamin pasti enak tapi kita belum berdoa, makanya belum bisa makan" jelas Aiden lembut
"Doa?, itu apa kak??" tanya Andreas penasaran
"What???, Really... nggak tahu doa?" pekik Jeider
"Maaf, itu menu makanan atau apaan kak?" kini Andrew yang angkat bicara
Aiden, Al dan triplets J sontak tertawa, mendengar pertanyaan Andrew
"Kak Aiden kenapa harus berdoa, doa itu untuk apa, terus doanya sama siap?" cecar Andreas
"Jadi selama ini kalian nggak pernah doa?" Jeider balik tanya
"ya nggak lah, doa aja aku baru segar, gimana lakuin nya" balas Andreas sarkas
"Ya udah makan dulu, nanti kak Aiden jelaskan, ini makan waktu, jadi harus khususkan waktunya" Aiden yang akan bicara
"Janji ya kak" pinta Andrew
"Hum" sahutan singkat Aiden yang sudah asyik menikmati makanannya
Meskipun mereka berlima adalah anak sultan namun mereka tidak terlalu sulit untuk menikmati makan yang disajikan karena sejak dini diajarkan untuk hidup sederhana.
Mereka menikmati makanan sambil ngobrol dengan santai, mereka lebih banyak bertanya tentang kehidupan yang dijalani Andrew dan Andreas selama ini.
Dengan senang hati Andrew dan Andreas menceritakan secara bergantian. meskipun mereka baru kali ini berjumpa langsung tapi memang benar bahwa dari lebih kental dari pada air.
Setelah menikmati makanan mereka, Andrew mengajak mereka berkunjung ke ruang rahasia mereka. Lagi - lagi Aiden, Al dan Triplets J dibuat kagum. ruangan ini tak kalah bagus dengan laboratorium bawah tanah bahkan fasilitasnya pun lengkap hanya ruangan nya yang lebih sempit
"Ya pantas aja nggak pernah main di luar, rumah ini buat beta si" celetuk Jeider
"Bosan juga mainnya bertiga doang dengan debu, pengen banget keluar main rame-rame, tapi kami nggak mau langgar janji pada kakek dan nenek" Aiden mengungkapkan perasaannya
"Btw....tadi bilang kakak dan nenek, terus mereka dimana?" kini Al yang bertanya
"Mereka udah meninggal beberapa bulan yang lalu, habis ngantar kami jalan - jalan" Jelas Andrew
"Makanya kami dah takut keluar, lagian dilarang juga sama kakek dan nenek" tambah Andreas
"Tunggu kapan tepatnya kejadian itu?" Aiden teringat sesuatu