THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 70



Kehadiran Andrew dan Andreas merupakan kado terindah bagi Grandpa dan Granny, Mereka tidak menyangka akan mendapatkan cucu yang begitu cerdas dan cakep dari sang anak yang kini bahkan terlebih dahulu menghadap sang kuasa.


Dan sebagai ucapan syukur sang kakek mengadakan pesta penyambutan kedua cucu tercinta dengan pesta yang sangat mewah yang di hadiri keluarga besar dan kolega - kolega bisnis.


Hal ini pun di dukung oleh Aiden dan mommy Hanny, mereka bersyukur karena dengan kehadiran kedua cucunya mengembalikan semangat dan keceriaan Grandpa dan Granny.


Granny dan Granpa memang sangat terpukul dengan kematian Yosua putra semata wayang dengan begitu cepat, bahkan hanya meninggalkan seorang anak.


Tapi fakta baru terungkap dengan kehadiran Andrew dan Andreas merupakan Mujizat bagi mereka, bukan hanya Aiden anak dari Yosua tapi ada lagi dua putra yang begitu luar biasa.


Andrew dan Andreas sudah mulai terbiasa dengan pesta - pesta yang meriah, sejak bertemu dengan keluarga inti, mereka sering disuguhi dengan pesta meriah dan mereka memang mereka harus mempersiapkan diri sejak sekarang ini.


Andrew dan Andreas merasa betah tinggal di negara sag dady, karena mendapatkan kasih sayang yang melimpah dari Grandpa dan Granny. Mereka merasa kembali ke masa kecilnya.


Meskipun kehadiran mereka bukan hanya lepas rindu dengan grandpa dan Granny tapi alasan yang sangat penting untuk masa depan bisnis dari sang Dady.


Seperti pagi ini, sejak subuh Andrew dan Andreas bersiap untuk mengikuti sang ibu ke perusahaan. Bahkan sejak malam semua perlengkapan tempur telah dipersiapkan dengan baik.


"Boy, ini bekalnya jangan lupa di masukin tas ya!" seru Mom Hanny


"Thanks mom" jawab mereka kompak sambil memasukkan kotak bekal ke dalam tas


"Hei...Boy apa sih isi tasnya kok sepertinya banyak sekali?" tegur Grandpa yang memperhatikan sang cucu sedikit kesulitan memasukkan kotak bekal ke dalam tas


"Mainan Grandpa...di kantor kan mau tunggu mom kerja, pasti membosankan kalau sedikit permainan" jawab Andrew mengelak


"Cucu yang cerdas, bersenang - senanglah boy disana, di ruangan mommy ada kok kamar bermain, kalian bebas memakainya" tutur Granny lembut


"Thanks Granny, love you so much" jawab mereka kemudian bergantian pamit dengan memeluk dan mencium Granny dan Grandpa.


"God bless boy, God bless nak" tutur Granny dan Grandpa membalas pelukan dari cucu dan menantunya


"Thanks mom, Dady...kami pamit ya, God bless" Mom Hanny ikut pamit ke mertua yang sudah dianggap sebagai orang tua sendiri


Demikian pula Aiden mengikuti sang mommy berpamitan pada Grandpa dan Granny, kemudian menuntun sang adik menuju mobil yang telah di persiapkan di halaman depan.


Dalam mobil menuju kantor di warnai dengan percakapan yang hangat dari mereka berempat. Definisi keluarga harmonis. Dan semakin seru dengan aksi kocak dengan sifat bar - bar Andreas, yang memang sering membuat orang tertawa dan juga sering menggeleng kepala.


Author bagi foto biar sosok Andrew dan Andreas tidak terlupakan oleh para rea



Karena perbincangan hangat dan di warnai candaan tak terasa perjalanan mereka selama kurang lebih 30 menit akhirnya sampai ke kantor pusat Xavier Corps.


Mom Hanny segera turun dan mengganti tangan sang anak. ini sudah kebiasaan dari Mom Hanny yang tak pernah mau di bukakan pintu oleh sopir atau pun bodyguard nya.


Prinsip yang di tanamkan orang tuanya sejak kecil menjadi gaya hidupnya saat ini bahkan di turunkan juga pada Aiden dan kini juga di ajarkan pada Andrew dan Andreas.


Selama bisa dilakukan sendiri, tidak perlu merepotkan orang lain dengan meminta bantuan. meskipun Mom Hanny lahir dan dibesarkan dalam keluarga konglomerat tapi tak pernah sedikitpun merendahkan orang lain atau mempertahankan orang lain rendah dengan kekayaan yang dimiliki.


Justru bersyukur dengan posisinya yang diberikan kepercayaan dari Tuhan untuk menyalurkan berkat bagi orang lain, dimana tidak semua orang bisa di posisi tersebut.


Dengan langkah anggun dan elegan seperti biasanya Mom Hanny melangkah masuk kantor dengan tetap mengandeng tangan Andreas. Sementara Aiden dan Andrew mengikuti langkah sang ibu dari belakang.


Dengan ramah mereka semua menyapa para karyawan yang menyambut mereka dengan tak kalah antusiasnya.


"Hai ponakan uncle sudah tiba" sapa Om Judas berjalan mendekati mereka


"Hum, ia kak" jawab Mom Hanny singkat


"Mom, bisa kami keliling kantor dulu?, nanti kami nyusul mom dan kak Aiden ke ruangan" pinta Andrew


"Oke, baiklah...jaga adek baik - baik, dan segera ke ruangan mommy kalau jalan - jualannya kelar!" pesan Mom Hanny


"Baik mom, thanks" jawab mereka kompak


"Baiklah boy, uncle akan mengajak kalian keliling" tutur uncle Judas


"thanks uncle" lagi - lagi Andrew dan Andreas kompak menjawab


Sementara Aiden hanya mengedipkan mata pada kedua adiknya sebagai kode kesepakatan untuk memulai tugasnya.


Andrew dan Andreas bergegas mengikuti langkah uncle Judas.