
Setelah makan, Andreas, Al dan Triplets Al beristirahat. Sementara Andrew dan Aiden melakukan penyelidikan di ruang rahasia
"Ini kak kak ruangannya" Andrew berjalan ke sebuah meja transparan yang merupakan sebuah komputer multi fungsi.
Aiden tidak asing dengan semua yang ada dalam ruangan tersebut. Teknologi canggih seperti ini merupakan dunia nya. Bahkan sejak kecil seperti Andrew dan Andreas sudah berkutat dengan teknologi karena sang papa merupakan produsen dari alat - alat tersebut.
Aiden langsung menuju kesebuah meja dan langsung mengoperasikan sesuai petunjuk Andrew bahwa ada satu file yang sulit dia buka bahkan sudah berkali - kali namun tetap tidak bisa.
Aiden mencoba dengan sandi seperti saat membuka koper tapi tidak bisa. Mencoba dengan tanggal lahirnya tidak bisa, bahkan dengan tanggal lahir mama, papa, Andrew dan Andreas dan juga tanggal pernikahan orang tua nya tetap tidak bisa.
"Kak Aiden bisa nggak?"
"Nggak bisa, Andrew...kira - kira papa menggunakan apa ya?"
"nggak tau kak, kami sudah mencoba beberapa kali tapi tetap tidak bisa"
"Baiklah.. kita keluar dulu, sepertinya Om dan Tante kalian sudah datang" sambil Aiden berjalan keluar ruangan tersebut di susul Andrew
Tepat setelah mereka sampai ke ruang tamu. Om dan Tante mereka pun menekan bel.
Andrew bergegas membuka pintu. " Hallo Tante dan om sudah tiba?" sapa Andrew girang
"Hallo sayang, gimana kabar kalian?, Andreas mana?" cecar sang Tante
"Baik Tante, Dreas lagi istirahat, masuk om Tante!"
"Ah...Tante Om, ini kak Aiden, saudara kami" Andrew menjelaskan melihat reaksi kedua orang tersebut
"Hallo...Tante, Om...aku Aiden, om dan Tante tidak mengingat aku?" kini Aiden mendekati dan mengulurkan tangannya untuk memberikan salam
"Oh... Astaga nak Aiden, udah besar ya... kirain Bapak dan ibu nggak bisa bertemu kamu lagi" Tante langsung memeluk Aiden dengan erat
Beberapa menit kemudian langsung melepas pelukannya setelah mendapat bisikan dari suaminya.
"Maaf tuan, aku senang sekali bisa melihatmu lagi, jadi langsung meluk, sekali lagi maaf" Tante akhirnya sadar, merasa tidak sopan langsung memeluk majikannya begitu saja
"Santai saja ibu, aku bersyukur sekali buat bapak dan ibu, sudah menjaga mereka" kini Aiden yang mendekat dan memeluk mereka berdua
Mendengar keributan diluar Andreas segera berlari keluar kamar. Dengan riang mendekati Om dan Tante nya. "Om dan Tante dah sampai?, kue untuk Andreas adakan?" cecarnya dan langsung duduk di pangkuan omnya setelah memberikan ciuman untuk sang Tante.
Sedangkan om dan Tante nya merasa agak risih karena semua itu tidak luput dari tatapan Aiden.
"Maaf tuan, tuan muda memang selalu seperti ini pada kami, kami sudah menganggap sebagai anak kami" jelas om tak enak karena lancang memperlakukan Andrew dan Andreas seperti anaknya
"Om dan Tante kenapa minta maaf?" tanya Andrew dan Andreas heran
"Bapak dan ibu tidak perlu minta maaf, justru kamilah yang harus minta maaf sudah merepotkan kehidupan kalian, aku bersyukur Bapak dan ibu sudah menjaga Andrew dan Andreas dengan baik, bahkan menganggap seperti anak kandung. jadi mereka bisa merasakan kasih sayang" tutur Aiden
Tak lama kemudian ruang tamu semakin ramai karena triplets J dan Al pun bergabung.
Om dan Tante merasa nyaman dengan mereka karena ternyata anak - anak tersebut sopan dan ramah. Tidak seperti kebanyakan anak orang kaya lainnya yang biasanya angkuh dan tidak tahu sopan santun.