
"Kak Aiden keren" puji Andreas setelah menyelesaikan keputusan sang kakak
"Kak Andre benarkan jangan gegabah, karena ini menyangkut nama baik perusahaan, ini masalah internal jadi tidak perlu dunia luar yang tahu" tuturnya
"Ia ...pantas Xavier Corps seolah tidak pernah mengalami masalah ternyata cara kerja mommy dan kak Aiden seperti ini"
"Kita harus belajar dari mereka, mengambil keputusan itu harus bijak, memberikan pelajaran tapi bukan mempermalukan, mendidik tidak perlu mempermalukan" tutur Andrew
"Baik kak, kita lanjutkan misi" ajaknya
"Mang enggak lapar?" tanya Andrew
"hehehe lupa, kalau gitu makan yuk!"
keduanya berjalan keluar kamar dan di meja makan Om Anton dan Tante Lusi sudah menunggu
"maaf Om dan Tante kami asyik main"
"nggak papa sayang, Tante baru selesai juga di dapur baru rencana manggil kalian"
'makasih Tante" tutur mereka tulus
mereka pun menikmati makan siangnya
"Om, Tante besok Kami harus pulang, Mommy udah telpon kami nggak mungkin bolos sekolah terus" tutur Andrew setelah mereka berkumpul di ruang depan
"Baiklah nak, mommy kalian benar, kalian harus sekolah, kelak kalian yang akan mengelola perusahaan Daddy kalian" tutur Om Anton
"padahal di sini udah nyaman" lirih Andreas tapi masih terdengar jelas
"Nggak seneng di rumah mommy?" tanya tante Lusi
"Senang sekali, tapi seru juga di sini lebih bebas tanpa bodyguard" tuturnya jujur
"Hey...itu demi keselamatan kalian juga nak, mommy trauma kehilangan, makanya harus menjaga kalian dengan begitu ketat" jelas tante Lusi
"Ia tante aku ngerti, tapi pesan kakek dan nenek kami harus di sini"
"ya itu karena kalian belum bertemu mommy dan Kak Aiden, mereka berharap kalian tidak boleh meninggalkan rumah ini, supaya keluarga mu menemukan kalian disini, itu pesan Daddy buat mereka" jelas Om Anton
"oh gitu???...hum baiklah tapi pastinya kami akan usahakan berkunjung tiap akhir pekan seperti ini"
"Baiklah sayang, silahkan istirahat nanti sore kita jalan - jalan ke tempat bermain kalian di halaman belakang"
di kamar bukannya tidur, melainkan keluar melalui pintu rahasia menuju ke laboratorium tempat favorit mereka selain kamar rahasia.
kini mereka kembali mengembangkan Penelitian saat ini untuk dunia pendidikan dan kedokteran seperti teknologi kaca rekayasa tinggi , layar sentuh transparan dan saling terintegrasi yang melengkapi gadget.
Meskipun perusahan sudah meluncurkan menggunakan layar transparan dan layar lentur namun hal itu belum membuat mereka puas hingga mereka memiliki ide menyempurnakan teknologi tersebut dengan merancang layar transparan, teknologi AR (Augmented Reality) & VR (Virtual Reality), AL (Artificial intelligence) , smart home, smart car, modern UI/UX in apps , juga electric energy, meskipun saat ini sudah ada perusahaan yang meluncur tapi belum secanggih dengan Andrew dan Andreas ciptakan. (Sumber YouTube)
(Anggap ini hasil rancangan The Siblings)
"kak Dreas, kita ijin uji coba di perusahaan dan juga di Rumah sakit!"
"Ya, kalau kak Aiden jemput besok, kita harus bawah produk ini" jawabnya
"Yea, harus secepatnya gimana kalau teknologi tab layar transparan ini kita tawarkan untuk kampus terlebih dahulu?" usul Andreas
"Baiklah, kita kerja sama uncle Handry atau kak Joe, kebetulan mertua kak Joe kan punya universitas yang ada fakultas kedokterannya" jawab Andrew
"Great Idea...ah kak gimana perkembangan perusahaan yang kita selidiki?"
"Sepertinya masih berhubungan dengan pelaku saat ini, karena semua data yang aku dapat mengarahkan kesana"
"Jadi yang kecurangan di perusahaan pusat pun berkaitan?"
"Ya, begitu hasil penelitian sampai saat ini, Dreas"
Andrew dan Andreas bersamaan menarik napas berat
"Aku nggak percaya, kenapa uncle itu berbuat begitu, padahal itu salah seorang kepercayaan Mommy dan Kak Aiden, kak" lirih Andreas
"Ya justru orang - orang terdekat yang gampang untuk berkhianat karena sudah mengetahui kelebihan dan kelemahan kita"
"Jangan - jangan ini semua ada kaitan dengan kecelakaan Daddy, kakek dan nenek" Andreas menarik kesimpulan
"Ya bisa jadi, kita harus pelajari motif sebenarnya dan jangan gegabah bertindak karena sampai saat ini belum pasti siapa - siapa yang terlibat" putus Andrew
"Baiklah kak, kita harus diskusikan bersama dengan kak Aiden dan mommy"
"Dreas tunggu ada, hasil yang baru" teriak Andrew spontan
Mereka akhirnya fokus ke layar yang sementara merekam dan menampilkan data yang mereka cari