THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 22



**Di rumah bawah tanah


Andreas pun heboh dengan perlawanan yang didapatkan, baru kali diladeni dengan permainan seimbang.


Dengan celotehan yang lucu terus melakukan serangan untuk mencegah virus perusak sistem mereka


"Hum... jangan panggil aku Andreas kalau kamu berhasil melumpuhkan aku"


"Cih... bocah ingusan, berani - beraninya melawan aku"


"Mati kau tanpa ijin masuk sistem aku" celetuk nya dengan semangat bak sedang bermain


"Aha... seru juga kak Andre akhirnya dapat lawan seimbang" tutur nya pada sang kakak


Sementara Andrew hanya menggeleng kepala dan senyum - senyum sendiri menyaksikan aksi sang adik.


Andrew berkali - kali tembus dan mencuri data serta segera menyalin kesisteman lain. Tapi berkali - kali juga di gagalkan sang kakak.


Aiden tersenyum puas setelah berhasil mengunci dan memulihkan sistem keamanan perusahaannya. Meskipun beberapa data sempat diretas tapi semua berhasil dipilihkan. Hal ini membuatnya lega.


Sementara di ruangan bawah tanah Andrew tersenyum puas kak Aiden hebat juga tidak semudah itu membobol keamanan nya.


"Dreas hentikan serangan nya, kita sudah menemukan apa yang kita cari, berarti kita bisa percaya sama kak Aiden" tutur nya


"Siap bos... perintah diterima" jawab Andreas bercanda


Andrew hanya terkekeh


"Hahaha, akhirnya menyerahkan juga kau" tutur si bungsu bangga


"Al... gimana?, lokasi nya terdeteksi" cecar Aiden setelah Al mengangkat telpon


"Maaf kak Aiden...Al tidak bisa deteksi, sangat sulit karena mereka memakai alat sensor deteksi lokasi kak" jelas Al dengan nada kecewa baru kali ini gagal mendeteksi lokasi


"Kak Aiden, nama mereka The Siblings" tutur Jevior "mereka menggunakan bahasa X yang memang jarang digunakan bahkan hanya negara itu sendiri yang tahu" jelasnya


"Wao ...hebat juga ternyata otak kamus dapat saingan" tutur Aiden bercanda


"Kak lokasi di daerah sekitar desa O karena simbol yang digunakan berasal dari daerah tersebut dan seperti ini berasal dari sebuah lab dan ada kaitannya dengan Xavier Group karena ada beberapa simbol Xavier Croup" jelas Jevic


"Xavier Croup" beo Aiden mengerutkan kening berpikir


"Ah.... Jeder kemari cepat!" seru Aiden tiba - tiba


"Siap kak, Jeder segera meluncur" tutur nya berlari mendekati Aiden


"Gunakan keahlian mu bantu kakak mengembalikan fungsi penyadap yang telah diretas!" Pinta Aiden


"Siap laksanakan" jawabnya


Triplets J itu merupakan anak dari kakak sepupu angkat Aiden dan sejak kecil mereka bersama Aiden dan mainannya adalah alat - alat elektronik sehingga tidak heran diusia dini mereka bisa menciptakan alat-alat IT canggih.


Dari ketiganya, memiliki keahlian yang berbeda, si sulung Jevior memiliki daya ingat yang kuat mewarisi Otak sang Ayah dan gampang untuk menguasai bahasa meski hanya sekali dengar.


Anak kedua Jevic sama dengan sangat kakak yang memiliki daya ingat kuat yang masih warisan sang ayah lebih tertarik dengan dunia rumus, simbol dan angka dengan sangat mudah dikuasai nya bahkan sangat mudah memecahkan pesan dalam bentuk simbol.


Dan Si bungsu Jeder dengan Otak brilian warisan kedua orang tua nya lebih tertarik dengan programer perangkat lunak maupun perangkat keras dari sebuah peralatan elektronik apapun.


Sehingga bisa dikatakan bahwa mereka adalah saudara yang sempurna karena saling melengkapi dan bahkan sangat sulit di tebak dengan perpaduan keahlian mereka bertiga apalagi ada campur tangan sih otak brilian Aiden.


Sama seperti Aiden mereka juga disekolah disekolah khusus anak - anak jenius tetapi juga masih menempuh pendidikan formal disekolah biasa.


Joe dan Viera sebagai orang tua tetap mengembangkan kemampuan yang mereka miliki, namun mereka juga tidak dirampas kebahagiaan menikmati masa- masa kecil mereka seperti anak seusianya.


Bahkan Al juga anak dari om Regan dan Tante Ziona saudara angkat papa Joe merupakan kakak senior mereka baik disekolah biasa maupun sekolah khusus.