
***Beberapa hari kemudian...
Di laboratorium rumah bawah tanah Andrew asyik meretas sistem keamanan perusahaan Xavier Croup tentunya Andreas pun ikut membantu. Mereka sedang menguji coba hasil ciptaan mereka.
Sudah beberapa perusahaan IT yang diretas semua nya berhasil mulus tanpa sedikitpun ketahuan dan berhasil memperoleh informasi tapi beberapa jam kemudian mereka menghubungi perusahaan tersebut untuk meningkatkan sistem keamanan perusahaan nya karena sudah berhasil mereka bobol tanpa imbalan sedikit pun.Mereka menamakan dirinya dengan the Siblings.
**Sementara di ruang pengawasan Xavier Croup mulai panik karena tiba-tiba beberapa alat disana beroperasi dengan sendirinya. Semua karyawan disana mencoba menghentikan tapi tidak berhasil.
Tok tok tok...Bunyi ketukan pintu dari luar
"Masuk!" Seru sang pemilik ruangan
Sang asisten dengan gugup berdiri di hadapan atasannya tanpa terucap satu kata pun
"Pak silahkan ngomong ada apa?, Kok panik gitu?" Cecar Aiden
"Gini Tuan...anuh... itu" ucapan nya terbata bata saking gugubnya
"Pak ngomong yang jelas, saya belum pernah makan orang" tutur Aiden bercanda
"Eh maaf tuan, sistem keamanan kita seperti ada yang berusaha retas lagi, tapi kali ini berbeda dari yang sebelumnya, karena sebelumnya bisa langsung dihapus oleh sistem kita sehingga tidak bisa tembus, sementara kali ini berhasil tembus bahkan tidak terdeteksi oleh sistem sensor retas" tutur sang Asisten
"Tidak usah panik Pak, baru kali ini Aiden dapat hacker yang sepadan, ayo kita ladeni seberapa hebat dia" jawab Aiden santai
Akhirnya sang asisten menarik nafas lega mendengar penjelasan sang Tuan dan segera menyusul sang tuan ke ruang sistem keamanan.
"Eh maaf tuan, sistem keamanan kita seperti ada yang berusaha retas lagi, tapi kali ini berbeda dari yang sebelumnya, karena sebelumnya bisa langsung dihapus oleh sistem kita sehingga tidak bisa tembus, sementara kali ini berhasil tembus bahkan tidak terdeteksi oleh sistem sensor retas" tutur sang Asisten
"Tidak usah panik Pak, baru kali ini Aiden dapat hacker yang sepadan, ayo kita ladeni seberapa hebat dia" jawab Aiden santai
Akhirnya sang asisten menarik nafas lega mendengar penjelasan sang Tuan dan segera menyusul sang tuan ke ruang sistem keamanan.
"Ah...sial, kak Andre kita diserang balik" teriak Andreas
"Kunci lokasi cepat jangan sampai kita terdeteksi, aku berusaha masuk dengan cara yang lain" pinta Andrew dengan teriak pula
"aman" tutur Andreas dengan senyum khasnya
Sementara triplets baru saja memasuki ruang keamanan Xavier Croup
"Kak Aiden butuh bantuan?" tanya si sulung Jevior Si otak kamus dimana dia menguasai lebih dari 30 bahasa asing jauh diatas bahasa yang dikuasai oleh Aiden
"Yap... silahkan terjemahan bahasa ini, kakak tidak ngerti" tutur Aiden
"Terus aku bantu apa?" tanya Jevic otak kalkulator sang penakluk simbol, rumus dan angka
"Na ini pecahan simbol ini!" tutur Aiden
"Terus aku ngapain?" tanya si bungsu Jeder
trouble maker dan free spirit, merupakan hacker handal
"Ini lancarkan serangan balik, rusak sistem mereka yang sudah mencuri data" perintah Aiden
"Siap, bos" tuturnya sambil memberikan penghormatan seperti TNI dan berlari ke salah satu meja dan segera melancarkan aksinya yang terus bergumam seperti orang yang bermain games
"Ah kena kau, mau lari kemana, tidak usah sembunyi, berani - beraninya kau masuk ke area aku, belum tahu siapa aku" itulah kata - kata andalan di bungsu jika sedang melancarkan aksinya yang sering membuat Aidin dan kedua kakaknya tertawa terpingkal - pingkal