THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 19



**Xavier Croup**


"Gimana hasil pantauan kalian selama ini?" tanya seseorang


"Tidak banyak yang kami dapatkan karena sepertinya alat yang kami pasang disana sudah diretas keberadaannya, dan aktivis di rumah tersebut sulit terpantau. Selama kami pantau langsung tidak ada kegiatan apapun dirumah tersebut" jelas salah seorang anak buahnya


"Terus mengenai penghuni rumah kalian tidak ada informasi?" lanjutnya bertanya


"Yang kami dapatkan dirumah itu hanya dihuni oleh sepasang Kakek dan nenek yang beberapa bulan yang lalu mengalami kecelakaan" timpal salah seorang diantara mereka


"Jadi tidak ada yang tahu keberadaan anak kecil di rumah tersebut?"


"Tidak ada yang mau buka mulut soal itu, seakan memang sudah dipersiapkan dengan rapi oleh pasangan tersebut" jelas yang lain


"Baiklah... terima kasih informasinya, tolong cari lebih detail lagi tapi jangan sampai menimbulkan kecurigaan pihak lawan bahkan orang dalam Xavier Croup pun. Karena saya curiga ada penyusup di antara kita, mengapa setiap pencarian kita selalu terpantau oleh pihak lain" Pintanya


"Baik Tuan mudah" jawab mereka kompak


"Kalau begitu silahkan melaksanakan tugas kalian, semoga berhasil dengan cepat, saya tunggu hasilnya" tuturnya tegas


Anak buahnya pun satu persatu meninggalkan ruang sang presdir Xavier Croup


Meskipun masih sangat mudah tapi sudah memimpin perusahaan IT terbesar ketiga di dunia. Dengan otak jenius yang dimilikinya tidak sulit untuk mengembangkan perusahaan yang merupakan rintisan sang ayah.


Bahkan diusia yang baru menginjak 12 tahun dia sudah mendapatkan gelar profesornya dibidang IT bahkan gelar doktor dibeberapa bidang yang berbeda. Sehingga sang ibu tidak ragu mempercayakan perusahaan cabang di negara ini untuk dikelolah nya. Ibunya sendiri menangani perusahaan induk di luar negeri sejak kematian sang suami.


Meskipun sejak usia 4 tahun sudah kehilangan sosok ayah kandung tapi Aiden tidak pernah kekurangan sosok ayah dalam hidupnya, sebab sang paman saudara dari ibunya sangat menyayangi dirinya dan menganggap dirinya anak kandung.


Aiden memiliki kasih sayang yang berlimpah dari orang - orang terdekatnya, selain paman dan tantenya juga sang kakak angkat.


Berbanding terbalik dengan sangat adik yang bahkan keberadaan nya tidak pernah dia tahu. Dan baru beberapa bulan ini menemukan hal yang mencengangkan dan juga merupakan kabar gembira bahwa ternyata dirinya masih memiliki saudara kandung.


Inilah alasan dia melakukan pencarian dengan diam - diam. Bahkan diluar pengetahuan sang ibu dan juga keluar besarnya.


Aiden tidak mau membahayakan sang adik karena selama ini belum mengetahui siapa yang menjadi musuh dalam selimut.


Dimana belum juga menemukan apa penyebab kematian sang ayah, karena dari fakta yang didapat bahkan kejadian itu bukan murni kecelakaan tapi sepertinya semua sudah direncanakan.


Keberadaan alat tersebut belum ditemukan oleh siapapun bahkan bentuk dan fungsinya pun tidak ada yang tahu.


Hal ini merupakan perebutan para ahli untuk menemukan hasil penelitian tersebut karena belum memiliki hak cipta karena belum sempat dipublish. Bahkan beberapa perusahaan IT terbesar ikut mencari keberadaan alat tersebut.


Dan tentunya Aiden tidak semudah itu untuk menyerahkan hasil penelitian sang ayah yang bahkan mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi hak cipta dari alat yang dibuatnya.


"Papa kenapa merahasiakan keberadaan mereka? Terus umur mereka saat ini berapa tahun?, dan mereka sebenarnya dimana? Mereka hidup dengan siapa?" monolog Aiden setelah anak buahnya meninggalkan ruang kerjanya.


"Pa Aiden janji akan menemukan mereka, Aiden janji akan menjaga mereka dan membuat mereka bahagia" ujar Aiden dengan menyeka air matanya


"Tuhan lindungilah adik - adik hamba, dimanapun mereka berada saat ini dan berikan kesempatan untuk bertemu dengan mereka" doa Aiden


Aiden sangat merindukan sosok ayah kandung yang meskipun dirinya masih sangat kecil waktu itu, tapi sedikit memori kebersamaan sang ayah masih tersimpan rapi dibenaknya.


#Rumah bawah tanah


"Wow penelitian ayah hebat, ternyata keberadaan kita adalah hasil uji coba alat tersebut" tutur Andrew kagum


"Yap betul, tapi sayang ibu tidak mengetahui keberadaan kita, apa dia akan menerima kita ketika dia tahu?" tutur Andreas pesimis


"Hai... nggak usah mikir macam-macan, pasti nya ibu senang karena kita adalah darah dagingnya, meskipun tidak lahir dari rahimnya langsung" hibur Andrew pada sang adik


"Ya semoga aja ...ibu yang mengandung saja ada yang menolak kehadiran anaknya gimana dengan ibu yang bahkan tidak tahu sel t*** dibuahi" lagi - lagi Andreas mengungkap keresahan nya


"Dreas tidak semua ibu sejahat itu, bahkan ibu tiri dan ibu angkat ada yang baik melebihi ibu kandung itu sendiri" jelas Andrew


"Tapi kasus kita lain kak, kita hanya hasil penelitian, apa kak Aiden akan menerima kita juga?" Andreas konsisten dengan mode pesimis nya


"Dreas nggak usah pesimis gitu, buktinya kak Aiden mencari keberadaan kita, itu artinya kak Aiden menerima kita, lagian ayah melakukan penelitian ini supaya memenuhi permintaan ibu untuk memiliki anak lagi" tutur Andrew memberikan semangat pada sang adik


.


.