
"Selamat malam semua, terima kasih telah menghadiri undangan kami, hari ini merupakan hari teristimewa buat keluarga kami selain acara ulang tahun mama, ini juga merupakan perkenalkan anggota keluarga Xavier lainnya, mungkin banyak yang bertanya bahkan semua yang hadir memiliki pertanyaan yang sama, siapa sebenarnya kedua anak ini, mereka adalah adik kandung aku, yang besar adalah Andrew Jaiden Xavier dan yang digendong mama si bungsu Andreas Jevin Xavier, selama ini tidak diperkenankan ke publik karena alasan tertentu, silahkan menikmati hidangan yang ada mohon maaf jika ada hal mengganggu kenyamanan Bapak/ibu/saudara dan saudari, terima kasih" jelas Aiden menjawab rasa penasaran para undangan
Mom Henny pun mengambil mikrofon dari tangan MC setelah diberikan kesempatan menyampaikan sesuatu.
setelah acara usai dan para undangan dan keluarga lainnya pulang, kini hanya mereka berempat yang masih stey di ruang keluarga.
"Sayang coba jelaskan semua ini, apa maksudnya?" desak Mom Henny
Aiden terkekeh, "Mom bingung kan? ini suprise yang kami rencanakan bersama uncle dan aunty, Mom ingat apa yang aku ceritakan beberapa minggu yang lalu, tentang orang yang mencurigakan?" tutur Aiden
Mom Henny mengerutkan keningnya mencoba mengingat sesuatu.
"Ah..ia mom ingat"
"Na dari situ, Aiden mulai melakukan penyelidikan sendiri tanpa Xavier crops tahu, di tambah mereka berdua ini meretas data perusahaan yang ternyata mereka sengaja untuk memberi kode kepada kita untuk mencari mereka, dan hasil setelah melakukan penyelidikan tersebut aku mendapatkan titipan papa di ruang kerja aku, tunggu sebentar mom, ada pula buat mama" Aiden berdiri meninggalkan Mama dan kedua adiknya.
Andrew menyandarkan diri ke sofa menyimak percakapan mama dan kakaknya, sementara Andreas sudah terlelap di pangkuan mamanya.
"Sayang, selama ini kalian dimana?, siapa yang menjaga kalian?..." cecar mom Henny dengan rasa penasarannya
"Oh. .. Sayang maafin mama, nggak tahu sama sekali keberadaan kalian, ayo sini dekat mama"
"Nggak ada yang mau dimaafin mom, mom kan nggak tahu kalau papa membuat penelitian kan?" jawab bijak Andrew kemudian mengambil posisi di samping mamanya
Mom Henny tersentak dengan jawaban Andrew sontak membuat dirinya semakin erat memeluk dan mencium anak itu berkali-kali. Andrew pun tidak protes dengan aksi mamanya justru merasa senang baru merasakan kasih sayang seorang ibu.
Aiden telah sampai di ruang tamu dengan membawa sebuah benda seperti koper dalam bentuk mini dan menyerahkan pada mamanya.
Dengan senang hati Mom Henny mengambilnya "Sayang apa password nya?"
"Aiden juga nggak tahu mom, ingat - ingat aja kenangan bersama papa, soalnya Aiden pun kesulitan saat pertama kali membuka pesan tersebut" tutur Aiden jujur
"Baiklah sayang, sekarang waktunya istirahat besok lanjut ceritanya" tutur Mom Henny dan menggendong Andreas ke kamarnya
"Sayang ikut mama, untuk malam ini tidur bareng mama ya, sebagai hadiah ulang tahun mama" lanjutnya meminta Andrew mengikutinya
Andrew tanpa protes langsung mengikuti mamanya menuju lantai atas. Hal ini juga yang dia inginkan, sejak tadi berdoa dalam hati agar mamanya mengajak tidur di kamarnya malam ini, dia ingin merasakan gimana tidur di kamar orang tuanya yang selama ini hanya bisa didengar dari cerita temannya.