THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 4



setelah perayaan ulang tahun sang adik yang sangat sederhana itu, Andrew kembali membereskan peralatan makan, Andreas pun ikut membereskan meja makan.


Kemudian mereka ke kamar membawa tablet masing-masing di tangannya. Andrew meletakkan tablet nya dan segera mengerjakan tugas sekolah yang tertunda tadi siang. Andrew selalu serius jika berkaitan dengan pelajaran meski bagi dia belajar adalah hal yang palingan mudah baginya dengan otak yang brilian tapi sering kali menutupi kepintaran nya dan pura-pura berlaku seperti anak - anak biasa pada umumnya atau seusia dengannya.


Sementara Andreas setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian dia berbaring di ranjang nya dengan tablet yang masih di tangannya sedang asyik sendiri mengotak-atik barang tersebut.


Tak berapa lama Andrew telah mengerjakan tugas nya dan akhirnya dia menuju tempat tidur yang terletak sejajar tempat tidur Andreas dan membaringkan tubuhnya.


Andrew meletakkan tablet di samping mejanya . "Dreas, it's late at night, put your tablet and go to sleep!" tutur nya


"Oke, bro... sweet dream" ~ Andreas tanpa bantahan seperti biasanya


"sweet dream" ~ Andrew


Tak berselang lama akhirnya mereka berdua berlayar ke pulau mimpi masing-masing dengan damainya karena sepanjang hari tidak ada istirahat.


Malam pun berlalu...


Kini matahari masih enggan menampakkan wajahnya untuk menyinari bumi, tapi kicauan burung mengusik tidur lelap A bersaudara.


Andrew melangkah membuka jendela kamar dan langsung di sambut hawa dingin yang membuat nya merasa segar.


Andrew mencuci wajah di kamar mandi dan segera ke dapur menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.


Andreas pun menyusul setelah membersihkan diri dengan mengajak debu bersama nya.


"Kak Andre, hari ini aku nggak bawah bekal ya, aku pulang nya cepat kok"


"Baiklah tapi, nggak boleh bawah tablet dan nggak boleh ngomong apa-apa pada siapapun, ini rahasia kita" Jelas Andrew


"Siap Dan" jawab Dreas semangat bak seorang TNI


"Come have breakfast!" tutur Andrew setelah meletakkan menu sarapan pagi ini.


"Wow omelet telur, pasti yummy, tak sabar aku menyantapnya" sorak Andreas karena salah satu menu sarapan favoritnya.


Andrew tidak terlalu mengalami kendala untuk menyiapkan makanan bagi mereka karena sejak umur 4 tahun neneknya sering mengajak nya untuk masak, ini pun mungkin telah di persiapkan nenek sebelum meninggal kan mereka.


Bahkan menu setiap hari, dari sarapan hingga makan malam pun sudah terpampang rapi di dapur, dan setiap harinya berbeda. ini pula yang memudahkan Andrew menyimpan menu mereka.


"kak kalau pulang nanti, boleh nggak aku main ke ruangan rahasia itu?" ~Andreas


"Oke nggak papa, tapi hati - hati, nggak boleh mengoperasikan alat kalau nggak ngerti fungsi nya" ~Andrew


"Perintah di terima" jawab Dreas bercanda menirukan suara robot mainan yang diberikan sang Kakak sebagai hadiah ulang tahunnya semalam


mereka berdua tertawa bersama, hal - hal sederhana inilah yang mereka pakai untuk menjalin komunikasi, menunjukkan rasa sayang dan peduli mereka satu sama lainnya, meski tak sedikit pun biasa di warnai dengan perdebatan kecil-kecilan tapi tak membuat Andrew dan Andreas sampai bertengkar.


tak berselang lama akhirnya sarapan mereka sudah tandas dan keduanya segera mempersiapkan diri berganti pakaian dengan seragam sekolah masing-masing.


Andrew mengunci pintu rumah dan meletakkan kunci di tempat biasanya, atau tempat rahasia mereka. Sekolah Andreas berada di desa ini juga sekitar 200 meter dari rumahnya sehingga Andreas tidak perlu kendaraan untuk sekolah, cukup di tempuh dengan jalan kaki dan sepanjang jalan kesana pun rumah warga berjejer sehingga Andreas tidak membutuhkan pengantar.


Sementara Sekolah Andrew lumayan jauh sekitar 3 km dari desa ini yang terletak di kota terdekat dan Andrew biasa di menggunakan bus, hanya sesekali berjalan kaki jika melupakan ongkos nya seperti hari kemarin.


sebenarnya sekolah SD pun ada di desa mereka tapi kebanyakan dari warga desa ini menyekolahkan sang anak di sekolah tersebut karena fasilitasnya cukup lengkap itupun alasan kakek dan neneknya menyekolahkan Andrew kesana.


Andreas segera pamit sama kakaknya dan segera menuju ke sekolah nya dan seperti biasa akan menjemput teman - teman untuk berangkat bersama. Andreas selalu berangkat awal supaya punya banyak waktu bermain bersama teman karena setelah pulang pasti menghabiskan waktu di rumah yang biasanya cukup membosankan sebelum sang kakak pulang sekolah.


Tapi untuk kali ini Andreas bertekad lebih cepat pulang karena menemukan petualangan seru di kamar rahasia yang tak sengaja di temukan ya kemarin.


Andrew menunggu bus di halte yang akan menjemput para siswa di desa ini untuk sekolah.