THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 69



Tiga bersaudara sejak pagi sudah bangun dan bersiap berangkat, para maid telah mengecek semua barang yang akan di bawah dan memasukkan ke dalam mobil.


Beberapa bodyguard telah bersiap pula di ruang depan. Aiden sengaja mengajak beberapa bodyguard untuk melakukan perjalanan bersama mereka. Aiden ingin memastikan keamanan dan kenyamanan sang adik.


"Dah Om & Tante, tunggu ya kami pulang dan pasti langsung berkunjung ke sana kami juga kangen rumah" tutur Andreas pamit pada pasangan suami istri yang menjaga mereka dari kecil


"kak Andre yuk berangkat!!" ajak Andreas


Andrew pun segera mengikuti langkah Aiden dan Andreas menuju mobil yang telah di persiapkan di halaman oleh sang sopir.


Para maid mengantar mereka dengan wajah sendu, mereka sedih dan merasa kehilangan menyaksikan ketiga bersaudara itu akan meninggalkan mereka meskipun hanya beberapa minggu saja.


"Pak & ibu, kami berangkat ya, jaga & rumah baik - baik, nanti ada oleh - olehnya" ujar Aiden pamit


"Baik nak...hati - hati ya, selamat sampai tujuan, titip salam buat ibu" Jawab mereka kompak


"Jangan nangis ibu, kami pasti balik kok" Andreas melontarkan candaan nya yang akhirnya membuat para maid tersebut tersenyum dengan terpaksa


Setelah berpamitan mobil mereka bergerak perlahan meninggalkan halaman Mension menuju bandara.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit akhirnya rombongan mereka sampai ke bandara kali ini Aiden sengaja melakukan penerbangan dengan jet pribadi Xavier Corps untuk menjaga kenyamanan Andrew & Andreas.


Kini mereka telah mengudara, Andrew dan Andreas menikmati pemandangan melalui jendela pesawat. Bahkan mengabaikan dengan kamera transparan berukuran mini yang mereka selalu bawah kemanapun.


Kamera ini memiliki memory penyimpanan yang tanpa batas dan dilengkapi fitur canggih lainnya, Andreas dan Andrew merancang untuk membantu penelitian yang sering mereka lakukan, bahkan kamera ini pun hanya mereka buat 2 unit.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 18 jam akhirnya mereka pun landing di Negara asal sang Dady. Di bandara mereka sudah di tunggu oleh sopir dari Grandpa.


Aiden segera membawa Andrew dan Andreas ke mobil dan di susul para bodyguard memasuki mobil yang lain telah disiapkan sang Grandpa bahkan ada pula bodyguard yang lain yang disiapkan khusus untuk menjemput mereka.


Grandpa dan Granny trauma dengan apa yang dialami oleh anak mereka sehingga untuk cucunya selalu melakukan penjagaan yang ketat. Meskipun Aiden tidak terlalu suka dengan pengawalan ketat.


Dalam perjalanan menuju Mension Xavier tiga bersaudara itu tidak banyak ngobrol karena larut dalam pemikiran masing-masing.


Aiden larut dalam kenangan kebersamaan keluarganya ketika sang Dady masih hidup, kadang pertemuan seperti ini membuatnya bahagia sekaligus sedih karena pertemuan mereka tanpa ada Dady Josua.


Sementara Andrew dan Andreas memutar otak gimana cara untuk memasang alat pengintai dan cara membobol sistem keamanan ruang kerja uncle Yudha.


"Tuan muda, kita sudah sampai" ujar sang sopir membuyarkan lamunan ketiga bersaudara itu


"Terima kasih pak" ujar mereka kompak dan segera turun dari mobil


Di teras depan Granpa, Granny, mom Hanny sudah menunggu dan langsung memeluk Aiden bersamaan. Setelah puas memeluk Aiden kini mereka beralih ke Andrew dan Andreas memeluk dan menghujani ciuman di wajah mereka.


Grandpa dan Granny tak kuasa membendung air matanya. Melihat wajah dari keduanya seakan mereka mendapatkan Josua dalam wujud anak - anak.


Andrew dan Andreas pun menangis haru karena mendapat sambutan yang istimewa dari Grandpa dan Granny, meskipun mereka baru saja bertemu bahkan proses kelahiran mereka pun tak pernah diketahui oleh keluarga.


Grandpa langsung mengangkat Andrew ke dalam gendongannya, sementara Granny menggendong Andreas.


"Grandpa... turunin Andrew, Andrew dah besar, Grandpa pasti nggak kuat" protes Andrew


"Hey boy...kamu meragukan kekuatan Grandpa? kak Aiden aja Grandpa sanggup gendong" tuturnya tak terima ditanggapi keke_han dari Mom Hanny, Granny dan Aiden.


Sementara Andreas hanya mengalungkan tangannya dengan erat di leher sang Granny. "Tak salah memperlihatkan sisi manjanya untuk sesekali" batinnya


Mereka semua melangkah masuk Mension yang begitu megah dengan desain yang unik.


Andrew dan Andreas tidak kaget dengan Mension tersebut karena di rumah tempat mereka dibesarkan pun memiliki desain yang tidak kalah mewah dan unik meskipun kelihatannya dari luar sangat sederhana.