THE SIBLINGS

THE SIBLINGS
The Siblings 74



Disebuah perusahaan, salah satu divisi sejak pagi telah terjadi keributan bahkan ruangan tersebut seperti kapal pecah semua barang telah hancur dan berkas berserakan kelantai dan beberapa orang telah babak belur.


"Kurang ajar, siapa yang berani mengusikku, usut tuntas aku akan memberikan pelajaran" teriaknya marah


"baik bos" sahut anak buahnya


"cepat kerjakan, dan jangan sampai kasus ini sampai ke telinga Aiden ataupun Henny" tegasnya


"Baik bos"


Sementara di ruang lain Aiden dan sang mommy sementara menonton pertunjukan tersebut.


"Gimana kak drama paginya, keren?" tanya Andreas di seberang yang memang ikut menonton pula tapi di ruang rahasia mereka


"Sangat memuaskan, terima kasih buat kalian berdua, kalian memang hebat" puji Aiden


"Wa anak mommy luar biasa, kapan kalian balik ke rumah??, Mom dan Kak Aiden kangen kalian, lagian jangan terus bolos sekolah, nanti ada yang curiga" tutur mommy


"Besok mom, malam ini harus menuntaskan misi yang lain" jawab Andrew dan Andreas kompak


"Ok my dear, be careful, Mommy dan Kak Aiden membereskan kasus ini dulu'


"Oke mommy, sukses buat mommy dan kak Aiden" jawab mereka


"Andreas kirim ini, diam - diam ke kak Aiden supaya mereka tidak bisa mengelak lagi, kalau hanya rekaman suara bisa jadi mengelak dengan alibi di palsukan" pinta Andrew


"Baik kak gimana kalau semua layar iklan dan informasi kita retas dan kita putar vidio ini?"


"Jangan Dreas, biarkan mommy dan Kak Aiden selesai kan, kita tidak perlu ikut campur, lagian mereka sudah kerja lama di perusahaan dan hubungan mereka cukup dekat, tidak baik kalau kita mempermalukan" nasehat Andrew


"Humm, maaf kak"


"it's oke, tapi ingat tugas kita hanya membantu untuk menemukan bukti, untuk menuntaskan berikan sama Mommy dan Kak Aiden yang lebih berwenang dan lebih paham, lagian tidak semua masalah harus di publish, selama masih bisa diselesaikan dengan cara diam - diam kenapa harus di publish, mereka punya keluarga yang harus di jaga karena mereka tidak semua terlibat dalam kejahatan, kasian kalau mereka kena imbasnya" tutur Andrew panjang kali lebar


"dimengerti kak, benar sih, kata kak Andre lagian netizen kan maha benar, maha suci,maha tahu... pada nggak mikir logis atau nggak punya otak si, masa ia semua di pukul rata biar yang nggak tahu apa - apa kena imbas juga ya" timpal Andreas


"Done" teriak Andreas girang


"Thanks Dreas"


"Hum nggak perlu terima kasih, ini sudah menjadi tugas dan kewajiban kita"


sementara di ruang rapat semua dewan direksi sudah terkumpul dan banyak rumor yang nggak jelas beredar. sementara Mom Hanny dan Aiden sudah mempersiapkan diri dan menetapkan keputusan untuk dilakukan menuntaskan kasus tersebut.


rapat berjalan begitu menegangkan karena biasanya Aiden ataupun Mom Hanny tidak pernah menghadiri rapat secara langsung atau mengadakan rapat dadakan. hal ini membuat beberapa orang merasa takut dan was-was.


"Selamat pagi bapak/ibu sekalian dewan direksi yang terhormat, sebelumnya saya mohon maaf karena mengadakan meeting dadakan, tapi hal ini memang tidak bisa ditunda lagi...." suara Aiden memecah keheningan dalam ruangan tersebut dengan suara tegas dan berwibawa menjelaskan kasus yang di hadapi


mendengar penjelasan Aiden banyak orang yang kaget sekaligus tidak percaya dengan penyampaian Aiden


"Nak Aiden izinkan uncle bicara, ini semua tidak betul, itu hanya rekaman yang di rekayasa, tidak mungkin uncle tega melakukan hal itu, aku sahabat Daddy mu, bahkan ikut merawat mu dari kecil, masa aku bisa mengkhianati kalian" tuturnya membelah diri dan dibenarkan oleh peserta rapat lainnya


"Terima kasih pak, saya juga mau percaya begitu dan berharap memang begitu, tapi gimana dengan ini?" turut Aiden lanjut dan menyuruh sekretarisnya memutarkan video yang sudah di kirim oleh adiknya


semua mata terbelalak menyaksikan video tersebut


"ini semua rekayasa, dari mana vidio ini kalian dapatkan aku akan menuntutnya" tuturnya lagi


ruang rapat sudah mulai tidak terkendali karena ribut disana sini membahas kasus tersebut.


"mohon tenang semua, simak sampai akhir, baru kita ambil keputusan" tegas Aiden


ruang rapat pun kembali sunyi dan hanya video tersebut yang terdengar.


"Terima kasih atas kehadiran bapak/ibu semua...kasus ini akan di tuntaskan oleh kuasa hukum kita, tapi saya harap kasus ini jangan sampai keluar dari ruangan ini, cukup yang hadir saat ini yang tau, jika ada rumor yang keluar karena semua rekaman di ruang saat ini mati, berarti salah satu dari kalian yang membocorkan dan pasti akan ada konsekuensinya yang kalian dapatkan siapapun itu" tegas Aiden


rapat pun bubar dan tidak ada lagi perbincangan tentang kasus tersebut, semua mulut orang seolah terkunci, mereka tahu sifat Aiden tidak akan pernah main-main dengan keputusannya tidak akan segan - segan memecat siapapun yang melanggar janji, dan jika hal itu terjadi jangan harap bisa mendapatkan pekerjaan lagi karena akan masuk blacklist